BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode #74


__ADS_3

Pria itu berjalan pelan dan perlahan menghampiri Kira.


" P-pak Lucky? " gelisahnya.


Lucky bertindak langsung memeluk.


" ugh! " kejut Kira.


Mata seketika terbuka, tangan terasa basah berkeringat sekali di genggaman Kira.



" Kamu sudah bangun? " ujar seseorang di dekat telinga Kira.


Menoleh dan menoleh ia melihat ke samping, terkejut-kejutlah dirinya.


" Xie! " syok sigap berdiri.


Nampak sepertinya Xie daritadi berdiam di sebelah Kira seraya menggenggam erat tangan Kira serta ikut merangkul bahunya.


" apa yang sedang kamu lakukan disini? " tanyanya.


" Aku? Sama seperti yang sedang kau lakukan sekarang. " sahutnya.


" huh... " Xie menghembus napas.


" merepotkan sekali bukan waktu hari ini terbuang sia-sia. Tadi aku juga hampir tertidur sepertimu, tapi akan sangat menyesal seumur hidup jika melewatkan dirimu bagaimana tengah tidur. Mengapa sekolah ini tidak menyediakan langsung saja pesuruh yang sebenarnya, kita para siswa seharusnya hanya memusatkan diri untuk belajar saja. Melelahkan bukan Kira? " keluh Xie.


Kira sama sekali tak memberi tanggapan.


Xie melihat ke arah ponsel Kira yang nyata tertera di layar telepon itu terhampar kontak June Sin. Laki-laki tersenyum manis kemudian berkata.

__ADS_1


" oh! Masih mencemaskannya? "


Kira jelas tidak mengerti ucapan dari Xie, mengerutkan wajah bentuk rasa bingung.


" Apa? Ada apa lagi denganmu? " sinis Kira.


" Mengapa kamu tidak bisa melaraskan perasaanmu sendiri? Jangan pernah membawa perasaan yang seharusnya tidak boleh dibawa ke tempat yang tidak bisa ditempatkannya! Apakah masih belum bisa memuaskan dirimu meski bertemu dengannya setiap waktu? " oceh Xie langsung bangun dari duduk.


" Apa yang sebetulnya kamu bicarakan? Berhentilah mengganggu pikiranku. " ketus Kira.


Xie menarik napas perlahan membuangnya.


" Hehe begitu. " tertawa kecil.


" aku bersungguh-sungguh meminta maaf. " ucap Xie lagi sembari tersengih.


" jadi... Bagaimana keadaannya sekarang? Mungkin jika kalian selalu bersama bukankah bisa saja itu menjadi obat untuknya? Seharusnya lebih banyak berkembang membaik dari sebelum-sebelumnya? " ujar Xie.


Kebodohan terus mengguncang Kira.


Melihat kediaman Kira keruan membuat Xie merasa rentan hati.


" Penting untuk memberikanmu sebuah pesan. Berlapang dadalah untuk menerima apapun itu yang akan terjadi menimpanya. "


" kau juga yang sendiri memilihnya bukan? Akan sangat memilukan hati jika kau menampakkan lemah di saat dia juga tengah lunak. Terima sebab itulah yang menjadi pilihanmu sendiri. Kira. " imbuh Xie.


Kira tertegun.


" June Sin? " ucap Kira dalam hati.


" Satu hal lagi. Itulah mengapa alasanku terus mengusikmu hingga detik ini, carilah seseorang yang benar-benar bisa kau andalkan untuk situasi sekarang. " lanjut Xie.

__ADS_1


" jika boleh Ku-berpendapat, laki-laki itu... tidak cukup kekuatan untuk bisa berada di sisimu. " katanya lagi.


" Begitu pun dirimu, " sangkal Kira lirih menundukkan mata pandangan.


" kau juga tidak pantas mengunggulinya! Jadi berhentilah untuk berikut campur! " teriak Kira langsung pergi berlari.


Xie diam menatap.


" Kira. " panggil pelannya.


" kamu benar-benar akan membunuhnya jika terus memelihara sifat egoismu itu. " imbuh Xie.


......................


" Si brengsek itu! Benar-benar ingin rupanya yah? " dongkol Lucky sembari memainkan ponsel.


" tenanglah, jangan terlalu terburu-buru begitu. " senyum rasa marahnya.


" wajah yang mengerikan. " cela Lucky.



" Bruk!! " menabrak.


" Uh?! " erangnya.


" argh...! Bajingan sialan! Apa lagi sekarang!? " hardik Lucky sigap bangun.


" aahh... " keluhnya lagi.


" eh? Ponsel? Mana ponselku? " panik Lucky.

__ADS_1


Menengok kesana kemari dengan liar lalu melihat ke arah bawah ke arah orang yang menabrak Lucky tadi. Tanpa pikir panjang ia langsung gesit berlari bertujuan untuk mengambil telepon genggamnya. Setelah diambil,


" celaka! Apa dia sempat melihat isi ponsel ini sebelum layarnya mati? Dia juga memakai seragam sekolah yang sama! Mustahil! Tidak bisa! Ini benar-benar akan menjadi bencana! " panik Lucky menggelisah.


__ADS_2