
" Aaa... M-mengapa? Ada yang salah? " bingung Keno canggung.
" A-aa o-oh... Jadi kamu juga ikut mengantar dia ke rumah? Benar begitu? " elak Kira menggagap.
Keno terdiam, mulai menatap dengan perasaan aneh terhadap Kira. Kesadaran kembali membangunkannya.
" a-aku hanya merasa berpikir mengapa bukan Xie saja yang bertanggung jawab untuk mengantar laki-laki itu pulang ke rumahnya? " panik Kira mengelak lagi.
Sekonyong-konyong saja suara seseorang menyelang perbincangan diantara mereka berdua.
" Itu karena dia juga memang seperlunya berkewajiban memikul. "
Serempak pun menoleh.
" P-pak Lucky?? " kaget membelalak.
" Lantaran jika bukan karena kau yang meminta pertolongan kepada si laki-laki itu, mustahil juga tragedi ini terjadi, bukan? " sosor Lucky yang tengah santai duduk.
Serentak mereka berdiri dari kursi.
Keno mengangguk-angguk.
Kira mendiam memandang.
" Pak Lucky sedang apa disini? " tanya Kira.
__ADS_1
" Bukankah itu yang seharusnya jadi pertanyaan saya? " celetuk Lucky langsung memungkasi.
" juga... Lusa hari, kalian benar tidak melupakan sesuatu, 'kan? Saya berharap lebih bagaimana perkembangan kalian selama ini. Berusahalah terus jangan pernah ingin mengendus udara luar sampai kalian sungguh-sungguh siap untuk menghadapi ujian akhir nanti. " tegur ajar Lucky.
Pak Guru berdiri dari duduknya hendak pergi meninggalkan, sebelum itu dia berkata.
" ya... Tempat seperti inilah salah satu godaan bagi mereka. Tahanlah, waktu menurutku juga pasti mendukung kalian nanti. Cepat pulang dan belajar dengan bersungguh-sungguh. "
" Iya pak, mohon maafkan kami. " ujar mereka menundukkan kepala.
Setelah kepergian Lucky, mereka berdua kembali ke tempat masing-masing. Kira yang sudah merasa jemu menanti makanannya tiba pun mulai mengantuk. Menengok kembali ke arah Keno yang ternyata ia malah menampakan mendiam. Kira peka tersadar dengan ucapan sebelumnya.
" Eh sungguh, aku sama sekali t-tidak bermaksud apapu, h-hanya merasa heran saja mengapa kamu bisa terbawa-bawa kasus yang menimpa June Sin. " elaknya lagi panik.
" Eh t-tidak tidak, aku sama sekali tidak keberatan dengan manapun itu ucapanmu. " Keno tersenyum gugup hati.
Kebosanan benar-benar membuat Kira hendak meruyupkan matanya. Lama menunggu lagi.
" U-um... M-minumanku hampir habis, bagaimana bisa barang milikmu belum juga datang sampai detik sekarang? " ganjil Keno bertanya.
" Aku juga kurang mengetahui mereka bisa seterlambat itu membuatn-- " keluh Kira terhenti setelah menengok ke arah Keno.
Menatap ekspresi yang dilontarkannya pun seketika Lelaki itu merasa bingung.
" A-ada apa? " gugupnya bertanya.
Kira syok lantaran melihat wajah Keno yang mulai memerah sekali sebab minuman yang diteguknya terus-menerus tadi.
__ADS_1
" A-apa kamu sudah...? mabuk? " tanyanya mulai gelisah.
" O-oh... Pada biasanya aku tidak semudah itu bisa mabuk, lagi pula aku baru menenggak satu gelas vodka bagaimana mungkin boleh teler secepat ini. " jawabnya.
Kira memerhatikan Keno dengan sungguh-sungguh.
" Dari cara bicaranya dia memang biasa saja sama seperti sebelumnya mengobrol, tapi wajahnya benar-benar tidak bisa membohongi bagaimana membunuhnya minuman yang ia selalu teguk itu. " gumam Kira.
" U-um... Memang selalu nampak begini. Haha... Hal menarik, bukan? " tutur tersipu malu.
Kira tersenyum pura-pura.
" Umm... jika boleh aku tahu, perlu berapa banyak alkohol pada biasanya kamu mengangkat tangan? " bertanya.
" Oh itu... Mungkin 9 sampai 11 gelas mau minuman apapun itu, kapasitas pertahananku hanya bisa mencapai 11 gelas. Ahaha... Payah sekali bukan? Bahkan setidaknya 1 botol saja bisa Ku-telan, tapi nyatanya hanya mampu menampung setengah lebih dari sebotol larutan itu. " sahut Keno.
Tiba-tiba, pesanan Kira akhirnya pun sampai juga.
" Ini kak, mohon maaf sekali menunggu lama sangat-sangat berterima kasih. " tutur pelayan sembari menyodorkan.
" Oh tidak mengapa, terima kasih juga. " sahut Kira seraya menerima.
" Wah pantas saja pesanannya bisa selama itu, ini banyak sekali. Apa kamu sedang kedatangan penuh tamu di rumah? " tanya Keno agak syok.
" Hehe... Tidak juga, hanya sebatas persediaan barang untuk nanti, jaga-jaga. " jawab Kira tersengeh.
" A-aa begitu. " pahamnya.
__ADS_1