
" Oh! Euu... Iya Pak ada apa? " kelisah.
Lucky malah menampakkan wajah tersenyum.
" Sudah selesai? " ulang-Nya bertanya.
" Euu... maafkan saya, hanya... bisa membersihkan satu ruangan ini saja. " ungkapnya menunduk.
" Tidak mengapa. Kamu bisa kembali ke kelas. Terima kasih. " ujar Lucky.
Lama waktu berjalan bel sekolah berbunyi kembali, semua siswa saling berlarian masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Terlihat Kira juga berlari dalam perjalanan menuju kelasnya. Tetapi,
" He Kau! " teriak memanggil.
Kira berhenti bergerak dan menoleh ke belakang, siapa duga Lucky yang tadi menyuruhnya kembali ke kelas, malah memanggil lagi, lekas iapun menghampiri perlahan. Sesampainya disana Lucky melirik kesana kemari,
" Bisa minta tolong? " kata Lucky.
__ADS_1
" Apa itu? " jawab Kira pelan kebingungan.
Lucky malah berdiam sembari melihat tajam ke arah Kira dengan penuh suka serta tersenyum. Kemudian, meraih tangan Kira dan memberikannya uang juga segulung kertas.
" Belikan aku minuman ini cepat. Jangan sampai ada seorang pun tahu, tidak boleh terlihat mencurigakan saat kamu membawa pesanan-Ku nanti ya? Aku akan menunggu di ruangan yang baru saja tadi dibersihkan. " suruhnya memegang tangan Kira seraya mengelus-elus dari menggoda.
Ia hanya bisa terpaku karena merasa tidak nyaman untuk menyangkal perlakuannya.
" toko itu berada di seberang jalan pas sekali berhadapan dengan Sekolah ini, hati-hati untuk berjalan yah? " imbuh Lucky melepas pegangannya. Pergi, tiba ditempat yang diarahkan, Kira memanggil
" Permisi? "
Kemudian seorang tuan penjual pun datang menghampiri dari dalam.
Kira terdiam sejenang, lalu berkata
" Euu... Saya ingin membeli sesuatu, dan barangnya tertulis dikertas ini. " menyerahkan kertas tadi.
" Oh! Baiklah tunggu sebentar. Ingin masuk dulu? Duduk? " tawar-Nya.
__ADS_1
" Tidak, terima kasih. " jawab Kira.
Setelah pergi dari sana, Kira bergegas jalan kembali menuju sekolah. Sampainya ditempat yang diperintahkan tadi, ternyata memang benar saja, nampak Lucky tengah menunggu didalam ruangan tersebut. Sebab perilaku Lucky sebelumnya terhadap Kira alhasil, ia merasa takut untuk masuk.
Ucapan seseorang melintas diingatan Kira yang sempat berkata
" Tidak perlu mengkhawatirkan apapun, kamu hanya perlu menjawab dengan kalimat menolak. Jangan terlihat gelisah juga mengekspresikan ketakutan, apalagi mendesah, itu malah akan membuat mereka menjadi-jadi dalam bertingkah. Dengarkan terlebih dahulu alur konsep yang tengah mereka lakukan, dan akhiri semuanya dengan penolakan. Kira, paham? "
Kehilangan arah mengguncangi-Nya, merasa bingung pun Kira memberanikan diri menemui Lucky dengan percaya diri agar situasi tetap normal.
Ia mulai masuk ke dalam ruangan tersebut, lalu berjalan perlahan menuju keberadaan Lucky disana, dan saat ini ia pun tiba pas dibelakang tubuh-Nya Lucky agak sedikit berjauhan.
" P...pa " panggilnya terhenti.
" Aaah! Akan menembak! Aaah! " rintih Lucky.
Setelah mendengar ucapan dari-Nya tersebut, sontak Kira langsung melihat ke arah bagian bawah tubuh Lucky yang ternyata tengah berejakulasi dengan cara memuaskan dirinya sendiri. Mata Kira terbelalak, alhasil pun ia benar-benar dicengkam ketakutan. Kira memutuskan tujuannya, dan mundur perlahan, kembali keluar ruangan.
__ADS_1
Sampainya di luar, ia menenangkan diri sembari menyandar di balik dinding tersebut serta menutup mata. Tak lama juga, terdengar suara sepatu seseorang tengah berjalan keluar dari ruangan itu, sigap Kira bersembunyi dibalik tembok lainnya dan merapatkan diri agar tidak terlihat.
" arrghh!! mengapa lama sekali anak itu! Aku benar-benar sudah tidak tahan. Dimana dia? Mana mungkin dia tersesat bukan? " hardiknya mendongkol.