
Kira yang tengah di gertak beberapa siswi disana pun, tanpa pikir panjang Lucky langsung berlari cepat ke arahnya. Tingkah mereka semakin menjadi, menjambak rambut Kira dengan kencang ke atas lalu juga, hendak memotong rambutnya yang sedang di genggam satu orang siswi tersebut dengan langsung. Kira yang tak berdaya hanya bisa diam serta menahan kesakitan lantaran tarikan dari rambut oleh si pengganggu. Beruntung Lucky sampai sebelum peristiwa itu terjadi, langsung menahan tangan yang sedang bekerja.
Sontak mereka semua jelas terperanjat menyaksikan kehadiran Lucky disana.
" Apa yang sedang coba kalian perbuat hah!? " lantangnya membentak seraya mengambil membanting gunting terbang menjauh.
" P-pak Lucky?! " kejutnya.
" Menyakiti teman sendiri? Buruk sekali!!! Bodoh kalian semua! " gusarnya.
" Kami mohon maaf sekali pak! Sungguh maafkan kami pak! " ucap mereka sambil menundukkan kepala.
" Bedebah! " murka Lucky.
Mendabak saja datang beberapa pengaman kelas sembari berkata.
" A-ada apa ini pak? Apa yang telah terjadi disini? Kalian? Berbuat masalah apa kalian sampai pak Guru marah begini? " syoknya.
" Si bodoh ini. " geram Lucky.
Ia menendang kuat ke kaki mereka masing-masing.
" Buk, debuk, dhuak! " memukul.
Hingga alhasil pun mereka merintih kesakitan.
" Aw! Ah... Argh!!! " erangnya.
__ADS_1
" Setelah seseorang datang kalian baru tiba! Darimana saja hah! Jika terus begitu si korban bisa nahas! Kalian akan membiarkan hingga mati!? " berang Lucky.
" Maafkan kami pak, s-sungguh kami juga bertindak secepatnya datang kesini, e-euu... kami juga baru diberitahu. E-euu... beruntung ada salah satu siswa melihat hal mencurigakan dari tingkah mereka. Mohon ampun pak. " sahutnya.
" Berisik! Bawa mereka ke ruang BK! " hardiknya memerintah.
" B-baik pak. "
Mereka pun langsung bergegas bergerak.
" Apa yang sebetulnya siswi-siswi itu inginkan? " gerutu Lucky.
Kira yang masih terpaku mendiam di tempat sigap Guru itu pun turun menjongkok untuk memeriksa keadaannya.
" kau baik-baik saja, 'kan? "
Lucky mengelus-elus rambut gadis itu yang sangat berantakan seraya berkata.
" tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. " tersenyum.
Seketika Kira langsung mengalihkan pandangan.
" argh! Aku baru menyadari makananmu berserakan hancur begitu. " imbuhnya seraya beranjak mengambil misting jongkok merayap.
" ini. U-um... aku hanya bisa mengembalikan wadahnya saja, makanannya benar-benar sudah hancur tidak layak untuk di pungut lagi. " ujar Lucky sambil menyodorkan tempat makannya.
Lalu Kira pun menerima.
__ADS_1
" T-tidak, terima kasih pak Lucky. " ungkap Kira.
Mengangguk kemudian Guru itu pun beranjak berdiri.
" Bisa berdiri? " tanyanya.
Kira mengiakan lekas bangun.
" yasudah kalo begitu kamu juga bisa berjalan sendiri kembali ke dalam kelas? " lanjutnya.
" Iya. " sahut Kira mengangguk lagi.
" Baiklah, itu bagus. U-um... mungkin hari ini pelajaran tidak akan terlalu memadat. Sepertinya kalian bisa saja di perintahkan untuk membersihkan kelas masing-masing dengan baik, lantaran persiapan ujian nanti. " bebar Lucky.
" biarkan mereka juga nanti yang bertanggung jawab untuk membersihkan ini, sebaiknya kau cepatlah kembali. " imbuhnya.
" aku juga ingin tahu alasan apa mereka sampai berbuat begitu terhadapmu. " sebal Lucky seraya pergi berjalan meninggalkan Kira.
Tak berlama-lama ia juga masuk kembali ke dalam kelas. Sesampainya ditempat berdiri di tengah-tengah pintu, Kira sedikit terkejut sebab melihat sebagian siswa disana sedang menulis, merasa ingin tahu ia langsung berjalan cepat ke kursinya.
" Lina. " panggil Kira ke teman yang berada di samping bangkunya.
Nampak siswi itu tetap fokus menulis di buku tak menyahut panggilan Kira. Alhasil pun ia berdiri berniat untuk mendatanginya saja.
" Lina, " sebutnya lagi.
Kemudian siswi yang tengah anteng duduk tersebut menengadahkan kepalanya secara pelan-pelan untuk menoleh. Seketika saja rasa syok serta bingung mendadak datang setelah melihat raut wajah dari siswi tersebut yang menampakan memandang Kira seperti tak biasa.
__ADS_1