BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 24


__ADS_3

Malam sudah menyelimuti hari. Waktu menunjukkan pukul 1 pagi, benar Kira bangun sesuai dengan yang ia niatkan tadi. Pergi kedalam toilet untuk mencuci wajah, lalu kembali duduk dikursi meja belajar dan memulai membaca buku catatan yang diberikan June Sin tadi. 17 menit berlalu Kira benar-benar merasakan kantuk kembali menghantam, menguap.


" huaaa... tidak bisa terjadi, ini masih perawalan. Apa aku membuat sebuah minuman coklat yah sebagai penangkal. Baiklah mungkin ini sedikit agak merepotkan. " ungkap-Nya.


Alhasil pun Kira berjalan keluar kamar menuju dapur, dan setelah selesai pergi, ia kembali lagi menuju meja belajar meletakkan secangkir minuman panas itu. Kira melangkah untuk mengambil sesuatu, ia meraba didalam tasnya dan ternyata barang yang dicari tidak ada.


" dimana aku menyimpan penyuara telingaku itu. " kebingungan.


Lalu Kira beranjak meraba-raba ke baju sekolah yang tadi sempat dikenakan-Nya, ternyata masih tetap tidak dapat ditemukan, lanjut memeriksa dibagian rok seragam sekolah , alhasil berbuah manis.


" ini! Aku duga kamu sungguh menghilang. " senang.


Saat Kira memakai serta selintas melihat penyumbat telinga tersebut, sontak terkejut, ada segulung kertas membelit dibarang miliknya itu.


" apa ini? "


Kira mengambil dan membukanya. Setelah membuka, ia melihat sebuah huruf yang bertulis


" Tolong luangkan waktu untuk malam ini kita bertemu. Aku menunggu disini. Tolong lakukan untuk dirimu sendiri. " bacanya didalam hati.


Dikertas itu juga tertera sebuah alamat. Tiba-tiba


" Tok tok tok. " suara mengetuk pintu.


Menoleh serta menyahut.


" iya! Aku mendengar, bisa masuk! " teriak Kira.


" Kreeek... " pintu kamar dibuka.

__ADS_1


" Ada apa June Sin? " tanyanya.


Laki-laki itu berjalan menghampiri.


" Bagaimana? Aku hanya ingin memastikan, adakah yang tidak kamu ketahui dari buku catatan-Ku? " tanya June Sin.


" Oh! Semua baik. Tidak perlu khawatir. " sahut tersenyum.


Malam berlalu, Kira siap berangkat sekolah. Sebab terus terjaga semalaman, jelas sekali wajahnya tampak kusut lesu karena kekurangan tidur ia juga terlambat bangun, alhasil pun tergesa-gesalah dirinya bersiap untuk berangkat ke sekolah. Sampainya disana, ia bisa bernapas lega, ternyata sekolah belum juga masuk. 2 orang berjalan melewati Kira, sigap bertanya.


" eh! Belum mulai pelajaran apa bagaimana? Sepertinya ini sudah pukul 8 bukan? " keheranan.


" Kamu baru tiba disini? " tanya salah satu siswi itu.


Kira mengangguk bentuk merenspons.


" arrghh aku sudah menduga sebelumnya ini memang akan terjadi. Kita lihat saja, tragedi-tragedi seperti apa lagi yang dikerjakan guru itu selanjutnya. Jika dia masih berada disini, sebaiknya kamu putus sekolah saja. Kalo aku jadi kamu, tidak akan masuk sekolah tadi. " gerutunya.


" Apa... yang sebenarnya kamu maksud? "


" Hah?? "


Kedua siswa itu kejut sekali setelah mendengar ujaran dari Kira, ditambah dengan ekspresinya yang membuat mereka merasa yakin bahwa gadis itu memang terlihat tidak paham.


" Eh kamu sungguh tidak tahu apapun? Pak Lucky tahu? Arrghh bagaimana bisa dia tidak mengerti. Jangan bercanda, berapa lama kamu tinggal disini hingga tak mengetahui apapun tentang hal itu? " ucap salah satu siswi, mengolok-olok.


" 2 bulan mungkin. " jawab Kira langsung.


" Eh???! Eh sungguh? Kamu baru disini? " cengang mereka.

__ADS_1


Bertambah kebingunganlah Kira.


" Tunggu, meski dia siswa baru disini juga... itu sama sekali tidak berpengaruh untuk dia tahu tentang Lucky atau tidak bukan? Pria brengsek itu populer atas sangat dikota ini. Mustahil!? Memangnya dimana tempat kamu tinggal? Masih diwilayah ini kan? " selang salah satunya.


Kira kurang mengerti.


" I..iya? "


" Pembohong! Tidak mungkin kamu bodoh. " ketusnya.


" Aku sungguh tidak mengerti apa yang sebetulnya kalian bicarakan daritadi, ini benar-benar aneh... omongan kalian kosong semua untuk menjawab pertanyaanku tadi. " celetuk Kira agak sebal.


" disini aku bertanya, apakah kelas sudah dimulai pelajarannya atau belum? Tapi kalian malah membicarakan ke lain hal? " hardiknya.


" Ah... iya sepertinya memang salah, maaf. Tapi, apa yang aku curahkan tadi, itu juga adalah benih untuk menjawab pertanyaanmu. " menyahut.


" kelas dari kemarin hari jadwal sedikit berantakan bukan? kamu bisa melihatnya. Apakah kamu tidak merasa ganjil dengan keadaan sekolah sekarang? Pak Lucky baru juga masuk kembali kemari, seketika guru banyak yang absen, sebab apa? Karena masalah yang dikerjakan oleh pria itu. " jelasnya.


Kira terdiam sejenang memikirkan sesuatu. Ia berpikir bahwa apa yang di katakan siswa itu memang benar sekali.


" namamu Akira? " tanya siswa setelah melihat bet bordir miliknya.


" Kira! kamu mengetahui Silence? Dia... dia benar-benar sedang dibelit masalah sekarang, karena tangan lembut siswa itu hampir beberapa detik lagi membunuh seorang guru, kau tahu dengan sebab apa ia melakukan? Pak Lucky dalangnya! " ricaunya menjelaskan.


" Bum!! " meledak keras.


Tiba-tiba terdengar sangat suara ledakan, saking kerasnya hingga mampu mendengingkan telinga mereka, sontak juga terkejut-kejut.


" Apa itu? " khawatir.

__ADS_1


Mereka langsung berlarian masuk ke dalam sekolah untuk memeriksa, begitupun juga Kira ikut serta menggesa-gesa.


__ADS_2