
" T..tapi... bapak terlalu mendekat, mo..mohon maaf, saya merasa ter...terganggu. " rengeknya menjaga diri dari pelukan Lucky.
Lucky malah mencium ke bagian leher, Kira berusaha mencegahnya tapi tekanan dari Lucky sangat kuat hingga membuat Kira kewalahan melawan.
" Kamu hanya perlu diam dan lakukan serta fokus dengan apa yang tengah kamu kerjakan. " ujar Lucky terengah-engah dileher Kira.
Ia berusaha keras menenangkan dirinya untuk tetap diam dan menulis kembali. Ternyata memang benar, jika Kira tidak banyak gerak itu bisa membuat Lucky ikut tenang juga. Meski begitu, guru itu ternyata tidak sepenuhnya diam, terlihat ia masih menggerakkan bagian pinggul maju mundur bertabrakan dengan milik Kira.
" A..anu pak, ini masih sangat mengganggu bagi s..saya untuk bisa menyelesaikan tugas ini, mo..mohon maaf, bisakah berhenti? mohon sekali. " pintanya keresahan.
Akhir-Nya Lucky terhenti bergerak.
" Ini benar-benar kau bukan? " tanya Lucky serta napas berat.
" Hah? " bingung, khawatir.
__ADS_1
" Haha sulit untuk aku percaya! Oh tuhan!!! " imbuhnya senang hati.
Ia kembali mendekatkan kepalanya untuk berbicara didekat telinga Kira.
" kau tahu? berapa lama aku bertahan untuk bisa berdua saja denganmu seperti ini? " bisiknya seraya menjilat telinga Kira.
Seketika juga Kira menghindari.
" Ah berhenti! " pintanya merengek.
" Kita tidak boleh bersikap begini bukan? Dengan anak-anak yang lainnya, mereka sudah cukup dekat denganku, untuk menghilangkan rasa kecanggungan diantara kita, bagaimana jika malam nanti makan bersama? Wah aku sangat senang sekali. Ini bukan pertama kalinya kita bertemu, mari berbincang dan berhubungan baik? " ajak Lucky.
" Tidak bisa maaf! " spontan sahut Kira tegas.
Ia terengah-engah sebab merasa sukar sekali bisa lepas dari cengkraman-Nya Lucky.
Nampak Guru itu malah mengekspresikan wajah tersenyum menatap liar kepada Kira. Ketakutan dahsyat sekali mengguncangi, tak lama juga ucapan seseorang kembali melintas dipikirin Kira. Ia menarik napas dalam-dalam agar tidak terlihat kacau tidak gelisah dihadapan-Nya, dan kali ini mencoba berkata dengan perlahan.
__ADS_1
" Tidak bukan begitu maksud saya pak... euu... Maaf sekali pak, sungguh minta maaf. S..saya sudah... mempunyai rencana sebelumnya. Mohon maaf sekali tidak bisa menerima. " gagap Kira engap-engap mengungkapkan serta menundukkan kepala.
" He itu tidak sopan?! Anjuran apapun yang diberikan seorang guru tidak boleh ditolak! Wah bagaimana bisa kamu langsung bertindak begitu? Orang tua manapun akan kecewa melihat sikap buruk ini. Tidak tahu? " pintas omongan-Nya juga megap-megap, berkeringat banyak.
Kira terdiam hilang arah harus berkata apa lagi untuk menghadapi. Lalu, Lucky berjalan mendekat lagi, sontak Kira melihat ke arahnya dengan tatapan penuh ketakutan, gelisah resah tak keruan. Tapi ia pun memutuskan diam bertujuan agar berjalan dengan positif. Lucky memegang bahu, Kira tutup mata dihantam kepanikan.
" saya minta maaf. " kata Lucky dengan lirih.
Seketika juga Kira kejut langsung membuka kembali matanya menatap lurus tidak melihat ke arah mata Lucky.
" saya tahu itu, saya sangat mengerti. Saya juga sangat menyesal sekali tidak langsung mengajakmu tidur saja diwaktu malam itu. Arrgghh! Aku memang bebal! Wanita mana yang merasa tidak akan marah jika diperlakukan begitu. Sungguh! waktu itu aku langsung tercengang ketika melihat paras wajahmu ini. Aku juga merasa kesal dengan diri sendiri. Biarkan aku untuk memulai pada malam ini saja? Beri satu kesempatan, memohon! Aku akan merawatmu. " ungkapnya tersenyum mengkerut wajah bentuk dari manja menggoda sembari memegang mengelus-elus kedua pipi Kira.
Seketika juga perkataan juga perlakuannya disangkal oleh Kira.
" Tunggu, apa?! " kejut, kurang mengerti.
Kemudian Lucky bertingkah menjadi-jadi, ia malah mengulang kembali perbuatan yang tadi dilakukan sebelumnya. Menggerakkan bagian pinggul depan maju mundur hingga terus berdempetan dengan milik Kira.
__ADS_1
" Ah... Aku sangat senang sekali, sulit dipercaya kita dipertemukan kembali bukan? " ungkapnya lagi.
" Tunggu, apa ini?! Berhenti! " tolak Kira pelan merengek.