
" Kami benar-benar mohon maaf bang, tolong maafkan dia. " ungkap salah satu dari mereka.
Tak ada sahutan dari Lucky, ia malah menatap dingin terhadap mereka.
" tetapi... apapun itu, dengan alasan apa bang Lucky menghajar-Nya? " tanyanya.
Lucky masih nampak berdiam di tempat, tak lama juga kemudian ia pun berjalan perlahan ke arah kiri dan membungkuk, tangan terlihat seperti meraih sesuatu barang yang tergeletak di lantai. Lalu berjalan lagi menghampiri sekawanan pemuda itu dan langsung memperlihatkan sesuatu benda kecil yang berada di telunjuk tangannya. Setelah melihat sontak mereka semua pun terkejut-kejut, lalu malah spontan menyerang temannya tersebut.
" si bodoh ini! Hey ada apa denganmu hah!? Jika kau tertarik menjalin hubungan dengan-Nya, kau bisa gunakan dengan cara efisien bodoh! Untuk apa kau berniat meletakkan fentanil itu kepada wanita ini hah?! " hardiknya.
Seketika si laki-laki malah diam tak berkutik sedikit pun.
" he!! Jelaskan padanya keparat!! Sialan kau! Bicara cepat goblok!! " makian-Nya mendesak.
Akhirnya dia buka mulut sebab tekanan yang mendorongnya.
" A-aku hanya ingin bermain-main dengannya, sepertinya sangat menyenangkan jika bisa melakukan... " penjelasan-Nya sigap di potong serta menyerang langsung.
" Dasar babi!! " ketusnya marah besar seraya memukul wajah orang tersebut dengan sangat keras.
" Buk! " meninju.
" Akh!! " rintihnya.
" Bajingan ini!! Sialan kau!! Dasar keparat!! " cacinya sambil menendang memukul menyerang habis-habisan dengan menggunakan kaki juga tangan.
Nampak rekan-rekan malah hanya berefleks diam saja melihat temannya bergaduh parah begitu, serta menunjukkan ekspresi wajah yang sama tertawa kecil seperti tengah melihat sebuah tontonan seru bagi mereka. Tiba-tiba,
" Syuut... " Lucky mengangkat satu kakinya lalu langsung menendang bagian sisi salah satu dari mereka.
" Buk! " menendang kencang.
" Bebal. " ucap Lucky beriringan.
Hasil pun, mereka semua ikut tertubruk bertimpaan oleh orang yang di dorong Lucky pada awalnya.
" Brak... Bruk... " jatuh bertabrakan dengan meja dan benda lainnya yang ada di belakang mereka.
" Akh! Aw... aw!! Akh!! " mengerang.
Hal itu pun mampu memberhentikan perkelahian diantara mereka berdua.
" Arrgghh!! Ada apa denganmu hah! Kenapa kau! " bertanya mengheran kepada temannya sendiri.
" Tidak bukan aku yang melakukan! " sangkalnya.
Sontak langsung mendongakkan kepala dan mellihat ke arah Lucky.
" Bodoh. " kata Lucky tersenyum.
" pergi dari tempat ini, kalian sungguh telah mengotori-Nya, arrghh... tidakkah rasa peduli hadir di dalam diri masing-masing? Jangan sampai aku membalikkan semua perbuatan kau! kau! kau! kau! kau! kau! Juga... yang diantara kalian yang merasa tidak ikut bertingkah menggunakan tangan pun akan tetap Ku-beri paham. " ancang-ancang Lucky mengusir.
__ADS_1
Seketika mereka semua berdiri dari lantai dengan perlahan, lalu berkumpul di hadapan Lucky kemudian menundukkan kepala masing-masing serta berucap.
" Bebaskan kami. "
" Pergilah. " jawab Lucky.
Mereka semua pun akhirnya bergerak keluar dari resto. Kira yang daritadi menyaksikan peristiwa tersebut jelas saja tercengang-cengang terperanjat sangat, beriringan rasa takut juga hadir di dalam benaknya.
" ini. " ulur Lucky memberikan makanan yang dipesan tadi kepada Kira.
Kira linglung sebab masih syok dengana apa yang telah terjadi baru saja.
" ambilah, bukankah tadi kau mengatakan bahwa harus secepatnya sampai di rumah, pesanan-Nya sudah jadi. " ujarnya lagi.
" O-oh!! Oh iya maafkan saya pak, t-terima kasih maaf merepotkan. " sahut Kira sembari menerima.
" Oh tentu saja tidak, justru aku yang seharusnya minta maaf karena telah merusak makan malam-Mu, benar begitu? Karena-Nya waktumu jadi terbuang sia-sia. " jawab Lucky.
Kira terdiam.
" cepatlah pergi, seseorang pasti tengah menunggu-Mu saat ini bukan? " olok-oloknya.
Masih tak ada tanggapan dari Kira.
" ada apa? " Lucky bingung.
Lalu Kira pun mengangguk-anggukan kepala bentuk respons-Nya tadi.
" Saya permisi, sekali lagi terima kasih banyak. " ungkap-Nya lekas keluar dari resto.
" Apa ini? Mengapa bisa? Ahh tidak! bagaimana? Kenapa dia membatalkan pesanan-Ku? Aduh aku harus berbuat apa? " panik.
Kira terus menerus menggulir dan menggulirkan layar ponsel untuk mencari taksi yang masih bersedia mengantar.
" sepertinya tidak ada yang bisa membantu, aplikasi apa ini? Dia mengatakan bahwa pelayanan terjaga sampai 24 jam, lalu sekarang ini? " mendongkol.
Kira keresahan akan kondisinya kini, ia gelisah berpikir keras apa yang harus dilakukan olehnya. Tak lama kemudian ia teringat sesuatu seperti melihat kumpulan para ojek di suatu tempat saat di perjalanan menuju resto tadi.
" dimana aku melihatnya? Apa aku coba berjalan maju lagi untuk memastikan kembali? "
Kira memutuskan untuk pergi bergerak sesuai dengan yang ia pikirkan.
......................
" Vroom! Vroom...! " suara motor mengegas ditahan.
" Vroom....!!! " motor ngebut.
Lalu,
" Brak! " menabrak, tertabrak.
__ADS_1
Setelah kejadian itu sudah berlaku, kendaraan tersebut langsung berhenti pas di tempat lalu menoleh ke arah korban sembari masih menaiki motor, serta berkata.
" Aaarrggh anak nakal. "
Mengejutkan ia malah meninggalkan orang yang ditabrak-Nya dan berputar balik.
" Vroom! " melanjutkan perjalanan.
Hendak pergi, niatnya terhenti karena melihat seseorang. Siapa duga ada satu wanita yang daritadi ternyata sedang menyaksikan tragedi yang telah dilakukan si pengendara itu, sontak saja ia terperanjat sekali. Dan orang yang tengah berdiri di arah depan motornya tersebut tak lain ialah Kira tertegun, mereka berdua saling mempaku di tempat. Kira sigap lari dengan cepat begitu pun juga laki-laki itu ikut mengejar. Kira mengecoh kejaran si pengendara tersebut, lari berbelok-belok.
Meski begitu, siapa yang menyangka semakin lama melarikan diri darinya entah darimana para pengendara motor makin banyak dan malah ikut mengejar kaburan Kira. Jelas saja ia terkejut-kejut panik tak karuan, juga keringat dingin ikut membasahi dirinya.
Kira tidak bisa lagi menghindar dari kejaran mereka meski pada akhirnya kecepatan berlari Kira bukanlah tandingan si pengendara bermotor, akan tetapi ia tak mengeluh terlihat masih saja berusaha tetap bergerak maju walau rasa lelah letih menghantam dirinya, tetapi itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba.
" Bruk! " tertabrak.
Siapa sangka ternyata ada satu motor yang mencegatnya di arah depan jalan Kira sedang berlari, dan hasil pun ia terpental lantaran saking kencang-Nya tabrakan tersebut.
" Akh... " erang terakhir Kira.
" Vroom... Vroom... Vroom... " suara motor, mereka berdatangan.
Pengendara yang menabrak Kira tadi turun dan berjalan perlahan menghampiri Kira.
" Maaf... " olok-oloknya.
" kamu baik-baik saja, 'kan? Oh tidak... bodoh sekali diriku... hey hey brengsek kalian semua, lihat apa yang telah terjadi karena ulah kalian! Ayolah jangan membuat seorang wanita ketakutan begitu, kalian membuat-Nya terlalu panik... perempuan adalah harta termahal disini, jadi berperilaku adil dan lembut kepadanya, tentu bisa? Mengerti? " ejek-Nya lagi terhadap Kira.
Dia merunduk jongkok untuk berhadapan dengan Kira, lalu mengelus-elus rambut-Nya.
" ada yang terluka? "
Tak ada sahutan.
" maaf... " ucap-Nya mempermainkan lagi.
" Hiks... hiks... " isak Kira.
" Eh?? " heran laki-laki tersebut merasa geli hati.
Sontak hal itu menjadi bahan tawaan segerombolan orang disana yang berada di sekeliling Kira.
" Ha ha ha... ha ha ha!!! " gelakak mereka bersamaan.
" He! He... sudahlah tidak baik menertawakan orang yang sedang berduka hati, terlebih lagi jika seseorang itu tengah menangis sampai terisak-isak, benar bukan? " olok-Nya lagi.
" hey aku sangat mengerti perasaanmu sekarang, jadi... mari kita obati luka yang ada di... bagian tubuhmu ini? Aku akan dengan girang hati terbuka melakukannya. " ajakan laki-laki itu tersengih konyol.
" Ha... ha... " gelak mereka.
__ADS_1
Nampak masih tak ada sahutan dari Kira.
" Hey diamlah, berikan dia kesempatan untuk bercakap, ada apa dengan sungut kalian ini sebetulnya hah? " pintanya mengolok-olok Kira.