
Nampak mereka berdua memang sungguh-sungguh sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Selama jam pemahaman, nyata tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka.
" Tidak ada sama sekali yang ingin kamu tanyakan padaku? Wah... Rupanya cukup mahir juga ya mengendalikan ilmu yang sekarang-sekarang ini? " pukau Lucky sedikit menyindir.
" T-tidak. Hehe, tentu bukanlah begitu secara rincinya. Um... Saya juga sedang berusaha untuk memahaminya, jika nanti ada kesulitan saya... Akan meminta bantuan kepada bapak. " jawab Kira tersengeh.
" Baiklah. Sangat ditunggu. " ujarnya.
Kembali memusatkan diri masing-masing. Tak lama, Kira terhenti bergerak lalu menengok ke arah Lucky. Guru itu yang tampak juga sedang serius, sontak ikut teralihkan.
" ada apa? Ingin bertanya? " tanyanya.
" Um... Pak Lucky. Ujian besok pelajaran apa? Karena sepertinya akan ada perubahan setelah apa yang telah terjadi sebelumnya. " tutur Kira.
__ADS_1
" Um... Benar juga, bahkan aku pun sampai lengah begitu tidak terpikir hingga kesana. Setidaknya banyak belajar kita disini itu, pemulihan yang tepat untuk daya ingat ujian tiba nanti. " merasanya.
" tidak ada kabar mengenai hal itu. Tapi tunggu sebentar, aku ingin mengecek ponsel ini lebih dulu. " ujar Lucky seraya mengeluarkan telepon genggamnya.
Setelah melihat-lihat, ia pun memberitahukan.
" Kimia, biologi, bahasa indonesia. Dan untuk lusa matematika, fisika, juga bahasa inggris. " bebernya.
" Biologi, bahasa inggris ya... " ucap pelan Kira wajah tampak agak frustrasi.
" langsung dipertemukan tanpa pemanasan. " gumam Kira merenung.
" Kira? " seru Lucky.
" Eu, Iya? " tersadar.
__ADS_1
" Ingin belajar sesuatu lagi dariku? " tawarannya.
" Jika saja, aku lebih awal meminta bantuan kepada Pak Lucky. Bagaimana ini? Benarkah aku bisa? " batin Kira bimbang.
" Tidak perlu khawatir. Sebenarnya, niat aku disini tujuan utama itu adalah, ya... Menjadi seorang Guru untukmu haha... Lucu sekali, 'kan? " kelakarnya tertawa.
Kira yang tengah serius di guncang kecemasan, tentu merasa tidak mengerti maksud dari ucapannya. Akan tetapi, ia tetap memberi tanggapan yang sesuai. Setelah tawa itu selesai, ia menarik napas terus membuangnya bentuk rasa lega.
" huh... Ya mau bagaimana lagi, karena perasaan kasih ini muncul untuk apa dibuang, rasa yang mahal tentu harus dilakukan sebaik-baiknya bukan? Itu yang dikatakan hidup katanya. Jangan gentar begitu, belum juga menghadapi. Lebih baik pusatkan diri saja ya... Itulah yang terpenting sekarang untuk kau dapati. " anjuran Lucky.
Setelah cukup banyak hal yang terjadi, nampak Guru tersebut memang benar nyata memberikan pemahaman terhadap Kira. Melihat kesungguhan yang ditunjukkan Lucky, sontak itu menjadi magnet ambisi Kira, lebih dan lebih bergairah untuk belajar. Bukan hanya itu, Kira sekian lama berdiam di tempat sana, kini baru tersadar ternyata lumayan banyak orang yang juga hadir sibuk sendiri-sendiri memerhatikan buku mereka masing-masing. Cukup terperanjat Kira memandang, kemudian pun bertanya-tanya kepada Lucky.
" Pak Lucky, mereka? " cengangnya.
" Selama ujian akhir belum usai, setiap perpustakaan di kota ini akan terbuka selama 24 jam. " sahutnya.
__ADS_1
" jadi, untuk kau ambil saat ini jangan mau kalah juga dari mereka itulah ya... " tarik Lucky menaikkan semangat Kira.
Tambah bertingkat-tingkatlah hasratnya.