BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Kesukaran Hopes


__ADS_3

" Sudah tentu mereka harus lebih dan lebih dan lebih dan lebih banyak belajar dari biasanya. "


Saat itu juga Kira membeku merasa aneh bingung terhadap Jio.


" ada apa? Tidak percaya? Mengapa kau memasang wajah begitu?! Inilah faktanya. " ujar Jio agak kesal.


" Apakah mereka semua tidak melakukan belajar sebelumnya? " sindir Kira.


" Bukan begitu maksud-Ku. Mereka wajib memiliki guru privat yang bertingkat s 10. Disitulah kesempatan emas terjamin adanya dapat dimiliki. Perlu kau ingat juga, mustahil untuk bisa bertemu dengan beliau, karena Pak Wil sudah tiada. Hanya itu satu-satunya harapan yang mereka mungkin punya. " Jio menjelaskan.


......................



Kira merenungi buku-bukunya sambil bertepekur.


" Situasi macam apa sekarang? Mengapa bisa begini? " termangu.


" Tak-tak, tak-tak... " suara detikan jam terdengar jelas di dalam kesunyian kamar Kira.


" Aku tidak menduga ini malah menjadi membrutal menyulitkan, dengan jutaan serangannya yang datang tanpa disangka begini. " lanjut keluh kesah Kira dalam hati.


" jika mereka menyediakan kesempatan, tetapi mengapa malah emas tumbang yang mereka beri kepada kami? Benar-benar dibuat sengaja atau bagaimana ini sebetulnya? " bingung gelisah Kira.


" kenapa dengan mereka itu ya!? " lanjut geramnya.

__ADS_1


Triring-triring... ponsel Kira mengeluarkan bunyi 2 kali.


Sigap ia pun menoleh langsung memeriksa.



" Kira Kira! Pergi ke klub malam ayok! Sekarang aku sedang di rumah Xie, kita pergi bersama-sama! " tulisnya dalam pesan pribadi.


" aku juga mengajak Xie! Sepertinya akan sangat seru pergi bertiga! " lanjutnya.


" Benar tidak bertanya dulu ya? Aneh sekali rupanya. Waktu tadi, teman dari Sundry juga tak menanyakan sama sekali bahwa aku ini sebetulnya lulus atau tidak. " ganjil Kira.


Nampak ia mempaku diam menatap ponselnya. Kemudian, mulai memainkan dengan agak serius. Menggulir dan menggulir.


" Guru privat tingkat s-10 di kota suciko. " tulis Kira di kolom pencarian ponsel.


Tap...


Kira terhenti di sebuah halaman.


" Mr. Arata? " bacanya.


" siapa dia? " terbingung-bingung.


Alhasil rasa ingin tahu serta kelisah ikut menyerta, tak lupa dengan jantung juga terus berdetak kencang di dada Kira.

__ADS_1


Tap...


Melanjutkan penelusuran lebih dalam. Mata terhenti bergerak, tubuh membeku serta wajah mengkerut saking terkejut-kejutnya melihat hasil pencarian ponsel tersebut.




Triring-triring... ponsel bersuara 2 kali.


" Oh tidak bisa ya? Um... Yasudah tidak apa-apa. " ucapnya dalam tulis obrolan.


" Kira! Bagaimana jika besok kita pergi ke sekolah? Bersama? Tidak masalah, itu juga kalo kamu ingin... " imbuhnya.


" Pergi ke sekolah? " Kira mengkerut.


" punya rencana apa memang " balas Kira dalam ponsel.


" Hehe... Bukan apa-apa, hanya sepertinya sedikit membuatku tertarik melihat mereka yang belum berhasil lulus di tahun sekarang ini hehe... Bukankah itu juga menjadikanmu terpikat ingin menonton bersama? " papar Vanya.


Sontak Kira pun bingung juga merasa bertanya-tanya.


" Memang besok sekolah masih berlanjut? Maksudnya bagaimana? Tertarik melihat mereka yang tidak lulus? T-tunggu, aku sama sekali tidak mengerti maksudmu itu apa? "


" Hah? Haha... Hey kamu kenapa Kira? Bolos memerhatikan ya rupanya?? Haha... Tidak mendengar sama sekali pidato yang Pak Lucky itu sampaikan selepas pembagian kelulusan tadi ya? " olok-olok Vanya tergelak.

__ADS_1


" jadi begini, izinkan aku mengulanginya. Tadi Pak Lucky memberitahukan, diantara para siswa-siswi yang tidak lulus diperintahkan untuk datang dikeesokan harinya. Aku juga tidak tahu mereka akan diperlakukan apa, tapi pasti sepertinya sedikit membuatku tertarik untuk melihat. Umm... Lebih tepatnya, benar-benar penasaran tinggi tingkat tower! Bagaimana? Ingin pergi atau tidak? " beber Vanya.


__ADS_2