
" B...baik Tuan, secepatnya saya kembali. " ujar pelayan gesit berlari.
Kira seketika saja langsung beranjak berdiri, sontak sikapnya menjadi pusat perhatian sepasang rekan Lucky begitu pun juga pria itu.
" Benar-benar minta maaf dan akan sangat menyesal setelah mengatakan ini, tapi saya tidak bisa melanjutkan sebab mempunyai urusan tergesa-gesa sekali. Saya permisi, mohon maafkan saya. " pamit Kira tangkas pergi.
Seketika Lucky juga yang lainnya ikut berdiri, dan jelas terkejut-kejut melihat perilaku yang diberikan oleh Kira.
" Srek... srek... " berjalan.
Ditengah perjalanan pulang menuju rumahnya, mendabak seseorang menarik tangan Kira hingga jatuh kepelukannya.
" Puk... " berpelukan.
" Uh! " kejut Kira.
Lontaran kata keluar diiringi helaan napas berat, sehingga detukan jantung orang itu terasa jelas didada Kira.
" Apa yang kau lakukan hah? Apa yang sedang kau lakukan hah!? Mencoba untuk masuk ke dalam jurang? Tidak boleh begitu, tempatnya terlalu dalam untuk disinggahi, boleh saja jika kamu bisa kembali lagi ke atas, bagaimana jika tidak? Bagaimana terperangkap disana selamanya? " ucap kerasnya sedikit membentak.
Setelah mendengar nada bicara ketika bertingkah seperti itu, dan menghirup aroma parfum orang tersebut, nyata Kira tak merasa asing lagi.
" T...tunggu, Xie? Tunggu! Lepas! " kecam Kira seraya mendorong kuat.
" sudah Ku-duga itu benar dirimu. Tunggu, sebenarnya ada apa dengan sikapmu akhir-akhir ini, mengapa kamu bertingkah seolah-olah kita mempunyai hubungan dekat sekali, aku bahkan terbilang cukup baru menerima pertemanan darimu. " celetuk Kira mengkerut keheranan.
__ADS_1
" Mengapa kata-katamu selalu menyakitkan. " ucap Xie dingin.
Sontak ia merasa malu sendiri tidak nyaman hati.
" aku bisa mengerti ungkapanmu sebenarnya. Lalu... bagaimana jika kita menjalin hubungan lebih akrab mulai dari sekarang? Juga... sebelumnya aku sempat menawarkan sesuatu hal yang sama seperti ini bukan? " lanjut ucap Xie.
" Mengapa harus aku lakukan? " olok-olok Kira tidak senang hati.
" Tentu saja, itu hal lumrah dilakukan. Ada apa memangnya? " tanya Xie.
" O..oh begitu? " gagap Kira terkejut.
Merasa Kira tidak boleh terlihat berbeda dari kehidupan orang-orang disana pada umumnya, iapun menerima ajakan dari Xie.
Mereka memutuskan pergi bersama mencari tempat yang bagus untuk bersinggah.
" Baju yang bagus untuk dikenakan, sangat membuat orang terangsang melihatnya. " ujar Xie mengejek.
Sontak ucapannya membuat Kira menoleh langsung ke arah Xie bentuk rasa terperanjat, ia menatap dengan sebal dan risi terhadap Xie, lekas membuang pandangan mata kembali.
Tiba ditempat, sesuai dengan keinginan mereka duduk ditempat yang sudah disediakan.
" Pelayan! " panggil Xie.
Datanglah seorang pesuruh dengan mendekap buku menu menghampiri mereka.
__ADS_1
" Mohon maaf, ingin memesan apa mas, mbak? " tanya pelayan tersebut.
" 2 botol Lambrusco wine minum disini " Xie memesan.
Usai pelayan itu pergi, entah sebab apa Xie malah menatap terus ke arah Kira, merasa terganggu pun Kira menolehkan muka serta menunjukkan ekspresi wajah tidak suka. Tak lama kemudian ia angkat bicara.
" Jadi... apa yang ingin kamu sampaikan sebetulnya? " tanya Kira.
" Oh! Kamu sungguh bertanya tentang hal itu? " kejut Xie tersadar.
Kira tak menyahur hanya diam.
" Euuu... Tunggulah, minumannya belum tiba. Kita berbincang perlu juga dengan menikmati sebuah minuman, itu akan sangat bagus " ujar Xie tetap berwajah datar.
Tak lama pesanan pun datang.
" ini untukmu. " ucap Xie sembari meletakkan wine tersebut didekat Kira.
Xie mulai meminum.
Melihat tanggapan yang Kira tunjukkan sontak membuat Xie keheranan sebab ia tak ikut menikmati hidangan yang telah Xie siapkan.
" mengapa? Oh, aku minta maaf. Apakah kamu tidak menyukai Lambrusco wine? " duga Xie.
" Oh tidak bukan itu, saat ini aku sedang tidak ingin minum. Katakan, aku menunggu daritadi. " celetuknya.
__ADS_1
" Oh. " sahut Xie kecewa hati.
Kira menunggu jawaban yang seharusnya berguna baginya tapi Xie malah terdiam, terlebih ia malah menikmati keras terhadap minumannya.