
Cukup lama tertegun diam ditempat setelah kepergian laki-laki itu Kira berdiri dan berjalan menuju ranjangnya lalu duduk. Ia malah lanjut merenung. Tiba-tiba ponsel berdering, Kira tersadar kemudian lekas melihat.
" Pang Xie Chu? " kejut Kira.
Ia tak menjawab panggilan tersebut tapi malah terus menatap layar ponselnya hingga akhir pun berhenti. Tak lama kemudian,
" Triring... " bunyi pemberitahuan dari telepon.
Xie langsung mengirimkan sebuah pesan chat, lalu Kira memeriksa.
" Hey, apa kamu masih di luar kota? Tidak akan masuk lagi hari ini? " tulisnya dalam handphone.
" Luar kota? Oh... apakah June Sin memberikan alasan itu untuk ketidakhadiran-Nya aku kemarin hari? Lantas, June Sin dimana sekarang? Oh aku belum memeriksanya pagi ini, apakah dia ada di dalam kamarnya? " batin Kira.
Lekas ia berdiri dan berlari keluar pintu ruangan menghampiri kamar June Sin.
" Kreeek... " pintu dibuka.
Menengok kesana kemari, June Sin nyata tidak ada.
" Apakah dia sudah pergi ke sekolah lebih dahulu? " pikirnya.
Kira menoleh ke arah jam yang berada di dalam kamar tersebut.
" sudah pukul 7 lebih! Apa mungkin selepas usai kerja ia langsung berangkat? " menungnya lagi.
Tak berlama-lama Kira pun bergegas cepat bersiap, karena nampak waktu sudah tidak bisa di ambil tenang Kira memutuskan untuk hanya berganti berpakaian dan sigap pergi.
" Wushh.... tap, tap, tap! " berlari cepat di lorong sekolah.
Tiba-tiba,
" Bruk!! " tabrakan, menabrak.
" Uhk!! " erang Kira spontan serta terkejut.
" akh... e-euu... maaf aku tidak sengaja, kamu tidak apa-apa? " gagap Kira sigap membantu orang yang ditubruk-Nya.
__ADS_1
Setelah memberdirikan orang itu keruan ia terkejut-kejut.
" eh? P-pak Lucky? " cengang Kira.
" Kira? " panggil Lucky juga sedikit terperanjat.
" E-euhh... M-mohon maafkan saya pak, saya sungguh tidak sengaja, sangat minta maaf. " ungkapnya sembari menundukkan kepala.
" Oh tidak tidak! Tidak mengapa, kau baik-baik saja? " tutur Lucky.
" I-iya, saya tidak apa-apa. " jawab Kira.
Mendadak seseorang datang dan langsung mengambil sesuatu barang yang tergeletak di atas lantai lalu menghampiri Lucky.
" Pak, semuanya basah. " ujarnya.
Seketika Kira juga Lucky spontan menoleh.
" Oh tidak benarkah? Ah... benar, aku baru menyadarinya. " kecewa-Nya.
" E-euu... b-bagaimana jika saya yang menyalin ulang? " ucap langsung orang itu menggugup.
Awalnya Kira mendiam sejenang, kemudian ia pun paham dan menganggukkan kepalanya bentuk setuju.
" filenya nanti akan saya kirim lewat email, hubungi saya jika mengalami gangguan atau kesulitan. " tutur Lucky seraya mengeluarkan ponsel.
" ayo bertukar nomor telepon juga beritahu nama emailmu. " perintah Lucky.
Sigap Kira pun menyerahkannya.
" baik, segera cepat selesaikan ya saya mempercayai kamu. " kata Lucky lagi beranjak berjalan.
" oh iya, sebelumnya terima kasih untukmu Silent Kana saya terhormat sekali. " imbuhnya tersenyum.
" E-euu... iya pak, tentu bukan masalah saya sangat senang. " sahutnya tersengeh.
Guru itu pun pergi.
__ADS_1
" e-euh maaf, apakah kamu sungguh bisa menyelesaikannya? Perlu bantuan seseorang? " celetuk Silent canggung.
" O-oh! E-euu... biar aku mencobanya lebih dulu, terima kasih banyak sebelumnya. " tolak Kira tersenyum langsung pergi.
Kira masuk ke lab komputer dan mengeluarkan ponselnya.
" oh! sudah dikirim ternyata. " kata Kira.
Tak berlama-lama ia langsung bergerak mengerjakan. Tidak membutuhkan waktu luas Kira ternyata mampu mudah membereskan-Nya.
" Kreeek! " suara pintu dibuka.
Siapa duga Lucky ternyata hadir menyusul Kira.
" Bagaimana? Ada masalah? " tanyanya sembari berjalan menghampiri.
Spontan Kira langsung berdiri dari duduknya dan menjawab.
" E-euh... Iya pak sepertinya sudah bisa terselesaikan. "
" Bagus sekali, boleh saya lihat hasil cetakan-Nya? " tanyanya lagi seraya menghamparkan tangan.
" Hah?? oh! s-saya belum mereproduksi tulisannya e-euu saya lakukan segera. " rusuh panik Kira.
" Tunggu tunggu! " tahan Lucky.
Kira menoleh.
" ah tidak... kamu salah menaruh gaya tulisan di berkas ini, tentu bukanlah begini cara menetapkannya apakah kamu tidak tahu sama sekali? apa kamu berpikir semua tulisan ini untuk soal pertanyaan ujian nanti? Argh... mohon menepi lebih dahulu. " kesal hati Lucky kecewa kembali.
__ADS_1