BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 34


__ADS_3

Keruan sangat Kira terkejut dan baru tersadar, ternyata ia belum sempat memikirkan perihal ujaran Lucky tadi sebelumnya.


" Bagaimana ini? Mengapa bisa aku melupakan masalah sepenting itu. Celaka! Tidak bisa begini. Langkah baik apa yang harus aku perbuat. " gelisah resah.


" aku tidak tahu situasi June Sin sekarang sedang apa, akan sangat takut menghubunginya jika masih di jam kerja. Bagaimana? Tapi hal ini juga sangat penting diketahui olehnya, berbahaya tingkat tinggi jika bertindak seorang diri. " imbuh-Nya berusaha


Lama menimbang-nimbang, alhasil pun ia memutuskan untuk menelpon.


" Tuut... tuut... " suara memanggil.


Tak lama langsung dijawab.


" Halo, selamat malam. Mohon maaf dengan siapa saya berbicara? " tanya orang didalam ponsel.


setelah mendengar suara cakap orang tersebut, sontak terkejut juga sedikit kebingungan sebab, bukanlah dia yang seharusnya mengangkat panggilan darinya. Kira mengerti dan langsung menutup telepon. Lama bermenung-menung, iapun berjalan menuju ruang belakang. Membuka tempat pencuci pakaian ia mengambil rok yang dikenakan tadi, lalu mengodok saku dan mengambil sesuatu barang yang tak lain yang diberikan Lucky sebelumnya. Ternyata benda itu berbentuk sebuah kartu undangan dengan selembar kertas menempel, disitu juga terdapat alamat sesuai yang dikatakan Lucky tadi. Sebab tidak terlalu mengetahui banyak tempat ia berpikir sejenak, lalu mengecek diponselnya tentang keberadaan tempat tersebut.


" eh lokasinya menunjukan lumayan dekat dari sini. Tapi, sepertinya aku belum pernah berkunjung ke tempat ini. " ucap Kira.


Tak lama kemudian ia mengecek kertasnya juga.

__ADS_1


" Sebelum jam 9 malam mataku sudah harus melihatmu ditempat ini. " peringatnya dalam bentuk tulisan.


Kira spontan langsung melihat ke arah jam di dinding, saat ini waktu sudah menginjak pukul 19:57 malam.


Seketika Kira merasa kesal frustrasi dengan kondisinya sekarang, tak lama juga ia tersedu-sedu tiba-tiba akan tunjuknya perasaan yang ia rasakan saat ini. Ia menyandar ditembok, perlahan turun dari berdiri hingga ke posisi duduk ia bersedih hati.


" Hiks... hiks... ha... " sedu-sedan.


" Aku berharap sebelum datangnya  waktu bertemu dengan pria itu, mohon untuk diambil nyawaku saja. " gumam-Nya dihati kecil.


Sekonyong-konyong


Sontak Kira terperanjat sangat dan lekas berdiri dari duduknya.


" Ada apa itu? " syok agak takut.


Waktu menunjukkan pukul 21:09 malam. Kebisingan ramai orang terdengar jelas sekali di gedung bar itu.


" Lu, dimana pasanganmu hah? Haha... batas waktu sudah lewat daritadi. Ahh sepertinya dia mempermainkan-Mu bukan? " cemooh rekan Lucky yang berada dihadapan-Nya.

__ADS_1


" Tidak usah mengeluarkan tawaan, bertanya ya bertanya saja. " celetuk pasangan rekan tersebut.


" Lu, apa kau sudah mencoba menghubunginya? Siapa tahu saat ini sebenarnya dia sedang membutuhkan bantuan darimu atau tanya saja apa yang membuatnya terlambat sangat? " lanjut ucapnya.


Terlihat daritadi Lucky hanya menampilkan wajah mempaku serta muram, seperti tengah menahan kegusaran yang besar. 


Mendadak mata Lucky teralihkan ke seorang perempuan yang tengah berjalan diluar bar dengan mengenakan seragam sekolah SMA, ia langsung berdiri dari duduknya dan berlari keluar gedung menghampiri wanita. Sampainya ditempat tujuan, ia langsung menarik lengannya dengan kasar untuk melihat wajah dari orang tersebut.


" Akh! Kena... " erang wanita itu terhenti.


" Kau! " menyeringai.


Dugaan Lucky tidak salah, memang benar ternyata si wanita adalah Kira.


" kemana? Berniat pergi? " semburnya.


" Mohon maaf sekali pak, saya sama sekali tidak menentang undangan dari bapak, dengan senang hati saya menerima. Saya tidak diperbolehkan masuk oleh orang-orang disana, merasa tidak enak hatipun saya hendak kembali saja. Sempat berniat memberitahu pak Lucky tapi siapa duga ternyata saya tidak memiliki nomor ponsel bapak. " alasannya.


Seketika Lucky merasa geli hati dengan curahan yang didengar-Nya.

__ADS_1


" Haha... benarkah? Aku tidak tahu disini siapa yang salah, tapi ini sungguh-sungguh mengapa bisa kamu berbuat sebodoh itu hah? " ujarnya.


__ADS_2