BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Dimana June Sin #2


__ADS_3

" Kreeek... " suara pintu di buka.


Kira masuk ke dalam rumah. Berdiri diam mata menoleh kesana kemari. Nampak ruangan di sekelilingnya sedikit gelap. Berjalan menuju kamar June Sin untuk melihat keberadaannya.


" Kreeek... " Kira membuka pintu.


" Mustahil " syoknya menggelisah resah.


Menutup pintu kembali. Berjalan dan terus melangkahkan kaki dengan perasaan lesu hati. Bergerak untuk menutupi tirai jendela, saat ingin menggeser kain penutup jendela ia tertegun.



" Hari sudah senja, dimana sebenarnya dia? Ini benar-benar aneh, sulit sekali untuk bisa Ku-pahami. " gumamnya seraya melihat pemandangan luar dari layar kaca jendela serta memegang gorden.


" apakah yang dikatakan Kak Mey itu benar atau bagaimana? Dimana dia? Kemana sebetulnya kamu pergi? " bingung khawatir.


Kira memikirkan kembali ucapan dari Mey.


" June Sin jatuh dari tangga sampai menyebabkan luka serius, hingga untuk berjalan pun dia tidak mampu. "


" Akankah berbahaya jika aku bertanya-tanya lebih kepada Kak Mey mengenai June Sin? " tepekurnya.


Ia mengingat perkataan-perkataan dari Xie juga Lucky sebelumnya.


" apakah mereka berdua sungguh-sungguh sudah tahu tentang hubungan kami sebenarnya? "

__ADS_1


" tidak salah lagi, cakapan dari mereka betul-betul mengarah kepada June Sin. Berarti memang benar telah diketahui. " batin Kira mericau dalam hati.


" jadi bagaimana, tidak ada kejadian apapun itu yang menimpaku dari awal ketahuan, sepertinya semua berjalan biasa-biasa saja. " pikirnya lagi.


Kira mendiam bermenung-menung.


" jadi sekarang, apa yang akan terjadi jika aku benar-benar bertanya kepada salah satunya? Pak Lucky? Xie? Kak Mey? Menurutku tidak akan terjadi masalah apapun, 'kan? Dan itu sudah terbukti jelas. " putusannya.


" justru akan menjadi bencana jika aku hanya diam seperti ini saja, sudah lewat 2 hari aku tidak tahu mengenai June Sin yang sebetulnya, aku sungguh-sungguh memerlukan penjelasan. " ucapnya.


Ia bersiap bergegas pergi keluar lagi. Menutup pintu utama rumah, Kira berlari cepat menuju kediaman Mey juga Xie yang keberadaannya tepat di samping rumah Kira.


Tibanya di depan pintu masuk, ia pun mengetuk.


Tak ada sahutan dari dalam. Diam sejenang, kemudian hendak mengetuk untuk yang kedua kalinya terhenti.


" Kreeek... " pintu terbuka.


Keluar seorang ibu rumah tangga menyambut Kira.


" Iya ada apa? "


" Apa dia PRT baru disini? Dari sejak kapan menyewa? Bukankah Kak Mey pernah mengatakan akan sangat merepotkan jika memiliki penolong bayaran? " gumam Kira.


" selamat malam, maaf mengganggu. U-um... Apakah Bu Mey ada? "

__ADS_1


" Oh... Beliau sedang keluar rumah sekitar 1 jam yang lalu. Sepertinya sekarang berada di rumah... kalo tidak salah, Pak Ducky... " jelasnya.


" Pak Ducky? " bingung Kira.


" Pak Lucky? " tanya Kira lagi.


" Itu maksudnya. Kalo tuan muda sedang pergi dengan kekasihnya. Umm... Berkencan. " bebernya.


" Terlihat jujur sekali. Mungkin terlalu bocor. Akan sangat memilukan jika mempercayainya. " ucap Kira dalam hati geli hati serta tersenyum.


" terima kasih banyak... sekali lagi maaf mengganggu. Saya permisi. " pamitnya.


Kira beranjak pergi kembali ke rumahnya. Saat hendak masuk memegang gagang pintu lagi, tiba-tiba.


" Krucuk-krucuk... " perut Kira mengeluarkan bunyi.


" Ahh... Tidak, mengganggu sekali. " keluhnya.


" masak sendiri nyata rasanya sangat berbeda dengan hidangan yang biasa aku makan. " ucap Kira agak sedih hati.


" pergi keluar rumah pada hari ini tidak apa-apa, 'kan? Menakutkan jika kejadian waktu lalu terulang kembali. " tepekurnya.


" pukul berapa sekarang? " melihat jam tangannya.


" 6 sore lebih. Sepertinya tidak apa-apa, semua orang menggila di larut malam, 'kan? argh... Perut ini menyakitiku. " keluh kesah Kira lagi.

__ADS_1


__ADS_2