
Silence yang daritadi tengah anteng belajar, seketika goyah terkejut berdiri dari duduknya lekas berlari keluar dari perpustakaan.
...----------------...
Lucky yang usai mengantar murid-Nya tadi hanya tepekur mendalam seraya berjalan di lorong sekolah.
" Sepertinya aku terlalu terobsesi kepada gadis itu. Bagaimana bisa dia masuk akal bersekolah disini. Tempat waktu aku bertemu dengan dia malam itu, jarak sangat cukup jauh untuk bisa datang kemari. " gumam Lucky.
Lucky berjalan masuk ke dalam ruang guru, tiba-tiba
" eh!! " terkejut sangat.
Ia hampir tergelincir, sebab lantai tersebut masih basah.
" ahh... Sialan! Bagaimana jika aku terjatuh tadi. " ucap Lucky mendongkol.
Saat ia menilik lantai itu kembali, sontak terbelalak ekspresi kejutnya.
" apa ini?? "
Kemudian seorang guru yang ternyata adalah Mey, juga terlihat baru tiba di ruangan itu. Ia berdiri di belakang Lucky pun merasa kebingungan akan tingkah-Nya
" Ada apa Pak? Apa ada masalah? " bertanya.
Lucky menoleh ke belakang, lalu berkata
" Oh. Apa kabar? Siapa yang bertugas hari ini? Coba kau lihat lantai itu, begitu licin. Seperti tidak dicuci bersih kain pel-Nya. Lantai menjadi membusa. " ulasan Lucky langsung berjalan kembali menuju kursinya.
" Oh benarkah? " menilik ke bawah.
__ADS_1
" benar. Kira! " panggilnya.
Ia menoleh ke arah Ibu guru tersebut, dan perlahan menghampiri.
" Kira. Maaf sebelumnya tapi, bisakah kamu mencuci kembali kain pel-Nya? Tidak perlu pakai sabun lagi, gosok saja terus-menerus dengan air, lalu peras hingga sedikit saja menyisakan airnya. " lirih Mey menasihati.
Kira mengangguk dan berjalan pergi keluar ruangan untuk melakukan hal yang di perintahkan guru tersebut. Mey berjalan ke kursi ruangannya yang pas sekali bersebelahan dengan Lucky. Ia membuka pembicaraan
" selamat datang kembali Pak Lucky, senang sekali. Semangat untuk hari ini Pak! " sapa Mey tersenyum.
" Terima kasih. Kau tidak melihat pesan dariku? " sahut Lucky.
" Hah? Benarkah? " terkejut.
Mey yang mendengar omongan dari Lucky seketika langsung memeriksa ponselnya.
" Oh kau benar. Aku sungguh tidak mengetahui Lucky, dari kemarin hari... aku belum melihat pesan dari siapapun, karena akhir-akhir ini ada sesuatu hal yang tengah sedikit menganggu. Aku tidak bermaksud mendiamkan pesan darimu. Maaf. " ungkap Mey.
" ingin hiburan? " tawar-Nya.
Setelah mendengar omongan dari Lucky, sontak membuat-Nya geli hati.
" Hehe Pak dengar, kau itu baru masuk kembali ke sekolah, fokus pada hal yang saat ini tengah kau kerjakan bisa? Memangnya selama liburan waktu itu belum merasa dirimu puas? "
" Aku tidak membutuhkan hiburan. Jika kau mau atau sedang mencari seseorang untuk bisa membuatmu senang, bisa beritahu aku itu saja. " jawab Lucky.
" Baiklah baiklah, kau benar-benar sangat lucu. " gelakak Mey.
Usai menertawakan Lucky, ia bertanya lain hal kembali.
__ADS_1
" oh ya pak, hari ini pelajaran-Mu untuk anak-anak di kelas limit menulis bab atau olahraga? " tanya Mey.
" Cuaca di luar panas sekali, mungkin menulis untuk hari ini. " menjawab.
" Bukankah dipelajaran jasmani sangat bagus jika olahraga di bawah matahari? " bingung.
Menghindari konflik Lucky memutuskan pergi.
" Aku akan memulai pelajarannya. Terima kasih kehangatan-Nya ya Mey. " elak Lucky.
Lama waktu berlalu, akhirnya Kira selesai juga melakukan piket-Nya hari ini. Ia pergi ke belakang sekolah untuk menyimpan alat bersih-bersih. Di tengah merapikan benda tersebut, mendabak Xie tiba dengan niat yang sama menyimpan kain pel. Hendak pergi untuk ke kelasnya terhenti, karena Xie memanggil.
" Tunggu sebentar. "
Kira membalikkan badan dan jelas merasa bertanya-tanya. Sangat langka juga aneh sekali baginya, Xie terlihat hangat hari ini.
" malam ini kamu ada acara? " bertanya.
Keruan itu membuatnya panik mendabak juga gelisah mengaku lidah.
" a..a... Oh... Itu... Aku sepertinya memang... Maksudku, malam ini ada sesuatu hal yang harus aku lakukan dan sesegera mungkin untuk bisa menyelesaikannya. " balas Kira.
Setelah mendengar penjelasan dari Kira, entah sebab apa Xie sekonyong-konyong malah berjalan mendekati-Nya, dan karena hal itu membuat dia resah kelisah kebingungan. Kira berniat untuk mundur, tetapi merasa tidak nyaman hati. Ia berusaha tetap tenang agar tidak salah menanggapi. Xie semakin mendekat hingga tubuhnya menyentuh sebagian badan Kira.
" Apa kau sungguh langsung menolak tawaran-Ku? Benar-benar ingin melewatkan momen ini? Itu adalah sebuah keberuntungan-Mu. Aku ingin melakukannya dengan-Mu saja, hanya untuk malam ini. " bisik Xie dekat telinga Kira.
Kira mundur untuk menghindari
" Apa maksudmu? Aku akan masuk ke dalam kelas. " sigap pergi.
__ADS_1
Saat hendak meninggalkan tempat, ia tertahan lantaran Xie langsung mengatakan.
" Aku tahu kau sedang mencari pegangan untuk hidup di kota ini, hal itu yang ingin aku lakukan malam ini denganmu, satu kesempatan. Aku membenci berhubungan dengan siapapun, itulah sebabnya kau beruntung. "