
Ia terdiam sejenang lalu berkata
" Aku sudah melakukan rancangan yang akan membuat mereka gentar untuk mengusik-Mu lagi, tapi saat aku mendengar bahwa ternyata mereka masih tetap saja bertingkah begitu, keruan itu benar-benar membuat-Ku... Arrgghh! Mustahil. " geramnya sendiri.
" Memangnya apa yang sudah kamu perbuat sehingga bertekad yakin bahwa mereka akan berhenti mengganggu? " tanya Kira.
...----------------...
" Brak! Bruk! Crang... Klontang... " suara benda berjatuhan bertubrukan hingga pecah balau.
Lucky juga teman-temannya yang daritadi tengah asik bermain dan mengobrol bersama sontak terperanjat sigap menoleh ke pelaku, mereka terdiam setelah melihat orang yang melakukan tersebut ialah pemilik resto disana.
" Ahh aku minta maaf, sepertinya tenaga-Ku hari ini belum terkuras banyak sampai-sampai energi-Nya tidak bisa aku tahan. Biarkan saja tempat ini berantakan, lagi pula siapa yang akan berminat lagi menjadi tamu disini. Benar begitu bukan Lu? " sindir Pemilik resto.
" Argh... ada apa denganmu sekarang? Mengapa banyak sekali berpeluh. Mereka akan datang juga nanti tenanglah. Tidak usah diambil sungguh-sungguh perkara yang belum pasti. " ujar Lucky seraya makan kembali.
" Hey Lu! Apa otakmu sudah basi di atas sana? Bagaimana kamu bisa berpikir gila? Telingamu juga masih baik bukan? Aku sudah memberitahu-Mu sebelum ini menjadi bencana. Orang itu sekarang berjalan dengan cepat! Sulit untuk diduga. Tidak bisakah kau melihat berita terbaru sebentar saja, yang terpenting agar dirimu tahu. Hey dengarkan! Berita buruk tentang dirimu tadi siang, yang mana mengajak paksa seorang wanita untuk berhubungan intim, dengan hanya jangka waktu tidak banyak sudah membuat pikiran orang-orang tercuci habis! Dan sekarang apa yang terjadi? Dia juga berhasil memiliki bukti yang seharusnya itu tidak boleh terjadi! " cetusnya.
" Apa maksudmu? " tanya Lucky.
" Dia menyebar berupa video yang di dalam-Nya ada kau tengah melakukan kekerasan terhadap perempuan. " jawab-Nya.
Setelah mendengar gerutuan darinya sigap Lucky langsung memeriksa di ponsel miliknya. Terperanjatlah laki-laki itu usai melihat apa yang diucapkan orang tersebut ternyata memang benar.
" apa yang akan kau lakukan sekarang? " tanya pemilik resto.
Lucky melepaskan dasi yang dipakai dan meletakkannya diatas meja seraya berkata.
__ADS_1
" Aku bisa apa? "
" Ini benar-benar akan memburuk. Lakukan sesuatu setidaknya pengakuan darimu, klarifikasi masalah ini! Dengar Lu, aku menggunakan dirimu sebagai tokoh utama di resto-Ku ini, jika namamu buruk, aku akan jatuh dari ketinggian yang tidak biasa. " tekan pemilik resto.
" dan... jika rumor itu memang benar, maka cepatlah ungkapkan minta maaf kepadanya dan beri hadiah yang luar biasa sebagai gantinya juga. " pintanya.
Pemilik resto itu banyak sekali mengoceh tapi berbeda dengan Lucky yang malah terlihat tenang damai saja mendengarkan ricauan darinya sambil minum juga.
" he Lu! kau menyimak apa tidak?! " tegurnya sedikit membentak.
" sepertinya kau mempunyai masalah dengan orang itu, langkah terbaik untuk diambil sekarang adalah turuti berikan apa yang dia inginkan sebenarnya, jika tidak bukan hanya kau saja yang akan celaka, aku juga pegawai di tempat ini akan ikut menjadi kambing hitamnya. Berpikirlah dengan jernih Lu! " imbuhnya mendesak.
Entah sebab apa Lucky malah pergi keluar meninggalkan mereka yang disana. Berjalan di luar resto menuju rumah ia bercakap.
...----------------...
" Akh! Ini menyakitkan, jangan menekannya terlalu keras! Akh sakit Sundry! " suara rintihan seseorang di dalam ponsel.
" Kreek... " pintu terbuka dan tutup kembali.
Terdengar langkahan kaki seseorang hendak naik ke atas tangga, tetapi niatnya terhenti sebab mendabak
" Sundry Border! " teriaknya dengan lantang sekali.
...----------------...
__ADS_1
" Ssss... " suara air mengalir seseorang tengah mandi.
Setelah selesai mandi, ia berjalan ke ruang belakang dan membuka pintu lemari es untuk mengambil minuman dingin.
" Sreet! " kursi di tarik.
Ia duduk sembari minum.
" Gluk, gluk, gluk. " minum.
" Baru pulang Xie? " tanya seseorang seraya berjalan menghampiri.
Ia langsung menoleh.
Tak ada sahutan darinya.
" maaf jika aku mengganggu. " ujarnya sedih hati.
Sekonyong-konyong wanita itu menyodorkan sebuah amplop berwarna putih dan meletakkannya diatas meja sambil berkata.
" ini, seseorang mengirimkannya. Sepertinya dia teman-Mu sebab... nama pengirim juga ditulis secara detail diatas barang itu. Maaf, Aku baru bisa menyampaikan benda kiriman ini sekarang. Tugas dari pak Rocki sedikit menganggu. " ucap Vanya pelan suara.
Xie akhirnya menanggapi perbincangan darinya meski tak mengacuhkan pandangannya.
" Mengapa memangnya? Apa dia berbuat sesuatu kepadamu? " tanya Xie.
" Oh! " kejut Vanya senang.
__ADS_1
" aku tidak tahu, akhir-akhir ini dia terus menyuruhku melakukan tugas banyak sekali, hingga-hingga aku harus menginap di rumahnya lantaran sudah gelap untuk mungkin bisa pulang. " sahutnya.