
Keruan saja Kira terkejut membelalak. Diam tak merenspons.
" eh? Ada apa?? Mengapa diam begitu? Ada yang salah? " olok-olok Lucky tersenyum licik.
" T-tidak, mohon maafkan saya pak. " ungkap Kira langsung berdiri serta menundukkan kepala.
" Syukurlah. "
" oh, apa yang sedang kamu lakukan disini sekarang? Bahkan sebelumnya saya sempat mengira bahwa kau mungkin sudah melepas baju itu. " celoteh Lucky seraya menarik kursi dan duduk.
Kira seketika benar-benar merasa risih akan ucapannya Lucky tersebut, menampakan diam dingin.
" eh ya maksudku itu mungkin saat ini kau sudah ya... Melepas baju untuk mandi pagi? Pemandangan yang sama di waktu malam tadi kita bertemu. " sosornya.
" A-aa i-iya... Saya memang belum menyempatkan diri untuk membersihkan badan, mohon maafkan saya pak. " jawab Kira malu.
" Mandi pagi juga sangat penting untuk seorang gadis. Sehat bagi para pelajar seperti kamu. " nasihatnya lagi.
" Sangat menyesal. " ungkap Kira.
" Yasudah mau bagaimana lagi, ayo duduk kembali. " perintahnya.
Nyata Kira pun mengikuti arahannya.
" wah wah, rupanya ini juga sebagian alasan kamu sampai tidak mandi kah? " celetuk Lucky terpukau melihat banyak buku di meja.
__ADS_1
Kira menanggapi dengan tersenyum.
" saya terkesan. " lanjutnya.
Ricauannya seketika teralihkan sebab melihat sebuah sarapan yang di santap Kira sebelumnya.
" eh tunggu tunggu, apa ini? Jadinya sarapan di luar? atau... maaf maaf, makan lagi? " rusuhnya.
" T-tidak, u-um... Seperti yang Pak Lucky lihat, sarapan di luar. " sahutnya tersengeh.
" Apa maksudnya sekarang? Lalu kamu apakan belanjaan tadi itu jadinya? " bingung Lucky.
" A-aa itu... U-um... Itu... " kaku lidah Kira.
" S-saya memang sudah membuatnya sendiri tapi nampaknya gagal. " bebernya.
Terlihat Lucky tersenyum hendak tertawa, menahan.
" Oh begitu. Um... tapi bagaimana bisa terjadi? Sungguh-sungguh, saya merasa bingung. Ada apa memangnya? Apa yang salah? " desak lagi.
" ya ya saya tahu, ya memang meski si June Sin itu mungkin memang tidak mampu ikut membantu untuk memasak pun tapi dia jelas masih bisa, 'kan memberi arahan kau itu seperlunya kemana dimana gitu? " ucap Lucky kembali.
Sontak Kira terperanjat setelah mendengar ocehan dari pria tersebut.
" 'kan 'kan? Oh tidak, kamu tidak membuat kesalahan hingga laki-laki itu marah 'kan Kira? " tuduh Lucky.
__ADS_1
Terlihat Kira masih mampaku mengkaku lidah bingung gelisah harus berkata apa.
" argh yang benar saja. He dengar! Tidak sopan jika seseorang sedang bertanya malah ditanggapi dengan kediaman, hal itu memang seperlunya disahut Akira noie! " dongkolnya.
" Benar-benar minta maaf pak, saya sama sekali tidak bermaksud apatis kepada bapak mohon maafkan saya. " ungkap Kira.
" hanya... Saya selalu merasa terkejut setiap berinteraksi dengan bapak, rasanya sangat aneh jika seorang guru bertanya-tanya mengenai tentang itu, mohon maafkan saya. Saya akan lebih berusaha keras lagi agar bisa melaraskan diri dengan lawan bicara saya. " paparnya lagi.
" Biadab. Dia sungguh-sungguh akan dikucilkan jika masih memelihara sifat brengseknya itu. " gumam Lucky sebal.
" siapa yang benar-benar akan tertarik memiliki hubungan dengannya. " hina-Nya lagi dalam hati.
Sekonyong-konyong telepon genggam Lucky berdering, sigap pun diangkat.
" halo? " seru Lucky.
" oh? benarkah? tapi saya merasa sudah mengumpulkan informasi tentangnya hari lalu. " lanjut obrol Lucky.
Berjalannya waktu nampak ia pun sepertinya sudah selesai berbicara.
" ah Kira benar, apa June Sin sekarang ada di rumahmu? " tanya Lucky.
Jelas saja ia pun terkejut-kejut panik seketika.
" A-aa... " gagu Kira.
__ADS_1