
Tak berlama-lama ia mengambil perlengkapan obat milik Anju yang dibawa tadi dan cekat tangkas perlahan mengobati luka-luka di sekujur tubuhnya itu tanpa ragu-ragu dan langsung memberikan balutan perban di beberapa bagian badan Anju.
Menoleh kesana kemari laki-laki itu salah mendaratkan pandangan dengan ketidaksengajaan menatap sungguh terhadap Kira. Seketika dirinya pun merasa aneh terperanjat akan perasaan suasana hati yang dirasakan-Nya tersebut.
" Apa ini?? Rasa ini... sudah lama sekali perasaan ini belum pernah datang lagi kepada-Ku, dan sekarang bagaimana bisa terjadi!? Mengapa wajahnya sangat berseri begitu, seperti berbeda dari wanita-wanita yang biasa aku temui disini? " cengang-Nya dalam hati merenung.
" Oh tidak! Bagaimana bisa begini?? E-euu... t-tunggu. " sebal Kira kepada dirinya sendiri panik.
Anju tersadar dan spontan bertanya.
" A-ada apa? "
" Darahnya tiba-tiba menembus permukaan perban yang baru saja selesai aku bungkus. " sahutnya sigap mengulang perbaikan.
Di tengah-tengah sedang melakukan lagi, Kira berucap saja.
" sepertinya darah keluar banyak, sangat mengkhawatirkan. Anju, apakah kamu tidak ingin ke rumah sakit saja? Aku merasa ragu bisa mengatasinya. " gelisah-Nya.
" Lakukanlah sebaik mungkin dengan kerja keras yang bagus, keluarkan semuanya. " sahut Anju.
Kira berusaha mengerti ambisi yang dimiliki Anju, fokus juga berhati-hati mengobati luka-Nya kembali untuk mencapai yang terbaik sekuat tenaga sebisa mungkin yang ia miliki. Terus bergerak maju dalam perjalanan waktu pengobatan, Anju teralihkan lagi kepada Kira dan sungguh-sungguh mulai tertarik dengan rasa keinginan-Nya yang membangkitkan semangat gairah dalam dirinya. Alhasil pun ia menghirup-hirup bau yang dimiliki Kira.
" Hushh... hushh... " mengisap udara menggunakan hidup.
" Bodoh sombong-Nya sekali diriku sampai tidak menyadari bau sewangi ini? Daritadi aku bersama-sama dengannya, entahlah sebetulnya aroma cantik ini berasal darimana tapi sepertinya arah wangi ini tidak terlalu mengkhususkan kepada dia, bisa Ku-hirup harum-Nya dimana-mana. " Anju tergoda.
__ADS_1
" kau mandi? " tanya-Nya.
" Hah? " Kira tersadar.
" Apa kau sempat membersihkan badan tadi sebelum datang kesini? " tanya Anju lagi.
" Oh... tentu mustahil aku bisa melakukannya, di tengah-tengah kondisi seseorang sedang sekarat " jawab Kira serta menatap Anju dengan penuh keheranan akan pertanyaan tersebut.
Merasa tak terlalu mementingkan ia kembali memusatkan pandangan dengan sungguh-sungguh terhadap tugas yang sedang dilakukannya.
30 detik berlalu, sekonyong-konyong saja tangan Kira disentuh oleh Anju.
" Oh kenapa? A-apa aku terlalu keras mengusap luka-Nya? " duganya sedikit panik.
" Bagaimana keadaan-Mu hari ini? Kau sudah merasa baik? " lontar Anju
" hehe... tentu saja. Bahkan rasanya merasa lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Justru aku yang seharusnya bertanya begitu, bagaimana? " tanya Kira tersengih.
Anju mengangguk-anggukan kepala. Seketika juga Kira tersenyum bahagia.
" Aku ingin bercinta dengan-Mu malam ini? " ujar Anju kembali.
" Oh iya tentu aku senang. " sahut Kira.
" Baguslah, ya... aku merasa tertarik untuk mencoba dengan tubuhmu. " ucap Anju.
" Oooh... memang ada apa dengan tubuhku ini sampai kau tertarik ingin bercin-- " ricau Kira berhenti karena baru tersadar.
__ADS_1
" Ya... merasa ingin saja, kau mengerti itu pasti, 'kan? " sahut Anju.
Kira berhenti bergerak.
" sebab tubuhku seperti tidak akan terlalu berereksi sepenuhnya, bisakah pada waktu nanti kau saja yang berada diatas bergerak sendiri? Menyenangkan? " imbuh Anju.
" O-ooh... i-itu... " gagu Kira seketika panik harus berkata apa.
" Oh! Sepertinya ini sudah selesai. Um... perlukah aku mandi terlebih dahulu sebelum tidur bersama nanti? " Anju bertanya.
" tapi rasanya akan merepotkan sulit untuk bisa membersihkan dibagi-- " ujaran Anju diselang.
" A-aku tidak bisa. " ringkas Kira.
" Tidak bisa? " bingung Anju.
" Ahaha... ada apa dengan aku ini sampai bisa lupa. Tentu aku tidak bisa melakukan senang-senang denganmu itu karena aku sedang mengalami banyak pendarahan akhir-akhir ini. " elak Kira panik serta ekspresi wajah tersengih manis.
" Banyak pendarahan akhir-akhir ini? Ap-- ouh... aku mengerti haha apa maksudmu itu sedang kedatangan rombongan tamu banyak? " senda-guraunya.
" I-iya haha... sangat menyesal, maafkan aku. " kata Kira.
" Eh kenapa wajahmu serius begitu... " Anju merasa geli hati.
" mengapa memangnya? Tunggu, aku sangat-sangat aneh dengan perkataanmu baru saja, sebelumnya aku tidak pernah mendengar seorang wanita berucap begitu. Katakan ada apa denganmu hehe... jangan bercanda tentang hal itu hehe... " ujarnya lagi.
" sudahlah berhenti bercanda aku paham sekarang, apa kau tidak bisa mengutarakan kalimat sindiran sedikit lebih lembut lagi? Baiklah... pergi bersiap untuk mandi. " beranjak berdiri.
__ADS_1
" tapi sepertinya kau tidak memerlukan itu, ganti baju saja dan tampilah dengan baik, minta tolong sangat bersungguh-sungguh! Buat aku merasakan kesenangan nanti. " ungkap Anju.