BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Teman June Sin #1


__ADS_3

Tak berlama-lama ia mengambil perlengkapan obat milik Anju yang dibawa tadi dan cekat tangkas perlahan mengobati luka-luka di sekujur tubuhnya itu tanpa ragu-ragu dan langsung memberikan balutan perban di beberapa bagian badan Anju.


Menoleh kesana kemari laki-laki itu salah mendaratkan pandangan dengan ketidaksengajaan menatap sungguh terhadap Kira. Seketika dirinya pun merasa aneh terperanjat akan perasaan suasana hati yang dirasakan-Nya tersebut.



" Apa ini?? Rasa ini... sudah lama sekali perasaan ini belum pernah datang lagi kepada-Ku, dan sekarang bagaimana bisa terjadi!? Mengapa wajahnya sangat berseri begitu, seperti berbeda dari wanita-wanita yang biasa aku temui disini? " cengang-Nya dalam hati merenung.


" Oh tidak! Bagaimana bisa begini?? E-euu... t-tunggu.  " sebal Kira kepada dirinya sendiri panik.


Anju tersadar dan spontan bertanya.


" A-ada apa? "


" Darahnya tiba-tiba menembus permukaan perban yang baru saja selesai aku bungkus. " sahutnya sigap mengulang perbaikan.


Di tengah-tengah sedang melakukan lagi, Kira berucap saja.


" sepertinya darah keluar banyak, sangat mengkhawatirkan. Anju, apakah kamu tidak ingin ke rumah sakit saja? Aku merasa ragu bisa mengatasinya. " gelisah-Nya.


" Lakukanlah sebaik mungkin dengan kerja keras yang bagus, keluarkan semuanya. " sahut Anju.


Kira berusaha mengerti ambisi yang dimiliki Anju, fokus juga berhati-hati mengobati luka-Nya kembali untuk mencapai yang terbaik sekuat tenaga sebisa mungkin yang ia miliki. Terus bergerak maju dalam perjalanan waktu pengobatan, Anju teralihkan lagi kepada Kira dan sungguh-sungguh mulai tertarik dengan rasa keinginan-Nya yang membangkitkan semangat gairah dalam dirinya. Alhasil pun ia menghirup-hirup bau yang dimiliki Kira.


" Hushh... hushh... " mengisap udara menggunakan hidup.


" Bodoh sombong-Nya sekali diriku sampai tidak menyadari bau sewangi ini? Daritadi aku bersama-sama dengannya, entahlah sebetulnya aroma cantik ini berasal darimana tapi sepertinya arah wangi ini tidak terlalu mengkhususkan kepada dia, bisa Ku-hirup harum-Nya dimana-mana. " Anju tergoda.

__ADS_1


" kau mandi? " tanya-Nya.


" Hah? " Kira tersadar.


" Apa kau sempat membersihkan badan tadi sebelum datang kesini? " tanya Anju lagi.


" Oh... tentu mustahil aku bisa melakukannya, di tengah-tengah kondisi seseorang sedang sekarat " jawab Kira serta menatap Anju dengan penuh keheranan akan pertanyaan tersebut.


Merasa tak terlalu mementingkan ia kembali memusatkan pandangan dengan sungguh-sungguh terhadap tugas yang sedang dilakukannya.


30 detik berlalu, sekonyong-konyong saja tangan Kira disentuh oleh Anju.


" Oh kenapa? A-apa aku terlalu keras mengusap luka-Nya? " duganya sedikit panik.


" Bagaimana keadaan-Mu hari ini? Kau sudah merasa baik? " lontar Anju


" hehe... tentu saja. Bahkan rasanya merasa lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Justru aku yang seharusnya bertanya begitu, bagaimana? " tanya Kira tersengih.


Anju mengangguk-anggukan kepala. Seketika juga Kira tersenyum bahagia.


" Aku ingin bercinta dengan-Mu malam ini? " ujar Anju kembali.


" Oh iya tentu aku senang. " sahut Kira.


" Baguslah, ya... aku merasa tertarik untuk mencoba dengan tubuhmu. " ucap Anju.


" Oooh... memang ada apa dengan tubuhku ini sampai kau tertarik ingin bercin-- " ricau Kira berhenti karena baru tersadar.

__ADS_1


" Ya... merasa ingin saja, kau mengerti itu pasti, 'kan? " sahut Anju.


Kira berhenti bergerak.


" sebab tubuhku seperti tidak akan terlalu berereksi sepenuhnya, bisakah pada waktu nanti kau saja yang berada diatas bergerak sendiri? Menyenangkan? " imbuh Anju.


" O-ooh... i-itu... " gagu Kira seketika panik harus berkata apa.


" Oh! Sepertinya ini sudah selesai. Um... perlukah aku mandi terlebih dahulu sebelum tidur bersama nanti? " Anju bertanya.


" tapi rasanya akan merepotkan sulit untuk bisa membersihkan dibagi--  " ujaran Anju diselang.


" A-aku tidak bisa. " ringkas Kira.


" Tidak bisa? " bingung Anju.


" Ahaha... ada apa dengan aku ini sampai bisa lupa. Tentu aku tidak bisa melakukan senang-senang denganmu itu karena aku sedang mengalami banyak pendarahan akhir-akhir ini. " elak Kira panik serta ekspresi wajah tersengih manis.


" Banyak pendarahan akhir-akhir ini? Ap-- ouh... aku mengerti haha apa maksudmu itu sedang kedatangan rombongan tamu banyak? " senda-guraunya.


" I-iya haha... sangat menyesal, maafkan aku. " kata Kira.


" Eh kenapa wajahmu serius begitu... " Anju merasa geli hati.


" mengapa memangnya? Tunggu, aku sangat-sangat aneh dengan perkataanmu baru saja, sebelumnya aku tidak pernah mendengar seorang wanita berucap begitu. Katakan ada apa denganmu hehe... jangan bercanda tentang hal itu hehe... " ujarnya lagi.


" sudahlah berhenti bercanda aku paham sekarang, apa kau tidak bisa mengutarakan kalimat sindiran sedikit lebih lembut lagi? Baiklah... pergi bersiap untuk mandi. " beranjak berdiri.

__ADS_1


" tapi sepertinya kau tidak memerlukan itu, ganti baju saja dan tampilah dengan baik, minta tolong sangat bersungguh-sungguh! Buat aku merasakan kesenangan nanti. " ungkap Anju.


__ADS_2