BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Bersinggah #2


__ADS_3

" hey hey hey, apakah kamu menangis? " syok Lucky.


Nampak Kira menunduk tangan meremas kuat di rok bagian pahanya. Mengejutkan bagi Lucky sebab melihat basahnya pakaian bawahan Kira terus-menerus meneteskan air mata.


Setelah Lucky berucap begitu, sontak Kira pun mendongakkan kepala sigap melihat ke arah Guru tersebut seraya menghapus cucuran matanya secara perlahan.


" T-tidak, sama sekali bukan begitu. " sahut Kira tersenyum.


Lucky menatap. Tak lama kemudian, ia berdiri dan berjalan ke ruang belakang. Kira yang menyaksikannya pun sontak merasa ganjil akan setiap tingkahnya itu. Lalu ia datang kembali dan duduk di kursi panjang sembari menggenggam sebuah eskrim di tangannya.


" Slurup! Slurup! " Lucky menyantap eskrim.


Rasa ganjil bingung terhadap gurunya tersebut semakin meledak-ledak dalam diri Kira.


Setelah usai pun Lucky kembali mulai fokus dengan Kira. Kesunyian datang di antara mereka berdua. Menatap dan memandang, berbeda dengan Kira ia menundukkan kepalanya bentuk rasa hormatnya kepada pria itu. Senyap dan hening tiba-tiba.


" Krucuk-krucuk... " suara perut Kira keroncongan.


Lucky yang daritadi mengawasinya pun sontak hendak tertawa, tapi rasa geli hatinya seketika hilang sebab rasa asih mendabak saja datang di dalam benaknya.


" Aku bersungguh-sungguh tidak bisa berbohong jika situasi lama seperti ini. Perasaanku daritadi terus saja berdatangan keluar secara alami tanpa direncanakan. " papar Lucky.

__ADS_1


Kira mendongak untuk memerhatikan Gurunya tersebut.


" aku minta maaf, sepertinya semua perlakuan saya kepada kamu berlebihan. " ungkapnya.


" T-tidak, itu sama sekali tidak benar saya tentu mengerti. Apapun yang dikatakan seorang guru, itu pasti termasuk pembelajaran bagi muridnya. Sangat berterima kasih kepada Pak Lucky. " sangkal Kira.


Lucky memandang dengan tatapan sinis risih terhadap Kira.


" Haaa... " hembus napasnya seraya berdiri dari duduk lalu berjalan.


Hendak melangkah lebih lanjut lagi Lucky berhenti bergerak, menoleh ke belakang sambil berkata,


" Hah? " bingung Kira.


" Kira cepat kau akan ikut denganku atau tidak? " sindirnya.


Seketika gadis itu pun langsung berdiri dan berjalan mengikutinya menuju dapur. Sampai di tempat, sekonyong-konyong saja Lucky malah membuka satu persatu kancing kemejanya, keruan tindakan laki-laki itu membuat Kira waspada juga bingung aneh. Di buka sudah, kemudian Lucky melangkah maju menghampiri. Rasa gelisah khawatir seketika datang mengguncang diri Kira, sebab tingkah lakunya Lucky yang benar-benar mampu membuat Kira merasakan takut kembali.



Mendekat dan mendekat, Kira hendak untuk mundur tapi terhenti lantaran tiba-tiba saja Lucky,

__ADS_1


" ini, aku menitipkan ini kepadamu sebentar ya. " ujarnya menyerahkan kemejanya yang baru saja di kenakan.


Setelah memberikan pakaian tersebut, benar saja Lucky mundur kembali membalikkan badan lalu menghadapi sebuah kompor di depan. Kira hanya mampu berdiam saja melihat keanehan yang dilakukan Lucky dari belakang.



Cukup lumayan waktu termakan, akhir pun Lucky nampak juga sudah selesai. Tanpa pikir panjang ia langsung berjalan menghampiri Kira seraya membawa makanan juga minuman diatas nampannya.


" kamu sudah bisa memakannya sekarang, nikmatilah. " perintahnya.


" P-pak Lucky?? " bingung Kira.


" Ayo rasai masakannya. " desaknya lagi.


Merasa tak ingin memperkeruh keadaan, Kira tak bisa berbuat banyak hanya mendengar dan mengikuti apa yang diinginkan Lucky sebetulnya. Juga, selama itu masih aman untuk dilaksanakan. Kemudian, suapan pertama masuk melewati lawang pintu utama mulut Kira.


" Nyam, nyam, nyam... " mengunyah.


Lucky tersenyum puas licik melihat ke arah Kira.


" Wah... Ini benar-benar lezat, s-ulit dipercaya sekali p-pak Lucky. " cengang Kira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2