BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 29


__ADS_3

Saat Kira tengah berjalan di lorong sekolah tak jauh dari perpustakaan tadi, ia tak sengaja bertemu dengan Xie. Setelah melihat kondisi Kira yang begitu berantakan, sontak saja ia terkejut-kejut bertanya-tanya dalam dirinya. Siswa itu melihat Lucky yang baru saja keluar dari dalam ruangan tersebut.  Sekonyong-konyong Kira langsung dibawa pergi berlari.


" Ada apa? Akh sakit! " rintihnya.


Ketika berhenti disuatu tempat Xie menarik terlalu keras hingga Kira bertabrakan dengan dinding.


" akh! Kenapa kamu? " kesalnya bertanya menahan sakit.


Xie meneliti lebih baik dan ternyata, ada banyak sekali bercak-bercak merah memenuhi sekujur tubuh bagian luar atasnya Kira. Ingin memastikan apa yang sudah menimpa temannya itu pun, bertanya dengan perasaan agak sedikit khawatir menegangkan.


" Darimana kamu mendapatkan memar-memar ini? "


" Oh ini. Ini bukan apa-apa, tadi hanya... " lesu Kira bingung menjawab.


Lucky mendabak datang dan berkata.


" Tadi kita tidak sengaja bertemu, dan melakukan hubungan bersama. " celetuknya.


Seketika Xie terperanjat melihat menatap tajam langsung ke arahnya.


" siapa yang tahu ternyata kita berjodoh " lanjut ucap Lucky.

__ADS_1


Xie terdiam sejenak tak lama kemudian gesit ia menyosor menarik kerah baju lalu memukul keras sangat pas mengenai muka Lucky.


" Debuk!! " suara pukulan.


" Eh! T..tunggu! " selang Kira panik.


Xie membangkitkan Lucky kembali hingga kerahnya terangkat sangat.


" Persetan! Apa maksudnya itu? Hari ini aku akan benar-benar membuatmu merasakan siksaan yang amat pedih dan tak akan pernah bisa kau lupakan! Neraka adalah tempat yang pantas untuk pria bajingan sepertimu! Kenapa kau tidak mati saja hah! Biadab! Hewan kau! " ancam Xie memaki.


" T..tunggu! Kamu tidak boleh melakukan tindakan itu! Kamu bisa mendapatkan masalah. Hey! Ucapan dia tidak benar. Setidaknya dengarkan ungkapan-Nya sampai titik akhir agar kamu tidak salah paham. Padamkan amarahmu. " tahan Kira.


" lepaskan cengkraman-Mu. Bagaimana jika ada seseorang yang melihat nanti. " perintah-Nya.


Xie mengikuti ucapan yang diarahkan Kira, melepas dengan cara mendorong kuat Lucky hingga terjatuh ke lantai.


" Buk... " terjatuh.


" Mohon maafkan kami pak Lucky. Tolong bermurah hati kepadanya. " ungkap Kira.


Lucky sedikit tertawa dengan apa yang menimpanya baru saja, lalu bangkit lagi dan berkata.

__ADS_1


" Itu benarkan Kira, kita tadi makan siang bersama, juga bisa saling mengobrol ya... berhubungan baik. Aku kebingungan sungguh, mengapa dia marah, dimana letak kata yang mengandung salah? " sahut Lucky.


" Xie menanyakan tentang memar yang aku miliki. " ucap Kira.


" Oh soal itu. Huh... " tersadar dan menarik napas dalam-dalam menghilangkan rasa berang yang mengepul didalam diri Lucky.


" kami sempat saling berbagi makanan, dan sepertinya dia tidak mengetahui bahwa dirinya alergi terhadap rumput laut. Aku menyuruh untuk sesegera pergi ke ruang UKS tapi aku melihat kau malah membawanya berlari, terdengar jelas sekali juga dia berteriak histeris merintih kesakitan, itu sebabnya aku menyusul sampai kesini. " menjelaskan.


Kira terdiam. Xie melihat ke arah guru itu yang nampak daritadi menatap liar kepada Kira. Tak lama kemudian, Xie membawanya pergi agar menjauh dari Lucky.


" Blam!!... " memukul keras di tembok.


" Ahhh bukan sasaran yang empuk, aku berharap lain kali kepalan tangan ini bisa menduduki ditempat yang tepat. Huh! " rentan Lucky menghembus.


Terdengar kembali bel sekolah dibunyikan, menandakan pelajaran dimulai. Sebelum masuk Kira berkunjung sebentar ke toilet untuk merapikan diri.


" Sssss... " suara air mengalir dari dalam keran.


Kira mencuci wajah juga tangannya dengan amat perlahan.


" Arrgghh sepertinya tidak bisa hilang begitu saja. Huh... bagaimana ini? Apakah aman jika ada orang lain melihatnya. " bingung keresahan.

__ADS_1


__ADS_2