
" aku juga tidak menyangka ternyata masih ada orang yang bermodel seperti itu. " katanya lagi.
" U-um... Apakah sungguh begitu... Memang untuk apa pak Lucky ingin mengetahui alasannya? Lalu, mengapa tidak menanyakan langsung ke calon pasangannya? " tanya balik Kira.
" Aku tidak ingin mengganggu pikirannya, akan menjadi kesan buruk bagi lawan pasanganku nanti. Tetapi Kira, rasa ingin tahu sungguh tinggi di dalam ingatan juga benak hati ini, aku berharap kau pernah mengalami hal yang sama. " godanya kembali.
Sebelumnya Kira tak menjawab secara langsung. Lucky menatap sungguh terus kepadanya.
Keheningan diantara perbincangan mereka.
" Hal apa yang ilegal dilakukan di kota ini? " tanya Kira.
Sontak Lucky terperanjat akan pernyataan gadis tersebut. Sempat mengkaku lidah untuk menjawab.
" A-aa um... Jika dipikir-pikir sepertinya tidak ada hukum yang melarang apapun disini. Ada apa memangnya? " ujar balik Lucky.
Keruan saja sahutannya membuat Kira syok berat.
" Apa? Apa yang sebenarnya... Mustahil dia berkata begitu. " kejut Kira dalam hati.
__ADS_1
" Kenapa? Apa yang salah? Mengapa kau malah mendiam? " bingung Lucky.
" A-aa... T-tidak, sama sekali bukan begitu. Um... " gagap Kira.
" Mengapa memangnya kau bertanya mengenai tentang itu? " ujar Lucky lagi.
Nampak Kira masih terpaku sebab tidak tahu arah harus berkata apa.
" ya... Meski memang tak ada hukum pun itu bukan berarti kota ini tidak aman untuk di tinggali. Mereka semua paham sendiri. Mungkin lazimnya kehidupan disini lebih ke prinsip begini, jika seseorang merasa tidak nyaman maka disitulah dasar ilegal datang. " bebernya.
" lebih mudahnya berpikir, mereka sendiri yang mengadakan sebuah keilegalan namun hanya sesaat. Ya... begitulah kurang lebih. " jelasnya Lucky lagi.
" Oh... Jadi maksud perkataan June Sin hari lalu masuk ke dalam kategori ini. " gumam Kira.
Di tengah asik bermenung-menung, sekonyong-konyong kedua tangan Kira diraih, keruan saja ia terkejut-kejut juga panik gelisah seketika.
" Saya memang bukanlah siapa-siapanya kamu, maka dari itu sekarang ini... Dia-- June Sin, adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas dirimu, aku tentu tidak bisa berbuat banyak membantumu berjalan serta menggandeng tangan untuk tinggal di kota ini. Aku harap hal itu bisa pasti diterima dimengerti olehmu. " ungkap Lucky sembari memegang tangan Kira.
Sontak beberan yang dikeluarkan Lucky lumayan membuatnya syok.
__ADS_1
" A-aa um... " Kira mengangguk.
Tersenyumlah Guru itu.
Lama lagi waktu bergerak, hari tidak bisa ditebak oleh mereka sebab tak ada sinar atau celah apapun di dalam ruangan itu, sangat tertutup rapat gelap sekali untuk bisa dilihat. Alhasil dengan sifat Lucky yang lumayan cukup agresif, rasa amarah pun membeludak kembali.
" Arrgghh!!! " teriaknya melantang sembari duduk menyandar.
Posisinya saat ini berpindah cukup berjauhan dari tempat Kira berada.
" kau tahu, 'kan? Apa yang membuatku marah begini hey Kira? " kesalnya bertanya.
" O-oh... Um... " gagu Kira bingung.
" iya, tentu. Maka dari itu saya sungguh-sungguh meminta maaf. " lanjut katanya.
" Kau tahu? Waktu sekarang ini aku mempunyai janji yang sangat penting untuk harus ditepati. " ujar Lucky.
Kira mendengar memerhatikan dengan serius.
" kekasihku pasti sedang menunggu. " kecewa hati Lucky.
__ADS_1
Setelah mendengar pun jelas Kira agak kaget. Rasa sesal juga marah terhadap dirinya sendiri membual.