BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Tolong Bantu Saya!


__ADS_3

" A-aa... Benar. " tanggap Kira agak gugu.


" Baiklah, cepat pulang itu juga lebih baik. " kata Lucky seraya menepak bahu Kira dengan pelan.


" berhati-hati ya selama diperjalanan nanti hingga sampai rumahnya. " pungkas Guru tersebut beranjak pergi.


Hendak melangkahkan kaki, mendadak saja Kira menahan.


" Pak Lucky! " cegatnya.


" Hah? Iya? Kenapa? " bertanya langsung.


" A-aa... Um...Apakah Bapak memiliki acara lain setelah selesai urusan dari sini? " gagu Kira berungkap.


" Hah?? " bingung Lucky mengkerutkan wajah.


" A-aaa... Um... Apakah Bapak mempunyai waktu senggang sekarang ini? " gugu Kira lagi.


Nampak Lucky tak menyahut dan malah memandang Kira dengan tatapan mata rasa aneh serta kebingungan.


Kira yang merasa pun sigap kembali untuk memperjernih suasana.


" s-sebetulnya ada sesuatu yang saya ingin bicarakan dengan Bapak. Apakah keberatan? " gagap Kira mengatakan.


" Oh begitu. Um... Bagaimana ya cara mengutarakan dengan baik juga benar... Tapi Kira, memang betul saja aku memiliki masalah yang harus segera diselesaikan selepas urusan beres di sekolah ini. " jawab Lucky.


" O-oh... Apakah begitu ya. Um... T-tidak masalah, mungkin lain kali saya coba. " ujar Kira menundukkan pandangan.


__ADS_1



Lucky yang demikian memerhatikan Kira sontak bertanya,


" Tumben sekali kamu sering mencoba berinteraksi dengan saya? Ada yang salah? Apakah sebelumnya saya telah melakukan sesuatu yang mengesankan bagimu? " sembur Lucky.


" O-oh... I-itu... Um... Bagaimana ya cara mengatakannya, um... " gagu Kira seketika.


" Jika memang benar begitu, aku tidak merasa keberatan membagikan waktuku meski sebentar dengan penggemar, terutama itu kamu yang menjadi seorang penyuka-Nya. Ingin membahas dimana? Diluar? " ubah pikir Lucky.


Kira keruan terperanjat.


" A-aaa... Betulkah tidak masalah? Tapi, bagaimana jika tamu Bapak menunggu ketibaan anda di tempat sana? " bimbang Kira.


" Tentu akan menjadi masalah, maka dari itu saya meminta tolong kepada kamu untuk mempersingkat waktu mengenai urusannya. " peringat Lucky.


" O-oh...I-iya! Saya bis-- " gugu Kira terpotong.


Segera pun diangkat.


" Iya halo? " seru Lucky di dalam ponsel.


Alhasil gadis itu menunggu, membeku di tempat. Setelah usai, kembali saling berhadapan.


" a-aaa Kira, lain kali saja ya berbincangnya. Saya sepertinya memang benar-benar tidak bisa ditahan untuk kondisi sekarang-sekarang ini. Saya harus secepatnya sampai. " tutur Lucky.


" O-oh... Tentu tidak apa-apa pak, saya bisa menger-- " tanggapan Kira ditengahi Lucky.


" Terima kasih ya, saya berangkat. " pungkasnya berjalan meninggalkan.

__ADS_1


Kira menatap kepergiannya Lucky.




......................


Berjalan seorang diri di tengah keramaian kota. Kira nampak termenung-menung tenggelam dalam pikirannya.



" Aku tidak ingin gagal kembali. Kesempatan yang datang sekali ini harus dengan bersungguh-sungguhnya aku melakukan dengan keras! Tidak peduli apapun itu yang akan terjadi! Kebertahanan aku disini, tergantung berapa lama juga aku berdiam tinggal di kota ini. Jujur saja, aku tidak menduga masih bisa bertahan selama 6 bulan disini. Namun, tetap begitu mereka silih berganti juga menyerangku dengan berbagai macam alat senjata untuk menjatuhkan-Ku. Dengan demikian, tidak bisa bersarang lebih lama lagi pada kenyataannya. " batin Kira mericau.


" terutama, June Sin juga tampaknya... " rawan Kira.



Tiba-tiba,


" Buk!! " menabrak.


Ada seseorang yang menubruk Kira dari belakang secara mendadak. Ia pun spontan menoleh ke arahnya.




" Maaf aku tidak sengaja. " hembusnya berkata.

__ADS_1


Saat itu juga Kira terkejut-kejut, melihat orang tersebut yang demikian wajahnya cukup menyedihkan untuk dipandang.



__ADS_2