
Kira berusaha untuk tetap tenang, lanjut berjalan agar tidak dicurigai oleh temannya itu. Melewati Vanya. Berjalan terus lurus mengikuti lorong sekolah. Rupanya Vanya masih tetap dalam mengamati dengan serius terhadap Kira.
" Sedang mengawasi siapa? " tanya Xie datang tiba-tiba.
" A-aaa... Ah... Bukan siapa-siapa. Entahlah, sepertinya aku salah melihat. " duganya.
" oh ya Xie! Pergi ke rumah binatang ayok! Aku mendengar hari ini mereka kedatangan tamu baru. Penasaran sekali ingin menonton!! " antusias Vanya.
" Tamu baru? Memang apa lagi yang sudah mereka sergap itu? " sembur Xie.
" Sergap?? Sergap apa? Itu bukan penyergapan, mereka melakukan organisasi perlindungan terhadap hewan-hewan disana, Xie... " sangkal Vanya.
" Aku sedang tidak ingin pergi jauh. Terutama lokasi kebun binatang lumayan cukup menyulitkan jika hanya bertujuan untuk berkunjung saja. " tolak Xie.
" Ah... Begitu ya... Hehe. " cua Vanya wajah masih menampakan tegar tersenyum.
" Usulan yang kau sarankan untuk datang kemari, menurutku itu sudah cukup menguras tenagaku. " celetuk Xie.
Vanya terdiam sejenang akan terpukulnya tanggapan dari laki-laki tersebut. Tapi itu tak lama, ia tak ingin membuat situasi menjadi kaku diantara hubungan mereka.
" Yasudah tidak masalah. Bagaimana jika pergi menonton bioskop saja? Um... I-ingin? Aku mendengar ada film horor baru bulan ini, bagaimana? " gugu Vanya kembali mengusul.
Keheningan mendabak datang sebab Xie tak menyahut ajakan perempuan itu dengan langsung. Melirik ke arah Vanya sedikit.
__ADS_1
" Ayo pergi. " pungkas Xie beranjak jalan.
" Sungguh? Ah haha... Tentu mari!! " semangat Vanya berlari menghampiri Xie.
Mereka berdua berjalan keluar menuju jalan yang berbeda dari siswa-siswi lainnya.
......................
Dari awal ramainya orang Kira berjalan bersama-sama, kini hanya tertinggal sedikit beberapa dari mereka.
" Benar, itu menyedihkan sekali. Bagaimana bisa kita tetap bertahan di tempat ini ya? " tanggap teman satunya mengeluh.
" cukup menyulitkan kondisi meski sudah berteguh lama juga disini. Argh... " lanjut hembusnya lesu hati.
" 4 tahun lebih ya telah berlalu? " sedih hati teman satunya.
Terhenti berjalan.
" Kesettt! " sepatu berdesit mengenai lantai.
__ADS_1
" Tuk-tuk, tuk-tuk... " bunyi ketukan sepatu di lorong sunyi.
" Ah... Aku berharap mereka merubah cepat sistem dasar sekolah disini. " ucapnya suara perlahan menghilang.
Setelah kepergian dua siswi yang tertinggal tersebut, sekarang hanya Kira seorang yang sedang berada berdiri di tengah-tengah lorong sekolah.
Terlihat keheningan menyerta memenuhi tempat disana.
...----------------...
" Tuk-tuk, tuk-tuk... " ketukan suara sepatu sedang berjalan.
Asik terus melangkahkan kaki, seketika ia berhenti bergerak karena seperti merasakan kehadiran seseorang yang berada di arah belakangnya. Sigap pun membalikkan badan. Seseorang tepat di arah jalan belakang Lucky, sudah berdiri seorang gadis yang tengah juga memandang tajam ke arahnya. Tak lain orang itu ialah,
" Akira Noieshii?? " cengang Lucky agak bingung.
" oh... Masih disini ya? Wah rupanya kau ini memang mempunyai kebiasaan untuk pulang lebih akhir ya? Hehe... " kelakar Lucky tersengih.
Nampak sama sekali tak ada sahutan dari Kira. Merasa ada tidak nyaman menyaksikannya pun Lucky berupaya untuk menghampiri gadis tersebut.
" apa yang membuatmu tetap memelihara sifat begini? Pesan dariku, alangkah lebih baiknya kita selalu pergi ditemani seseorang meski itu satu makhluk pun. Ya... Setidaknya sedikit lebih merasa aman, 'kan? " ucap Lucky.
__ADS_1
" I-iya pak, dipahami. Mohon maafkan saya. " jawab Kira menundukkan kepala.
" Jika jalanan sepi, saya pribadi lebih menggesa-gesakan secara paksa kepada kendaraan saya. Itu memang benar celotehannya, terkadang manusia nyata lebih menakutkan daripada hantu. " imbuh Lucky.