
Terdengar suara pintu ditutup, lama mempaku ternyata June Sin sudah jalan lebih dulu keluar dari kamar Kira.
Lalu Kira pun beranjak berdiri untuk mengganti baju lagi.
" Ini cukup aneh, jika aku memikirkan lagi dari awal dia berubah bertingkah begitu, menurut-Ku ia memang seperti benar-benar ingin membantu. Tapi, mendengar-Nya sekarang berucap tadi keruan aku terkejut-kejut. Apa yang sebenarnya Xie inginkan? " gumam Kira seraya berpakaian.
" dari tatapan juga cara berbicaranya, dia memang seperti orang bersungguh-sungguh. " imbuh-Nya diam berdiri.
Kira mengingat-ngingat setiap kejadian ia bersama Xie. Lama merenung alhasil Kira pun memutuskan untuk memberitahukan kepada June Sin, sebab jika dipikir-pikir kembali perkara itu seperti penting untuk didiskusikan dengannya. Ia keluar dari kamar menuju kamar June Sin, tibanya disana ia langsung mengetuk pintu.
" Tok tok tok. "
Ketukan pertama tak ada tanggapan dari dalam, ia mencoba lagi untuk kedua kalinya, nampak masih tidak ada yang menyahut panggilan darinya, dan terus mencoba hasil pun tetap sama. Kemudian Kira menetapkan hati untuk masuk saja. Pintu dibuka, terkejutlah Kira ketika masuk ke dalam yang ternyata June Sin tak ada di tempat.
" Mengapa? Dimana dia? Aku mengira ia sudah beristirahat, mustahil 'kan jika ia masih bekerja? " ucap Kira kebingungan.
" argh... dia memang tidak bisa memikirkan dirinya sendiri. " agak sebal sembari menutup kamar kembali.
" akh... tenggorokan-Ku mengering, haus juga. " erangnya.
__ADS_1
Lalu Kira pun berniat untuk pergi ke belakang untuk menyegarkan dirinya dengan minum air putih di ruang belakang.
" Gluk, gluk, gluk. "
" Wah... segar sekali. " senang hati.
Usai sudah, kemudian Kira pun tak lama berdiam disitu langsung berjalan lagi menuju kamarnya untuk tidur.
" eh? Bagaimana bisa? Mengapa pintu utama rumah terbuka begitu? " ujar Kira.
Ditengah jalan menuju ruangannya, perhatiannya teralihkan sebab melihat pintu depan rumah ternyata terbuka entah karena apa. Lantaran rasa ingin tahu hadir, ia pun menghampiri dan membuka pintu serta keluar rumah untuk memeriksa apa yang sebetulnya terjadi. Menoleh terus menoleh ke berbagai celah arah, ia sama sekali tak menemukan hal yang ganjil untuk dikatakan pada nyatanya.
Saat hendak masuk lagi ke dalam rumah, niat Kira terputus sebab melihat sesuatu yang sulit dipercaya untuk dinyatakan.
" eh! Ruangan itu menyala! " terperanjat tiba-tiba.
Sigap saja tanpa pikir panjang ia langsung cepat berlari ke arah yang ditujunya. Posisi tempat itu berada di halaman rumah Kira. Sampainya disana.
" wah... ini sungguhan! Pertama kalinya aku melihat ruangan ini seperti berpenghuni. Tapi mengapa baru bisa sekara... " celotehan Kira terhenti.
__ADS_1
" Arrgghh!!!!!! Haaaaaa!!! Ha... Aaarrgghh!! Ha ha ha... hiks... hiks... " teriak beriringan dengan tangisan secara histeria.
Suara yang menggelegar itu mampu sampai menusuk benak hati Kira. Tak salah lagi bunyi itu berasal dari dalam ruangan tersebut.
" Kenapa? " syok Kira pelan suara.
Tidak banyak bertingkah, lantaran besar penasaran perempuan itu pun meledak, dan hendak masuk ke dalam untuk memastikan.
" celepak... " Kira menginjak genangan air didalam ruangan itu.
" June Sin? " mata Kira terbelalak karena rasa kejutnya menyaksikan.
Nampak Kira tak bisa berkutik lagi setelah melihat apa yang sedang atau sudah terjadi di depan matanya. Meski Kira tertegun, itu tidak lama ia langsung keluar ruangan tersebut serta menutup pintu secara perlahan.
Terlihat Kira masih terpaku di tempat di balik pintu.
" Jika saja aku bisa berkuasa membalikkan kota ini! Tanpa ampunan akan aku bunuh kalian semua!! Ha ha... hiks... " sedu June Sin gusar hati.
" Clak clak clak... " air menetes.
__ADS_1
Melihat peristiwa itu pun mampu membuat Kira susah hati, rasa sakit terasa sekali di dalam benaknya.