BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Hasil


__ADS_3

" saya akan memanggil kalian kembali untuk satu persatu datang berurutan mengambil surat kelulusannya. " ucap Lucky.


" tolong tunggu sebentar lagi, aku masih menunggu seseorang. " imbuhnya.


Cukup lama berdiam di tempat masing-masing, akhir pun tiba. Satu Guru masuk ke dalam kelas dengan membawa setumpukan kertas yang sudah di lipat di tangannya.


" Permisi Pak, maaf menunggu lama. Ini Pak. " tuturnya menyerahkan.


" Terima kasih banyak. " ungkap Lucky menerima.


Setelah kepergian Guru itu, ia pun langsung berujar kembali.


" baiklah! Karena penentuan sudah ada di tangan saya sekarang, tak usah bertele-tele lagi. Mari izinkan untuk para murid juga mengetahuinya. "


Suasana mulai panas dingin. Kelisah resah mengguncang batin para siswa yang hadir disana.


" baik! Yang pertama silahkan maju dan boleh melihat hasilnya langsung di hadapan saya. "


" benar-benar ingin menyaksikan bagaimana variasi ekspresi yang akan kalian keluarkan nanti. Sangat berdiam menghuni. Saya menunggu. " kata Lucky lagi.


" Sunny marie! " panggilnya.


" Kreeet... " suara kursi berdesit.


Ia bangun lalu berjalan mengarah kepada Lucky.


" Ini. " menyodorkan.


" Terima kasih banyak pak. " ungkap Sunny berdiri di hadapan mejanya.


Perlahan ia pun langsung membuka.


Seketika, raut wajahnya mulai berubah.



" Kamu bisa duduk kembali. " anjur Lucky tersengih juga.


Siswi itu menundukkan kepalanya, lalu berjalan balik ke kursinya.

__ADS_1


" Clarissa Jones? " melanjutkan.


......................


" Avanya Dookie? "


Sigap berdirilah dirinya. Kemudian menghampiri Lucky.


" ini Vanya. " sodornya seraya menatap sungguh.


Kira yang nyata daritadi memerhatikan, sontak merasa ganjil terhadap sikap dari Vanya begitu pun juga Lucky yang bagaimana cara memandang siswi tersebut. Raut muka yang di tunjukkan Vanya juga seperti menahan rasa gelisah resah ketika berhadapan dengan Guru itu. Akan tetapi, ia masih bisa menyimpan bentuk senyum di bibirnya.



Bertambah tajamlah tatapan Kira mengamati.



Tak lama, Vanya kembali duduk ke kursinya. Pemanggilan terus berlanjut. Hingga tiba di urutan nomor Kira.


" Akira Noieshii? "


" ini. " menyerahkan.


" Terima kasih banyak pak. " ungkap Kira.


Ia pun tanpa banyak tingkah langsung membukanya.



Terkejut-kejutlah Kira setelah melihat hasilnya.


" Mustahil?! " syoknya mata mulai berkaca-kaca.


" tunggu, ini jelas tidak mungkin! Apakah ada kesalahan? Apa mereka semua keliru? " gumam Kira gelisah panik.



" Kira?! " panggil Lucky agak keras.

__ADS_1


" Hah? I-iya pak? " sadar Kira linglung.


" Kamu diperbolehkan duduk kembali. " suruhnya.


" Iya, mohon maafkan saya. " ucap Kira sedikit kaku bergerak.


" aku yakin ini pasti ada kesalahan. " batin Kira bergemetar seraya berjalan.


" Vikor Midzy? " melanjutkan.


......................


Kelas beriuh, para siswa-siswi berhamburan keluar kelas.


" Ahh... Akhirnya bisa keluar juga dari penjara menyakitkan ini. Kepalaku hampir memiliki 3 tonjolan di atas, tahu? Tapi sekarang berbeda, kita memiliki perjalanan yang baru haha. " ujar salah satu siswi.


Nampak Kira berjalan seorang diri di tengah-tengah jalan lorong sekolah.


" Tuk, tuk, tuk. " suara ketukan sepatu menginjak lantai.


Sekonyong-konyong saja ada seseorang yang sengaja menubruk Kira hingga bisa terjatuh, akan tetapi beruntung kebetulan sekali di tempat itu keberadaan Xie sedang berdiam.


" Bukk! " bertabrakan.


" Uh! " kejut Kira.


" Puk! " berpelukan.


Xie yang demikian juga tak sengaja menahan Kira, sebab bertujuan ingin berjalan keluar dari ruangan kelas sontak terkaget-kaget.


Setelah Kira menoleh ke arahnya, sigap juga ia bangkit sendiri.


" Ada apa? Mengapa bisa terguncang? " tanya Xie.


" Tidak masalah. Maaf. " ucap Kira.


Xie langsung berjalan melewatinya. Kira hanya terpaku mendiam.


Tak lama kemudian,

__ADS_1


" Ini. " Xie menyodorkan lipatan surat kelulusan milik Kira yang rupanya ikut terjatuh.


__ADS_2