
" A-aa... T-tidak, bukan untuk itu. " jawab Kira gagap.
" Begitu?? " bingung Lucky.
Kira tertegun mendiam.
" jadi??? " ingin tahu Lucky.
Sempat mempaku sejenak akhir pun Kira buka mulut.
" Saya berniat untuk memasak. " ucap pelannya sambil menunduk.
" Memang... Apa yang sebelumnya saya katakan tadi? A-aa lupakan saja hehe. Wah rupanya Kira gadis yang rajin ya... Beruntung sekali. Kamu ingin memasak apa memangnya untuk nanti? " tutur Lucky.
" Tumis gorengan bayam balado. "jawabnya.
Keruan seketika Lucky ngeblangko.
" O-oh--- hah?! Tumis gorengan bayam balado? Oh tumis bayam. " paham Lucky.
" Tumis gorengan bayam balado. " lirih Kira.
__ADS_1
" Ba-baik, meski aku tidak begitu yakin... Eh tidak tidak! Maksudku begini, wow itu sangat luar biasa! Tentulah Kira. " ujar Lucky terpukau.
" um... Aku juga ingin ikut mencobanya nanti. Kira, jika boleh saya ingin minta resep masakan yang akan kamu buat itu? Um...? Ya... Kau tahu sendiri aku sangat begitu tertarik dengan apapun berbahan-bahan sayuran hehe... " tutur Lucky lagi tersengih.
" Eu-euu... Soal itu, mohon maaf sekali pak. U-um... Sebetulnya saya belum pernah mencoba dengan betul-betul tapi jika bapak benar-benar ingin, saya bisa membagikan video tutorial memasaknya, nanti Kira juga ikut menonton di channel yang sama. " jawabnya.
" Tunggu apa? O-oh... Haha jadi begitu, saya mengira... " kelakarnya.
Nampak Lucky hanya menatap sungguh ke wajah Kira seraya tersenyum geli hati. Menarik napas lalu berkata,
" sudah berapa lama kamu berpengalaman dalam pengelolaan tentang masak memasak? "
" U-um... Baru baru ini. " sahut lirih Kira.
" Berapa usia kamu tahun sekarang? " tanyanya lagi.
" Itu... U-um... 19 tahun. " gagap Kira.
" Tinggal hidup di dunia ini sudah 19 tahun dan baru bisa tertarik untuk melakukan goreng menggoreng sekarang kini? " sindir Lucky geli hati.
Kira perlahan menganggukkan kepala lalu menunduk.
__ADS_1
" huushhh... " Lucky membuang napas besar sembari memegang satu persatu belanjaan milik Kira.
" akan sangat merugikan untuk nanti jika tidak ada orang yang mengarahkanmu di saat pertama kali mencoba memasak. "
" oh iya benar, aku baru mampu mengingatnya. Oh tidak, bagaimana bisa saya melupakan orang itu. Um... Ya, sepertinya kamu bisa juga handal dalam hal memasak, hanya perlu pelatihan biasa saja. " sadar Lucky.
Entah sebab apa nampak Kira masih berdiam tak merenspons ricauan dari Gurunya tersebut.
" oh iya, apa kalian berdua memang biasa berbelanja sebanyak ini? " katanya lagi.
Kira seketika sedikit terkejut rasa bertanya-tanya benar-benar membeludak dalam dirinya.
" Sebenarnya sejauh mana Pak Lucky tahu hubungan antara aku dengan June Sin? " gumam Kira menatap Lucky.
" Mengapa? Ada yang salah? " bingung Lucky.
" O-oh... T-tidak. Mohon maaf sekali. Terima kasih atas perhatiannya, saya permisi. " pamit Kira beranjak meninggalkan.
Kira pergi berjalan menuju kasir di supermarket tersebut untuk membayar dengan cepat langsung bergegas-gegas pulang. Tiba di rumah ia lekas memulai memasak. Singkat waktu, makanan pun terlihat jelas sudah ada di depan matanya. Suapan pertama masuk, mengunyah dan mengenyam sontak Kira menghentikan kunyahan-Nya.
" Tidak ada yang beda. " keluh Kira.
__ADS_1
Tak lama, ia berdiri dari kursi beranjak kembali keluar rumah. Akhir pun Kira memutuskan diri untuk sarapan di luar lagi. Terlihat meski di waktu makan juga, gadis itu masih menyempatkan diri sambil belajar. 7 menit berlalu, sulit di percaya sekonyong-konyong saja Lucky entah darimana awal datangnya tiba-tiba hadir menghampiri duduk di kursi bersebelahan dengan Kira.
" Halo selamat pagi? Lagi? " sapanya tersengih.