BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 15


__ADS_3

" Brengsek kalian berdua! Terutama kau he!! Ada apa hah?! Mengapa kau mengganggu dia? Pada saat pelajaran tengah berlangsung juga!? Siapa namamu hah? Cepat! Cepat katakan!? " berang Lucky membentak.


Xie tak menyahut ocehan darinya. Ia menampakkan wajah dingin dihadapan Lucky.


" kau!! Tidak sopan sekali perilakumu! Kau juga! " gusar Lucky sembari menoyor kepala Kira.


Xie yang menyaksikan sikap Lucky seketika kejut terbelalak bentuk ketidakpercayaannya.


" akh tentu tidak aneh. He dengar! Jika tidak ada sahutan dari kalian lagi, bisa saja hari ini juga menjadi hari terakhir kalian berdua bersekolah disini! " ancamnya.


Sontak ucapan Lucky membuat Kira terkejut langsung.


" apa yang sedang coba kalian lakukan disini? Kalian bukan mata-mata dari sekolah lain? Ini pertama kalinya aku melihat kau dan kau juga! Aku benar-benar mencurigai bahwa... " perkataan Lucky terselang.


" Pak Lucky! " panggil seseorang dibelakang.


Terlihat seorang guru wanita dari lorong sekolah berlari menghampiri. Tibanya langsung mengatakan


" pak... huh...hah... pak Lucky, akhirnya aku bisa juga menemukan-Mu. Pak! Seorang siswa tengah mencoba untuk melakukan sebuah kriminal disekolah ini. Pak cepat datangi dia, bu Eilish dalam bahaya. " terengah-engah menjelaskan.


" Kriminal?? Apa hubungannya denganku? Eh tidak maksudnya, kriminal bagaimana? " kebingungan.


" Dia... hah...huh... dia menodongkan sebuah senjata tajam keleher bu Eilish Pak! Cepat! Dia mengancam jika tidak membawa Pak Lucky dihadapan-Nya, sekonyong-konyong ia tidak akan segan-segan melayangkan benda itu Pak! Cepat pergi Pak!! " sendat menjelaskan lagi.


Alhasil Lucky pun ikut panik kelisah tak keruan. Ia terkejut-kejut sebab ricauan dari guru tersebut. Lalu Lucky pun bergegas pergi.

__ADS_1


" He masuk kalian ke dalam kelas cepat! " teriaknya sembari berlari.


Sampainya ditempat tujuan,


" eh!! Berhenti! " lantang Lucky.


Siapa sangka, ternyata siswi yang tengah mengganggu itu adalah Silence. Pas sekali ketika Lucky datang, ia terlihat tengah berjalan hampir menusukkan benda tajam tersebut ke lehernya.


" Pak Lucky " kejut Silence ucap pelan.


Ia pun berjalan menghampiri Silence, kemudian berkata


" Ada apa denganmu? Kau adalah seorang siswa. " kata Lucky heran, marah.


Silence tersadar dan langsung menundukkan kepalanya.


Terlihat Silence malah melihat Lucky dengan tatapan suka.


" Saya minta maaf Pak. " ungkap Silence langsung meruyupkan kepalanya kembali.


" Mengapa meminta kepadaku? Siapa orang yang niat kau bunuh tadi? " hardiknya.


" Aku hanya mengira bahwa mereka semua bekerja sama untuk mendorong Pak Lucky hingga jatuh, itu sebabnya aku bertindak begini. " jelas Silence.


" Sulit dipercaya alasanmu itu. Berperilaku sewajarnya saja. Ingin mereka semua ini menjatuhkan atau bahkan sekalipun membunuhku, itu bukanlah sama sekali urusanmu. Kau harus bisa hidup normal seperti teman-temanmu yang lainnya. " ujar Lucky.

__ADS_1


Sontak ucapannya pun, mampu membuat Silence terkejut dan menatap mempaku lurus lagi ke wajah Lucky. Kemudian ia pun berkata


" Benar-benar minta maaf. Ibu mohon maafkan saya, dan juga... Guru-guru yang lainnya, mohon maafkan saya. " akunya.


" Sreet! " suara kursi digeser.


" Tidak bisa diterima, aku akan melaporkan masalah ini kepihak yang berwajib. " tampiknya.


" Tunggu! Apa? " kejut Lucky.


" Ini mengkhawatirkan, bagaimana jika dia melakukan hal itu kembali Pak Lucky. Saat tadi, aku benar-benar sangat bersyukur kepada tuhan, bahwa hari ini panggilanku belum terjadi. Tolong pikirkan baik-baik, jika hal itu terjadi lagi kepadaku atau bahkan kepada siapapun orang yang berada disekitarnya? Itu celaka! Perlukah kita melaporkan masalah ini? " keluh ringkasnya.


" Tidak bisa begitu! Dia ini murid kita. Itu akan sangat-sangat menjadi masalah besar bagi kita, bahkan Sekolah ini juga akan menjadi taruhannya. Keputusan itu tidak boleh dibawa main-main. Jangan lakukan itu. " sahut Lucky lagi.


" Lalu bagaimana? Apakah kita akan menggila disini karena kerisauan yang tak biasa? Yang lainnya tolong untuk berpikir bijak. " paniknya.


Kemudian, salah satu dari mereka mengajukan saran.


" Dibawa ke ahli psikologi bagaimana? Hanya merasa takut saja bahwa dia mengalami gangguan kejiwaan. Penyakit dalam benar-benar berbahaya sekali. Hal yang tak wajar ia bertindak seperti tadi. Mereka juga pasti lebih tahu dari kita apa yang sebenarnya diderita siswi ini. Dia akan disembuhkan. "


Terlihat Lucky dan Silence saling menatap dengan tajam.


" Ada apa? Mengapa kalian bertingkah begitu? " sembur Eilish.


Lucky langsung sadar.

__ADS_1


" Dia... Ya... Seperti-Nya aku lebih setuju dengan omongan-Nya. " sergap Lucky.


Silence hanya terpaku diam diposisi.


__ADS_2