BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Berkunjung #3


__ADS_3

Jelas sekali Kira mulai terbangun juga merasa sedikit panik.


" A-aaa... A-apakah begitu? O-oh... " kejutnya.


Mendengar mengamati kembali perkataan dari Lucky, batin Kira merasa tidak asing sekali akan bualan Guru tersebut.


" berbeda tapi mirip sekali. Jalan yang lain tapi isi kandungannya tidak jauh, sangat-sangat sama seperti yang pernah di ucapkan June Sin waktu lalu. " insaf Kira dalam pikiran. Memandang sungguh ke arah Lucky.


" Kau mengerti, 'kan hey Kira?! " panggilnya.


" O-oh... I-iya tentu pak. Mohon maafkan saya. " kejutnya tersadar.


" Lupakan saja. " wajah nampak sedikit kesal sembari menatap.


" apa yang membuatmu kemari sekarang? " lanjut tanya Lucky.


" A-aa... " gagunya.


Merasa tak ingin menahan juga, Kira akhir pun menyampaikan.


" begini pak, kedatangan saya kesini itu karena... " masih tergugu-gugu.

__ADS_1


Menarik napas dalam-dalam, kemudian mencoba kembali berungkap.


" s-saya ingin meminta anda menjadi Guru privat saya. " ucap langsungnya sembari menutup mata menundukkan kepala.


Keheningan tiba-tiba membungkus diantara momen mereka berdua.


" Guru privat? " cukup syok Lucky.


" Mohon bantuannya Pak Lucky! " pintanya bersungguh-sungguh.


" T-tunggu, bukan! Um... Begini, b-bagaimana kamu bisa tahu? S-saya? " wajah tampak sedikit linglung.


Kira yang demikian merasa bingung pun akan tanggapan yang ditunjukkan Lucky, sontak bertanya-tanya.




Kira yang perasa, kini mulai tidak nyaman akan situasinya yang menghadap.


Lucky menggaruk-garuk bagian jidatnya tunjuk rasa bingung. Tak lama, kemudian ia beranjak bangkit dari duduk.

__ADS_1


" um... Menjadi Guru privat ya? Jujur saja, jika memang tujuanmu benar begitu, seharusnya kau pasti sudah tahu? Di dalam artikelnya tentu mereka juga tidak melupakan deskripsi-deskripsi yang tertera di layar ponselmu itu, 'kan? " tanda Lucky.



Kira yang paham sigap bertindak.


" O-oh... I-iya tentu! " rusuhnya langsung mengodok ke dalam tasnya.


Kira mengeluarkan berbagai macam berkas yang tersimpan di dalam ranselnya itu.


" ini pak. S-saya juga tidak tahu apakah anda akan bisa menerima setelah melihat semua hasil kerja keras saya selama ini. " tutur Kira gelisah, berdiri menyodorkan.


" Tentu. " ringkas Lucky menerima.


Lalu, mereka berdua pun saling duduk kembali. Cepat Guru pria itu memeriksanya. Cukup lama waktu berjalan, ternyata Lucky benar menganalisa dengan cermat sekali terhadap data pribadi milik Kira tersebut.


Usai tiba.


" huh... Baiklah. " menghela napas.


" jujur saja, sebenarnya jika kamu tidak melakukan transisi sekolah di setiap semester ke dua sedang berlangsung atau di mulai, percaya kepada aku nilai kamu tidak akan seberantakan ini bagi saya pribadi. "

__ADS_1


" bagaimana bisa kamu tidak menyelesaikan tugas dengan benar? Coba perhatikan, dengar dan amati apa yang aku bicarakan ini. Tidak perlu jauh-jauh untuk bisa memahaminya, ringkas saja. Kamu membuat fondasi rumah di lingkungan kota, lalu dengan secara tidak masuk akal tidak wajar sekali langsung begitu saja membangun atap rumah di lingkungan desa? Menurutmu sendiri bagaimana mendengarnya? Bukankah atap itu jelas akan roboh? 'kan??? Ini secara realitas-Nya saja. "


" sulit Ku-percayai, disini tertera jelas kamu mengalami migrasi sekolah secara berkali-kali, bahkan dari awal sekolah dasar hingga sekarang masa atas pun juga terjadi. Ilmu yang seharusnya kamu dapat, itu mereka berjatuhan terus di jalanan. " lanjut ricau Lucky.


__ADS_2