BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode #98


__ADS_3

" Kira. " panggil seseorang dari arah belakangnya.


Sontak ia pun terhenti. Menoleh.


" Pa-pak Lucky? " syok Kira suara bernada pelan.


" perempuan itu... " lanjut kejutnya.


" Kira ayo. " lontar Lucky berjalan ke arahnya.


" wah wah... Apakah peringatan model begini tidak terlalu kasar menurutmu? " lanjut ucapnya.


" A-apa maksudnya itu pak Lucky? " bingung Kira agak khawatir.


" Kode yang sangat keras hehe... " kata Lucky tersengih.


" kalo jadinya memang begitu... Yasudah, mari kita lakukan. Kau sudah selesai dengan urusan di sekolah ini sekarang? Sepertinya hari juga sudah menenggelam. Mari, kita pergi. Bukankah kau sangat menunggu? " tutur Lucky seraya mendekatinya.


" ikuti saja apa yang aku katakan. " bisik Lucky.


Lalu ia pun berbalik badan untuk hendak pergi.


Kira yang merasa keresahan kebingungan akan tingkahnya Guru tersebut, akhir pun lekas mengikuti juga dari belakang, berlari melewati Silence menyusul Lucky.


Sampainya di depan gerbang, ia terhenti berjalan.


" terima kasih ya Kira. " ucap Lucky tersenyum membelakangi.


" Saya sama sekali tidak pah-- " ujar Kira dipotong.

__ADS_1


" Ayo silahkan masuk. " membuka pintu mobil.


Kebuncahan-Nya semakin menjadi. Menoleh lagi ke belabelakang, nyata Silence benar-benar sedang memperhatikan mereka berdua bertingkah.


" ayo masuk. " lirih Lucky menyuruh sembari tersegih.


Tak lama, Kira pun berkeputusan untuk mengikuti arahan yang di berikan Lucky. Kemudian, jalanlah mobil itu. Singkat waktu, sepanjang perjalanan tak ada lemparan kata apapun yang Lucky berikan.


Tentu rasa keinginan tahuan Kira daritadi memang meningkat. Rasa canggup, ternyata masih bisa hadir untuk berkata. Tapi alhasil, ia mencoba membuka pembicaraan.


" Pak Lucky, saya bisa berpulang sendiri. Sebaiknya, bapak segera temui kekasih yang tadi dibicarakan itu. " perintah Kira.


" Oh... Soal itu. Tidak usah khawatir, aku sudah menemuinya. " jawab Lucky.


" Hah? O-oh... Benarkah? " Kira terperanjat.


Lucky mengangguk-angguk.


" Ada apa? Berita bagus, bukan? " ujar Lucky.


" Um... " Kira mengangguk perlahan.


" Ya... Sulit dipercaya juga, keadaan cepat berubah. " lanjut kata Lucky.


Senyap disela obrolan, kemudian Kira berujar.


" Pak Lucky, saya mampu bergerak pulang sendiri. Bapak pasti kelelahan setelah seharian cukup penuh hanya berdiam di ruangan tadi. " ungkap Kira.


" Oh... Apakah begitu... Benarkah saat ini kau merasa letih? " sembur Lucky.

__ADS_1


" B-bukan tentu bukan. " rusuh gugup Kira menyahut.


" Jika kita langsung pergi, lalu bagaimana dengan janjinya? Sangat menjengkelkan jika melanggar. Aku mengira, kau itu sudah merasakan lapar, tapi rupanya belum? " paham Lucky.


" M-mohon maaf sebelumnya pak, maksud pak Lucky itu apa ya? Janji? Pada awal, sepertinya saya tidak mengatakan apapun untuk ke depannyan itu menjajikan. " bingung Kira.


" Argh... Yang benar saja kau ini Kira TvT sekarang ini kita sudah bisa terbang bebas, 'kan hey?


Sejujurnya, kini aku merasa lapar sekali. Sekali jalan, datangnya aku kesini untuk membayar hidangan yang sudah kamu pilih nanti. Makanan disana enak². " papar Lucky sembari menyetir.


" itu akan terbiasa, ayo... " sahutnya.


Seketika Kira mulai menyadari.


" O-oh... Sebenarnya saya sama-- " diselang.


" Nikmati saja ya Kira. " lembut suara Lucky mengingatkan serta tersenyum.


Cukup lama sepanjang perjalanan, akhir pun mereka sampai.


Kemudian seorang pelayan datang berjalan menghampiri meja.


" Selamat datang. Tuan, nyon-- um... Adek ingin pesan apa? " tanya pelayan agak syok.


" Apapun untuk mengenyangkan perut kami. " jawab sigap Lucky.


" O-oh... Baik tuan. Ingin minumannya? " balik bertanya.


" sparkling wine 2 botol. " sahutnya lagi.

__ADS_1


" Baik, pesanan sudah diterima. Mohon untuk menunggu. " katanya lalu pergi.


__ADS_2