
" haha... ini menggelikan hati sungguh! Tapi apapun itu aku sangat terkesan menyaksikan-Nya haha... " ucap-Nya.
Tiba-tiba,
" Buk!! " meninju keras.
Siapa duga Kira dengan beraninya memukul tepat di wajah laki-laki tersebut, saking kuatnya melawan sampai dia pun akhirnya melepaskan cengkraman-Nya, karena serangan dari Kira hingga ia jatuh langsung membelakangi Kira refleks bentuk rasa terkejut.
" Ukh!... uhuk uhuk... " keluh pria itu spontan serta langsung batuk.
" luar biasa hehe... hebat. " cengang-Nya tersengih.
Kemudian ia menoleh lagi ke belakang, terkejutlah laki-laki itu melihat Kira yang tengah kabur berlari cepat menjauh, tersenyum terkesan akan kelakuan yang diperbuat Kira, namun terlihat si pria tak merasa panik ataupun takut ia malah menunjukkan wajah tertawa kecil tersenyum sambil menatap Kira yang sedang kesulitan melarikan diri mungkin itu karena bekas luka yang ia dapati dari kecelakaan sebelumnya.
Laki-laki tersebut beranjak berdiri perlahan, lalu merasa tertarik untuk ikut bersenang-senang pun dia mengejar juga, bertambah gelisah resahlah Kira akan situasinya sekarang meski dengan kondisi tubuh yang sangat payah dia berusaha keras terus berlari menghindar dari kejaran-Nya, tapi itu tak berlangsung lama sebab mendabak,
" Bruk! " tertabrak, menabrak.
" Aaahh!! " teriak-Nya mengerang.
Seseorang pas berada di arah depan jalan Kira berlari, lantaran sudah merasa lemas lelah Kira tak mampu menahan menyeimbangkan tubuhnya sendiri akhir pun ia terpental keras bertabrakan dengan badan orang itu, hasil Kira jatuh kasar menyisi langsung berposisi tengkurap. Kemudian bangkit kembali dan berpindah posisi duduk.
" Ha huh... ha huh... ha wusshh... " engahan Kira.
Terdengar napas Kira sudah tak beratur saking kuat rasa gelisah takut juga panik di dalam dirinya.
" Plak! " laki-laki itu memukul leher temannya sendiri.
" He bodoh! Bagaimana jika kau melukai-Nya he!? " tegur si lelaki murka.
" Aw... " rintihnya langsung memegang leher yang usai ditabok.
" lah Je, bukankah kau sendiri yang berulah memulainya? " ujarnya.
" Dengar, sebelum dan sekarang itu berbeda. " maki-Nya marah.
Kemudian laki-laki itu berjalan lagi menghampiri Kira yang tengah duduk lemas di tepi jalanan. Jalan dan berjalan mendekat hingga beberapa langkah lagi sampai sekonyong-konyong saja,
" Vroom vrom vrom!... " mengegas motor dengan kecepatan penuh berjalan ke arah si lelaki.
Seketika hal itu menjadi pusat perhatian mereka semua.
" Vroom!!! " ngebut menghampiri.
__ADS_1
Motor direm mendadak dan dilepas pegangan pas di arah depan Je yang tengah berjalan mendekati Kira, hasil pun kendaraan itu mengarah ke arahnya.
" Gedebug!... " suara jatuh.
" Ssss...sreeet... " suara motor bergesekan dengan aspal.
Beruntung Je tangkas menjatuhkam diri ke arah lain untuk menghindar.
Pengendara motor itu berdiri dan gesit berlari ke arah Kira lalu langsung menggendong-Nya dengan tangkas sekali dan lekas melarikan diri membawa Kira di pangkuannya
" Bertahanlah. " ucap-Nya.
Jelas saja Je juga teman-temannya terkejut-kejut melihat aksi yang berada pas di hadapan mereka tersebut.
" Apa itu? " syok si laki-laki.
Para gerombolan pun tanpa pikir panjang langsung mengejar, sedangkan si lelaki tadi nampak masih mempaku di tempat saking kejut dirinya hampir tertimpa amukan motor berukuran lumayan besar menggelinding ke arahnya tadi. Tak lama kemudian tersadar sebab melihat rekan-rekannya yang sedang berlari cepat sambil berteriak-teriak mengejar si pengendara bermotor tersebut.
" He! Tunggu! He gunakan motor kalian masing-masing agar bisa mencegatnya he! Arrghh memang bodoh mereka semua. " lantangnya memperingati.
" Tap tap tap tap... " berlari cepat.
" Ha huh... ha huh... ha wusshh... " si pengendara motor terengah-engah menggendong Kira.
Terus berlari ia pun mengakali agar dapat menghindar dari kejaran gerombolan tersebut.
Lama waktu bergerak akhirnya ia berhasil kabur menghilang dari hadapan jalan mereka berlari. Kira dibawa bersembunyi. Saking berupaya keras-Nya ia mencapai keberhasilan melarikan diri dari kejaran tersebut hingga nafas tersengal-sengal lantaran rasa lelah yang menerjang, ia pun langsung duduk untuk mengatur tarikan udara segar memompa paru-paru serta melepaskan helm yang dikenakan-Nya. Tak lama kemudian menoleh ke arah Kira, ia baru menyadari bahwa wanita itu ternyata daritadi memegang erat sekali di baju si pengendara motor tersebut serta memejamkan matanya, nampak wajah sangat dipenuhi ketakutan yang mendalam hingga detakan jantungnya tak beratur terasa sekali ditubuh-Nya. Menghela napas ia pun memanggil.
" Tenanglah. Kau aman. "
Perlahan Kira membuka matanya, penglihatan kabur terlihat wajah seseorang didepan pandangan-Nya. Tak lama indra penglihat mulai menjelas, tidak butuh waktu pangjang Kira langsung turun dari pangkuannya.
" Uh! " kejutnya.
Pria itu tersenyum.
Kesunyian diantara mereka berdua, Kira berucap tersendat-sendat mengungkapkan atas rasa bersyukur-Nya.
" t-terima kasih banyak! A-aku benar-benar... berterima kasih! " gagap Kira menundukkan kepala.
" Tidak tidak tidak apa haha... " sahutnya geli hati dan tertawa.
__ADS_1
" T-terima kasih. " kata Kira lagi.
" Sudah sudah, haha... itu melebihi kapasitas ucapan manusia, tidak perlu. " jawabnya.
" baiklah, kau baik-baik saja? " tanya laki-laki itu.
Kira mengangguk.
" Iya, sangat baik sekali. " sahutnya.
" Ya haha... aku juga sudah berpikir kau orang yang kuat tentu tidak mengapa hanya perkara kecil seperti tadi bukan haha... " celoteh laki-laki lagi menggelak.
" Kamu siapa? " tanya Kira.
Seketika gelakak-Nya terhenti dan menjawab.
" Perlukah Ku-beritahu? Baiklah... jika memaksa haha... aku Anju. Pria bernama Anju. " tersengih lagi.
Kira mengangguk-angguk nampak dari raut muka seperti menatap aneh terhadap si laki-laki.
" hey hey, berhenti mengawasi-Ku dengan cara seperti itu... tidak perlu mengkhawatirkan apapun, tentu aku bukanlah orang jahat dengar! Juga... jangan pernah memikirkan tentang-Ku apalagi menghiraukan masalah seperti tadi haha... itu bisa dikatakan hanya sebatas upama seseorang membuang sampah sembarangan jadi... ya... hal itu sangat tidak penting untuk diperhatikan keras. " senda gurau-Nya
Kira mengangguk kembali bentuk merenspons ujaran laki-laki tersebut.
Mereka saling menatap, tak berlangsung lama Anju memalingkan muka sembari tersenyum manis.
" baiklah, sekarang kamu aman karena aku ada disini, jadi jangan cemaskan apapun tidak perlu takut mengerti. " ujarnya.
" Ssss...sreeet... ssss... sreeet... " suara sesuatu bergesekan keras menerjun ke arah mereka berdua.
Spontan Kira juga Anju menoleh ke samping, terkejut-kejutlah mereka melihat sebuah motor dengan posisi yang sama seperti yang dilakukan Anju kepada laki-laki tadi menyerang ke arah mereka tanpa pengendali, sigap Anju mendorong kuat Kira yang tengah duduk disamping-Nya itu agar menepi menghindar.
" Buk! " mendorong.
" Uhk! " rintih Kira kaget.
" Gedebug! Bruk!! " bertabrakan.
Alhasil pun Anju tak bisa menahan sebab serangan itu datang secara tiba-tiba, ia tertabrak kendaraan yang melaju kencang ke arahnya lalu jatuh bersamaan dengan motor tersebut.
" Brak! " jatuh.
Jelas sekali Kira terperanjat mata membelalak menyaksikan kecelakaan terjadi di hadapan-Nya.
__ADS_1