BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri

BLUE FLOWER : Pertahankan Keperawanan-Diri
Episode 13


__ADS_3

" aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Silence... " gumam-Nya sedikit renungan.


" lalu, diantara kalian ada yang melihat dia baru baru ini tidak? Selain terakhir kali dilihat wanita itu tadi? " seru Lucky kembali bertanya.


Tidak ada yang membalas pertanyaan.


" baiklah, mungkin ini akan menjadi sedikit masalah bagi Silence. Jika ada yang bertemu dengannya nanti, beritahu Dia! Datang ke ruangan saya paham!? " lantangnya.


" Iya Pak! " menyeru.


" Silahkan untuk memulai pelajarannya. Sekretaris ayo. "  ucap Lucky.


Lama menunggu waktu berjalan tiba-tiba telepon milik Lucky berbunyi, lalu memeriksa ponselnya, dan ternyata teman sesama guru itu mengirimkan sebuah pesan


" Pak tolong untuk benar-benar mengajar anak-anak di kelas nanti ya, ingat pesanku kemarin hari. Aku sungguh mengandalkanmu, minta tolong. Terima kasih untuk sebelum juga sesudahnya. " ungkap guru tersebut dalam chat pribadi.


" Hehe... Dia ini. Aku kira dia benar-benar seorang guru yang pintar, nyatanya nol sekali di hadapanku sekarang. Aaarrggh sungguh menjengkelkan. " merajuk.


" nanti jika sudah selesai menulisnya, cepat kumpulkan! Aku akan memeriksa siapa diantara kalian yang akan menjadi manusia tidak berguna di dunia ini, mengerti!? " ucap Lucky dengan lantang.


" Baik Pak! " menyeru kembali.


Kemudian Lucky berjalan keluar kelas menuju ruang kelas lainnya. Sebelum ia masuk ternyata memang sudah terdengar jelas suara kebisingan siswa-siswi disana.


" Tok tok tok " suara pintu diketuk.


Saat mereka menoleh ke arah sumber bunyi tersebut, dengan seketika juga mereka berlarian sigap untuk duduk di kursi masing-masing.


" Pak Lucky Pak Lucky he!! Duduk cepat " gaduhnya.


" Diam diam " ujar salah satu juga.


Terlihat mereka sangat rapi, senyap dalam posisinya masing-masing.


" Hebat! Didikan yang diberikan si guru unggas itu haha... Diluar batas kemampuan daya pikir-Ku. Ya itu bagus. " gumam ia tercengang.

__ADS_1


Berjalan menuju meja, ia berdiri di depan kelas dan berkata


" siang semuanya. " sapa Lucky.


" Selamat siang Pak " serunya.


" Baik. Terima kasih sebelumnya. Euu... Oh mungkin kalian sedikit terkejut akan kehadiran saya disini, tapi tujuan saya kemari itu adalah hanya membalas kebaikan dari wakil kelas kalian. Dia juga sempat menyuruhku untuk melakukan ini sebelumnya. Ia menitipkan kalian kepadaku jadi, tolong untuk kerja samanya paham? " ricau Lucky.


" Mengerti Pak! " seru mereka.


Lucky terdiam sejenak memulihkan ingatan.


" Oh! Tugas dihari sabtu yang bertulis soal pertanyaan segera kumpulkan di atas meja ini cepat!! " tersadar, lantangnya.


" eh tunggu! Agar kalian semua tidak ada yang berusaha untuk berbohong, sebaiknya aku akan mengabsen satu persatu, dan kalian berurutan maju ke depan untuk memberikan tugas itu. Paham? " selangnya menjelaskan.


" Baik Pak. " sahut mereka.


" Sunny marie? " panggil Lucky.


" Baik. Terima kasih. Lalu, Clarissa Jones? " lanjut memanggil.


" Saya! " berdiri, menghampiri.


" Jonny son? "


" Saya! " balasnya juga menghampiri.


" Harry Reid? " memanggil.


" Saya! " jawab Harry.


" June Sin? "


Tidak ada sahutan dari orang tersebut tetapi seseorang maju ke depan menghampiri meja Lucky, lalu berkata.

__ADS_1


" Hehe... Aku lupa untuk mengerjakannya Pak sungguh! " ungkap ia sedikit tertawa.


" Oh benarkah? Baik-baik. Kemari, berdiri didepan sana. " suruh Lucky menunjuk.


Siswa itupun mengikuti apa yang diperintahkan. Lucky berdiri dan langsung berhadapan dengan June Sin, membelakangi para siswa lainnya. Tiba-tiba


" Buk!! " memukul lutut murid tersebut.


" Aaahh!!! " rintihnya menahan sakit.


" Kepalamu terbentur apa hah? Sampai bisa mengeluarkan kata lupa? " ujar Lucky memberang.


" Saya minta maaf Pak " sahut Siswa tersebut sembari memegang lututnya.


" Butuh pengobatan? Ya agar ingatanmu nanti tidak mudah lemah lagi dalam hal apapun itu. Ini penting kau tahu? Tidak ingin menyia-nyiakan uang yang telah orang tuamu berikan untuk bisa belajar disini? Aku bisa saja membenturkan kepalamu sebagai pengobatannya. " ketus Lucky menyeringai.


Mendabak


" anu... Pak Lu..Lucky. S..saya Kira juga tidak mengerjakan tugas. " menggagap.


Kira mengungkapkan pas dibelakang Lucky.



" Aaah huh... " berdesah seraya mengangkat tangannya dipinggang bentuk rasa gerah juga berangnya.


Sekonyong-konyong


" Plak!! " menampar keras.


Lucky memukul pas dipipi Kira dengan telapak tangannya.


" Akh! " erang Kira bernada pendek.


__ADS_1


__ADS_2