
"APA!!!!"Ervan sedikit teriak kaget
Ervan mematikan ponselnya segera beranjak pergi dengan tergesa gesa meraih kunci mobil dan jas yang tergantung di kursinya di lihat seketaris pribadinya tengah menghubungi seseorang lalu menatap sang bos yang tengah terburu buru
"Reno...kamu handel semua pekerjaan saya hari ini...saya ada urusan penting!."Ujar Ervan lalu beranjak pergi
"Dihh bocahhh ini gue lagi gue lagi...kuliah libur pekerjaan banyak..dasar bos pemerintah untung temen kalau ga gue makan tuh muka lo yang datar."Keluh Reno sang seketaris
yah jadi Reno adalah sahabat,teman sekaligus seketaris pribadinya
Ervan mengebudi dengan kecepatan sedang bagaimana pun keselamatan adalah yang utama ia selalu ingat pesan mamanya itu meski pun dalam masalah besar atau keadaan darurat keselamatan adalah yah utama.
Di tempat lain ruangan yang bau obat obatan..Gadis mungil tengah terbaring lemah lutut nya di perban akibat tersungkur tadi Angga masih setia mengenggam tangan Erin.
Revan,Kiran dan Andre hanya menatap heran tidak dengan Lisa,Nisa, dan Gina mereka sudah mengetahui kalau Angga menyukai Erin.
"Oiii tuhh tangan nyosor aja."umpat Andre
"Ngga tau tuh."Lanjut Revan
"Bilang aja kalian cemburu."Celetuk Gina
"Diem deh lola!."Ketus Revan
"Ga usah marah juga kale ahh." Celah Lisa
Angga merasakan ada yang bergerak di dalam genggamannya ternyata itu tangan Erin yang mulai bergerak perlahan matanya membuka melihat sekelilingnya
"Dimana aku."Lirihnya mencoba untuk duduk namun di tahan oleh Angga
"Kamu di UKS ... jangan banyak bergerak dulu." Perintah Angga
"Kok bisa di sini?." Tanya Erin yang masih belum ingat sepenuhnya
"Wahhh Lola nihhh ketularan si Miss Lola sebelah gue." Cibir Andre
"Enak aja lo." Ucap sambil Gina menginjak kaki Andre
"awwww.."Pekiknya
"Hahahah!!!." Tawa mereka
Erin hanya tersenyum dengan ada teman temanya sedikit menghilangkan rasa sakitnya
Ervan sudah sampai di depan sekolah Erin..karena ini jam pelajaran jadi suasana sekolah nampak sepi Ervan bergegas menuju ruang UKS.
Di depan UKS nampak anak PMR yang sedang berjaga Ervan menghampiri mereka.
"Assalamualaikum..Permisi Erin di mana?."Tanya Ervan dengan wajah khas dinginnya
Ketika anak PMR itu membungkuk hormat dan berkata "Waalaikumsalam..Ada tuan di dalam!."Ucapnya lembut,Ervan langsung masuk dan menemukan sang Adik tercintanya tengah terbaring di bangkar dengan beberapa teman di samping nya namun ia melihat gadis yang familiar menurutnya
"Assalamualaikum.."Ervan masuk dan mendapat perhatian semua orang
"Waalaikumsalam..."Ucap mereka serentak
"kaka!."Lirih Erin
Lisa membulatkan mata bagaimana bisa cowo yang ia temui tempo hari memiliki wajah dingin,cuek dan arogan adalah kaka Erin woww..
Tatapan Ervan berubah menjadi lembut saat menatap Erin "Bagimana keadaan mu?."Tanyanya
'wow perbedaan yang drastis'Batin teman temanya yang hampir sama semua
"Aku ga apa apa kak."Jelas Erin berusaha bangun di bantu oleh Angga
__ADS_1
"Erin itu kaka lo."Bisik Lisa membuat Erin mengangguk Lisa menatap Ervan sinis
"Ayo pulang." Ajak Ervan
"Tapi ka--."
"Biar teman mu yang mengizinkan ke guru dan tas biar Pak Amir yang bawa."Jelas Ervan yang tau bahwa adiknya belum melakukan apa pun
"iya Erin sebaiknya kamu pulang..soal Kisi kisi buat nanti biar aku bakalan liatin ke kamu yah."Kiran memberi pengertian
"Terus nanti kamu pulang sama siapa?." Tanya Erin
"Biar gue yang nganter dia."Celetuk Revan
"Baik lah."Ucap Erin yang merasa hatinya mulai tak enak
Ervan membantu Erin turun dari bangkar Erin menatap teman temannya "Aku pulang dulu yah Assalamualaikum."Pamitnya
"Waalaikumsalam ... cepat sembuh Erin."Ucap mereka serentak dan mulai pergi ke kelas untuk mengikuti pelajaran lainnya
Di sepanjang jalan menuju parkiran Ervan tak henti memapah Erin hingga sampai parkiran mereka masuk dan duduk di kursi belakang karena Ervan menyuruh Pak Amir datang untuk menjemputnya.
Di samping itu dua orang cewe tengah melalukan sesuatu dan tersenyum licik
Ckrekk
"Bagus...Nanti kita pajang ini di mading dengan tulisan cewe murahan penggoda pembisnis muda hahaha.."Fandra tersenyum licik sambil memperhatikan Shalsa yang tengah memotret beberapa gambar Erin dan Ervan.
"Hahha...gue ga akan biarin lo Erin bebas begitu aja!!!."Ucap Shalsa di tengah tawanya..kemudian mereka pergi ke kelasnya masing masing.
Ervan dan Erin sudah sampai di kediaman keluarga Wijaya..keduanya turun Ervan kembali memapah tubuh Erin yang lemas ke dalam rumah.
"Assalamualaikum.."Ucap Ervan yang menuju ruang tamu nampak Shiren turun dari tangga dan terkejut melihat Putranya memapah Erin.
"Waalaikumsalam...ya ampunn..apa yang terjadi nakk." ucap Shiren khawatir dan duduk di samping Erin
Shiren memegang tangan Erin seketidak dia terkejut karena suhu badan Erin sangat panas.
"Sayang kamu demam nak...kita ke dokter yah!!." Lirih Shiren sedih
Erin menggeleng lalu ia bersender lemah di atas sofa memperhatikan dua orang yang tengah mengkhawatirkannya Shiren membelai pipi sang putri dengan penuh kasih sayang.
"Erin ga apa apa mah." Ucap nya lembut sambil meraih tangan sang mama dan mengusapnya lembut.
"Nga apa apa gimana kamu sampai jatuh pingsan dan lihat!! kaki kamu terluka Nak!." sahut Shiren dengan nanda kesal
"ma..lebih baik bawa Erin ke kamarnya aja biar dia istirahat Ervan mau mencari tahu apa yang terjadi sama Erin sebenarnya." Jelas Ervan
"Baik lah!! Ayo sayang." Shiren memapah Erin menuju kamarnya sampai di sana ia membantu Erin membuka kan sepatu dan hijab yang di kenakannya.
"Terimakasih mah..mama ga usah khawatir Erin baik baik aja kok!." Ucap Erin yang tidak mau melihat mama tercintanya sedih.
"Baik lah...kamu istirahat nanti mama siapkan makan dan minum..nanti dokter akan datang ke sini!." Ucap Shiren yang lalu pergi
Erin memejamkan matanya tak terasa butiran bening menetes di kelopak matanya sakit!!!itu lah yang di rasakan Erin bukan sakit karena ia pingsan atau jatuh ia sakit melihat Orang yang dia cintai justru mencintai yang lain sedih rasanya ketika kita melihat orang yang kita sayang perhatian pada orang lain.
Lama Erin menangis membuatnya terlelap dengan sisa air mata yang membasahi wajah nya.
Shiren pergi ke kamarnya lalu meraih telepon gengam nya dan menghubungi sang suami karena ia tahu ketika Erin sakit sulit sekali untuk makan dan meminum obat namun Erin akan luluh jika bersama Yudha.
"Assalamaualaikum sayang...Ada apa kok tumben menghubungi aku." Ucap Yudha dari sebrang
"Waalaikumsalam mas..Erin mass..Erin tadi jatuh pingsan di sekolah dan sekarang suhu tubuhnya panas dia tak ingin di ajak ke dokter." Lirih Shiren sedih
Yudha yang tengah duduk di kursi kehormatannya kini berdiri cepat "Apa!!!Bagimana bisa mah?."Tanya Yudha mulai panik
__ADS_1
"Mama ngga tau paa Erin belum ingin berbicara dari tadi dia hanya diam dan mengatakan baik baik saja..mama takut Erin kenapa napa pah."
"Mama tenang aja..Papa pulang sekarang dan soal Jatuh pingsannya Erin di sekolah kita tanyakan Kiran nanti saat nyampai rumah." jelas Yudha yang meraih kunci mobilnya lalu beranjak ke luar
"Iya pah...mama tutup ya Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam sayang."
Yudha keluar nampak Reno seketaris Ervan tengah berdiri dan menunjukan sesuatu namun Yudha menolak "kata kan pada Bani seketari saya handel semua pekerjaan saya hari ini dan..untuk tanda tangan ini kirim aja lewat supir saya agar di kirim ke rumah..ada hal penting jadi saya harus segera pergi."jelas Yudha dan beranjak pergi begitu aja.
"Ya Ampunnn dosa apa kah hamba ini di berikan atasan seperti mereka Anak dan Bapa sama aja ... sama sama ribet sendiri hufff tapii da apa atu sultan mah bebas."Keluh Reno lagi
Yudha mengendarai mobil nya menuju kediaman Wijaya di jalan ia menghubungin dokter pirbadinya untuk datang ke rumah sekarang juga.
Di sekolah semua siswa tengah bersiap untuk pulang.seperti yang di katakan Revan ia akan mengantar Kiran menuju rumah Erin sekaligus ia ingin menjenguk Erin.
"Ayo!!." Ajak Revan menarik ujung baju Kiran.
"Yahh!." Ucap Kiran sambil tersenyum.
Di perjalanan tak ada satu pun yang berbicara hanya suara mesin yang terdengar Kiran yang sibuk memperhatikan Jalan lewat jendela mobil ia sangat khawatir akan temannya sekarang dan Revan yang mengetahui kegundahan Kiran sesekali memperhatikannya.
"Ngga usah khawatir gue yakin dia baik baik aja kok." Sahut Revan mencoba menenangkan Kiran
"Semoga aja..." Kiran tersenyum ke arah Revan.
Yudha sudah sampai dan turun dari mobil lalu bergegas mesuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum mah...Van!!." Sahut Yudha
"Waalaikumsalam pahh."Ucap keduanya yang baru turun dari atas
"Bagimana keadaan Erin?."Tanya Yudha to the poin sambil sedikit melonggarkan Dasinya
"Dia sedang tidur pah." Jawab Ervan
"Bentar lagi Dokter Riyan akan segera datang." Ucap Yudha yang duduk si ruang tamu
Tok tok tok!!
Ketukan pintu berhasil mengalihkan ketiga orang itu Ervan Beranjak dari duduk nya dan membuka pintu nampak Dua orang tengah berdiri di depan pintu.
"Assalamualaikum kak.." Sapanya
"Waalaikumsalam ayo masuk!." Ucap Ervan
Kiran dan Revan masuk kedalam rumah mewah itu.Bagi Revan ini adalah yang pertama masuk kedalam kediaman Wijaya itu dan hal yang langka bagi setiap orang..Ruang tamu dengan desain gold lampu yang menggantung mewah di atas sofa dan meja import dari prancis menampakan keindahan dan kenyamanan bagi yang berkunjung ke rumah ini.
"Assalamaualaikum omm tante."Ucap keduanya Serentak
"Waalaikumsalam sini duduk nak!."
"Bagaimana keadaan Erin om..Tante."Tanya Kiran
"Dia masih tertidur suhu badannya mendadak naik sepertinya dia demam!." Ujar Shiren
"Bagaimana ini bisa terjadi Van?."Tanya Yudha dengan tatapan serius
"Begini om ... Sebenarnya kita lagi bermain voli setelah penilaian buat UAS nanti ketika Erin hendak melempar bola tiba tiba bola dari arah lain menyundul kepala Erin hingga tersungkur dan pingsan..Kami sudah mencari tau ternyata itu perbuatan Fandra dan Shalsa om kita udah mengancam mereka tadi!!tapi yang kami takut mereka akan bertindak lagi." Dengan nada yang gemetar Revan bercerita panjang
Nampak Yudha dan Ervan mengepal kuat tangannya aura kemarahan kini mulai muncul..bagaimana bisa??Erin putri satu satunya keluarga wijaya di perlakukan seperti itu..sungguh tidak sopan!!
"Kurang ajar!!!." Teriak Yudha murka
__ADS_1
"Sabar pah besok kita kasih pelajaran!!."Ervan dengan nada marahnya
"Jangan biarkan mereka lolos!!!aku ingin melihat mereka hancur dan merasakan apa yang Erin rasakan saat ini!!!."Ucap Yudha dengan tangan yang masih mengepal kuat.