
Sekitar pukul 11 malam, Dimas baru pulang, saat ia baru masuk, al pertama yang ia lihat adalah seorang gadis yang terbaring di sofa.
Dimas berjalan menghampirinya, dalam diam Dimas memperhatikan gadis itu.
"Mau sampai kapan kamu akan mampu bertahan, Nit?"gumam Dimas
Dimas meninggalkan ruang tv, ia berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Namun, matanya membulat saat melihat begitu banyak hidang yang tersaji di atas meja makan. Dimas yakin kalau semuanya ini Anitalah yang membuatnya.
Dimas menarik kursi dan duduk di meja makan, ia menatap makanan itu. Dengan semua ini ia semakin sulit untuk mengambil keputusan.
Karena tidak ingin mengecewakan gadis itu semakin dalm, Dimas meutuskn untuk mencicipi masakan gadis itu.
"Semuanya terasa sangat lezat, aku sudah sabgat merindukan semua ini"gumamnya. Dimas mencicipi semua makanan itu, tapi tidak lebih dari dua sendok. Karena ia masih gengsi untuk mengakui kalah ia sedang berusaha menyingkirkan ego ke manusiaannya.
"Aku tidak mau menambah masalah, tapi kalau masalah yang mencariku.... Entahlah.."gumam Dimas, berllau meninggalkan dapur.
____
Pukul 12 Anita terbangun dari tidurnya, badanya terasa remuk karena posisi tidurnya yang tak beraturan. Ia mengusap matanya dan melihat sekitarnya.
"Apa dia belum pulang?"gumam Anita.
Ia pun berdiri dan berjalan ke depan , Anita melihat sudah ada sepeda motor Dimas terpakir di depan rumah.
"Berarti dia sudah pulang, tapi kenapa dia nggak bangunin aku" Anita memutuskan untuk berjalan ke dapur. Dia melihat makanan yang ada di atas meja masih seperti semula. Itu berarti makanan itu belum di sentuh sedikit pun.
Anita sangat sedih, ingin rasanya dia menangis tapi semua itu dia tahan. Dia harus sabar, karena dia yakin kalau Dimas sengaja melakukan ini agar dia menyerah. Anita nggak habis pikir dengan cowok itu, bukankah mereka saling mencintai lalu kenapa dia nggak mau bersama.
__ADS_1
"Kamu keras, maka lebih keras pula aku."gumam Anita yakin.
Dari pada mubazir, Anita pun memutuskan untuk memakan semua makanan yang telah ia masak.
"Aku capek memasak semua ini, kalau kamu nggak mau ya sudah, biar aku yang makan" gumamnya.
____
Dimas terbangun dari tidurnya, dia pun mulai bersiap untuk bekerja. Setelah semuanya siap dan dia sudah rapi dengan seragamnya kerjanya.
Dimas keluar dari kamar, Dimas berjalan ke dapur, di sana ia melihat Anita sedang menikmati sarapannya. Tapi Dimas merasakan ada yang aneh pagi ini, dimana sarapan untuk nya? Kenapa hanya ada sarpan untuk gadis itu sendiri. Dimas berjalan mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral, sambil minum Dimas meirik Anita yang sedang duduk di meja makan.
"Udah numpang, makan sendiri lagi."sindir Dimas meletakkan gelasnya.
Anita hanya Diam, ia seolah tak mendengar apa - apa. Dia tetap melanjutkan makannya.
____
Dimas pergi ke PT dengan keadaan lesuh, hari ini terasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang. Dimas pergi ke ruang kerjanya, dia memeriksa semua kerja karyawan, biasanya dia selalu semangat kalau dia memeriksa di bagian wanita tapi kali ini, ia hanya memeriksa semua nya secara kilat, tidak sedetail biasanya.
"Kenapa sih tu bocah?"tanya Rizal pada Bima.
"Nggak tau, dari tadi gue perhatiin, kayaknya dia lagi ada beban gitu deh... Atau dia lagi patah hati.."ujar Bima.
"Masa sih, tapi tadi malam gue liat dia adem - adem aja tu sama ceweknya"
"Iya gue juga liat... Jadi, fix dia bukan karena patah hati"
__ADS_1
____
Anita mulai memasukkan barang c barangnya ke dalam kopernya. Dia sudah menyerah, dia sudah tidak tahan dengan sikap cuek Dimas.
"kalau kami berjodoh, pasti kami akan bersamalgumam gadis itu.
"Huft... Rasanya begitu berat untuk meninggalkannya"
Anita terus saja memasukkan barang - barangnya. Tanpa sengaja Anita melihat sebua figure foto Dimas yang tertempel di dinding. Anita menatap foto iti, kemudian ia berjalan mengambil foto tersebut.
"Anggap saja ini sebagai imbalan, aku yang udah membersihkan rumahmu!"gumamnya.
Sambil tersenyum, gadis itu memasukkan foto itu ikut bergabung dengan barang - barangnya ke dalam koper.
Setelah selesai mempacking barang - barangnya ,gadis itu bersiap untuk mandi dan bersiap - siap.
___
Hari ini Dimas tidak membawa motornya ke PT. Jadi dia memutuskan untuk anggutan umum, dia benar - benar lelah memikirkan semuanya. Sepanjang perjalan menuju rumah, Dimas terus saja menatap keluar jalanan, dia sibuk dengan pikirannya yang entah kenapa, akhir - akhir ini, dia merasa begitu banyak tekanan dalam pikirannya.
Dimas sampai di rumah, dia dengan lemas membuka pintu. Namun, betapa kagetnya dia, saat melihat pemandangan di dalam rumah.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1