
Setelah sekian lama, baru kali ini Metha ingin menghajar orang yang tak tahu terimakasih. Jiwa psikopatnya muncul seketika, siap menyerang dan menyakiti orang yang telah membuat sahabatnya menderita. Banyak yang tidak tahu, gadis ini merupakan mantan atlit karate yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Saat masih duduk dibangku sekolah dasar, Metha telah lebih dari enam kali menjuarai lomba o2sn yang diikutinya.
Gadis berperawakan lembut dan ayu itu sangat senang dengan olahraga yang bisa menantang adrenalin. Metha juga pernah dikirim oleh provinsinya untuk ikut dalam ajang lomba karate tingkat nasional. Saat itu ia kembali juara dan berhasil mengalahkan lawan dari tiga puluh tiga provinsi lainnya. Meski sering ikut lomba dan dijuluki gadis karate ini, Metha tetap lah seorang perempuan yang ditakdirkan untuk menjadi wanita yang lemah lembut.
Tak sekali pun ia merasa berbangga diri atas prestasi yang diraihnya. Metha hanya senang bisa melindungi diri sendiri saat jauh dari orang tua. Setidaknya ia tidak merepotkan orang untuk melindunginya. Hari ini, ia sudah siap untuk memberi pelajaran pada pria itu. Tangannya merasa gatal karena telah lama tidak digunakan untuk menghajar orang.
Gadis itu menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Mahe. Ia lantas turun dan membuka gerbang itu dengan paksa. Tak ada satpam yang berjaga di sana, sehingga Metha dengan mudahnya menerobos masuk sembari membawa amarah yang sulit untuk diredam.Metha kemudian membuka pintu rumah Mahe dengan kasar,
membuat pria itu dan kekasihnya terperanjak kaget melihat kedatangan Metha yang tiba-tiba.
“Metha, kenapa kamu bisa ada di sini?” tanya Mahe yang sedikit berhati-hati saat melihat muka Metha berubah memerah.
Tak ada sepatah kata, gadis itu melangkah mendekati Mahe dengan cepat. Kemudian melayangkan tinju yang sudah dari tadi ingin dia lepaskan.
Brukk
Mahe terjatuh, kaget saat mendapat serangan tanpa aba-aba dari perempuan itu. Viona pun tak kalah terkejut, ia menatap Metha tak percaya. “Lo apa-apaan, sih. Keluar nggak dari sini!” bentaknya.
Metha mengalihkan pandangan dari wajah Mahe dan menatap Viona dengan penuh kebencian. Metha menampar wajah Viona yang terlihat menjijikkan, membuat gadis itu meringis kesakitan.
Mahe bangkit sembari memegang sudut bibirnya yang berdarah. “Tha, lo jangan kurang ajar, ya.”
“Gue yang kurang ajar, atau lo berdua yang tak tahu diri?” tatapan Metha semakin tajam padanya.
“Keluar, Tha. Gue nggak ada urusan sama lo.”
Metha mendesis pelan, “Gue tahu, dari dulu pun kita nggak pernah ada urusan apa pun dan seharusnya begitu. Tapi hari ini, gue punya banyak urusan dengan lo. Gue mau buat perhitungan karena lo berdua sudah membuat sahabat gue menderita.”
“Gue udah nggak ada hubungan apa-apa sama dia. Jadi tolong, jangan ganggu gue lagi.”
__ADS_1
Metha terdiam, tak mengerti apa yang telah merasuki hati Mahe sehingga ia tega berbuat seperti ini pada orang yang tulus mencintainya. Viona yang mendengar hal itu tampak senang, gadis itu tersenyum penuh kemenangn.
“Ini, balasan lo untuk dia?” tanyan Metha dengan nafas tertahan. Dadanya terasa sesak, hingga sulit untuk bernapas.
“Gue nggak merasa ada hutang budi sama dia,” ujar Mahe tanpa beban.
“Brengsek,” teriak Metha kuat. Matanya melotot tajam, ada butiran bening yang siap tumpah dari matanya. “Lo seharusnya bersyukur, karena sahabat gue yang membantu lo bangkit. Karena dia juga, lo bisa bertemu dengan wanita sialan itu, meski disaat yang tidak tepat.Dia nggak butuh apa-apa dari lo, dia hanya ingin ada lo disinya. Selama ini Leddy juga nggak pernah membuat lo kecewa, yang ada dia yang selalu lo kecewakan.” Metha menarik napas berat, ia merasa pusing karena sesak di dada yang begitu kuat. Gadis itu tak mampu lagi menahan, air matanya jatuh dengan deras.
“Salah dia sendiri, siapa suruh dia jatuh cinta sama gue.” Metha kembali memukul wajah Mahe, meski sempat menghindar namun jurus karate Metha mampu mengenai wajahnya untuk yang kedua kali.
“Lo benar-benar lelaki brengsek yang pernah gue kenal. Selama ini gue nggak pernah terima sahabat gue pacaran sama lo. Tapi, gue juga nggak bisa membuat dia bersedih. Lo tahu? Setiap detik bahkan menit tak ada kalimat yang lain diucapkannya. Dia begitu mencintai pria bajingan seperti lo,” ujar Metha sembari menunjuk Mahe dengan tangan kiri.
“Setelah hujan reda, gadis bodoh itu pergi menemui pria brengsek untuk terakhir kalinya. Dengan sedikit harapan, agar pria itu mau merubah keputusannya. Namun, apa yang terjadi, gadis itu mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan pendarahan di otak.” Mahe terkejut saat mendengar ucapan dari Metha.Pria itu tak percaya apa
yang didengarnya, ia berharap ini tidak benar.
“Gue datang ke sini bukan untuk memberikan cerita bohong ke lo. Gue Cuma mau memperingatkan, setelah ini jangan pernah muncul di hadapannya. Gue akan buat Leddy lupa sama lo, lupa bahwa dia pernah cinta sama pria bajingan yang tak tahu terimakasih. Gue akan membawanya keluar negri untuk operasi pendarahan di otaknya, sekaligus gue mau menghapus wajah dan bayangan lo dari pikirannya.” Metha
rumah Mahe setelah mengutarakan semuanya.
Gadis itu melangkah dengan hati yang sedikit lega. Sedangkan Mahe, pria itu tampak bersedih mendengar kondisi Leddy saat ini. Biar bagaimana pun juga, gadis itu sudah memberinya kebahagiaan, membuat hari-harinya lebih bewarna lagi.Sejak kedatangan Viona, Mahe yang biasanya lembut berubah menjadi pria yang cuek.
Viona tak peduli apa yang terjadi pada Leddy, padahal dokter itu sudah memberinya tempat tinggal disaat dirinya butuh perlindungan.namun, hati Viona sudah dipenuhi dengan rasa cemburu sehingga ia tega melakukan hal ini padanya.
Viona memperhatikan wajah Mahe lama. Ia dapat mengartikan raut wajah itu yang khawatir mendengar kondisi sang mantan. Viona marah, ia merasa kesal dengan situasi seperti ini. Gadis itu tak mau Mahe merubah pikirannya lagi, dengan ide yang muncul dipikirannya, Viona duduk di sebelah Mahe yang sudah dari tadi menjatuhkan dirinya di sofa itu.
“Sayang, jangan dipikirkan ucapan wanita tadi. Siapa tahu dia berbohong, dan bisa jadi ini permainan Leddy,”ujarnya mempengaruhi.
“Aku kenal mereka sudah lama, dan selama itu mereka nggak pernah berbohong padaku. Dari tatapan Metha tadi, aku yakin dia terluka karena melihat kondisi sahabatnya,” ucap Mahe sembari menatap Viona dengan linangan air mata.
__ADS_1
“Terus, kenapa kamu menangis?”
“Aku harus menemuinya, aku harus memastikan yang dikatakan Metha tak separah itu.”
“Kamu nggak boleh pergi, Mahe.” Cegahnya.
“Kenapa nggak boleh?”
“Karena kamu calon suamiku dan tak akan kubiarkan kamu menemui perempuan lain.”
“Kamu egois Viona. Apa kamu lupa, dia juga calon istriku sebelum kamu hadir kembali. Jadi, jangan coba-coba untuk melarangku.” Viona terkejut mendengar ucapan Mahe yang tak seperti biasanya.
Apa mungkin pria itu mulai mencintai dokter Leddy? Sehingga ia tega meninggalkan dirinya sendiri di sini. Apa pun itu, yang jelas membuat Viona jengkel. Ia marah dan sangat membenci Leddy, gadis itu juga menyalahkan takdir atas nasibnya yang kurang beruntung di masa lalu.
halo guys. terimakasih sudah setia menantikan update cerita dokter Leddy. untuk info lebih lanjut kalian bisa follow ig aku @chelyviolet dan fb @chely violet
__ADS_1