
Sekertaris Kim terus membaca dokumen-dokumen yang harus dia selesaikan, namun otaknya terus berfikir banyak bayangan-bayangan yang datang, sehingga timbul banyak pertanyaan-pertanyaan entah apa yang akan terjadi, jika dan jika, bagaimana dan bagaimana?, Lalu apa yang harus dia lakukan?.
Mata Sekertaris Kim kembali ke map yang dia bawa tadi pagi ke ruangan Tuan besarnya itu, namun tidak jadi dia serahkan dan dia laporkan.
Diambilnya map itu dan dibacanya perinci, sehingga perasaan Sekertaris Kim semakin campur aduk.
"Apa yang harus aku lakukan, tuan besar? Apa yang harus aku lakukan, nyonya? Oh amma dan appa? (Seketika Sekertaris Kim rindu kedua orang tuannya di Korea) apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika semua terjadi dan yang aku lakukan ini salah, tolong maafkan aku"
Di tutupnya maap itu, dan bersender di kursi sambil terkengadah menatap atap putih diatasnya. Sekertaris Kim menutup matanya.
Teringat waktu itu saat tau ayahnya tidak akan lagi bisa berjalan. Sekertaris Kim yang tidak tau kejadian, hampir saja membenci Abraham. Jika dia tau semua terjadi karena ayahnya yang lalai, orang tua tuan besarnya dan Reno tidak akan pergi, mereka tidak akan jadi yatim piatu, ditinggalkan ayah dan ibunya sejak kecil dengan musuh yang bahkan tidak bisa di hitung jumlahnya yang menginginkan nyawanya dan bahkan ayahnya itu tidak akan lumpuh seumur hidupnya. Bahkan dirinya sendiri hampir membuat Abraham, tuan besarnya sekaligus teman masa kecilnya itu, hampir kehilangan nyawa untuk ke sekian kalinya.
Kebesaran hati Abrahamlah yang membuat Sekertaris Kim tetap berada di samping Abraham, Sekertaris Kim berjanji akan selalu di samping Abraham sampai dendam orang tua tuannya itu dan ayahnya terbalaskan, sampai dia yakin tuan besarnya itu bahagia dan pastinya aman tanpanya.
Dan tentu dia benci kecerobohan dan kelalaian. Sekertaris Kim selalu memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
"Nyonya jika yang ada difikirkan ku ini terjadi, mohon maafkan aku. Aku benar-benar ceroboh. Tapi anda bahagiakan sekarang? Karena itu, aku semakin merasa bersalah padamu nyonya jika semua ini terjadi nanti.nKarena jika semua terjadi, maka akan sangat menyakitkan buat anda, bahkan tuan besar. Apa yang akan terjadi jika dia kembali? Aku harus mencegahnya, jangan sampai semua ini terjadi. Akankah tuan besar memilih anda, nyonya? Apa tuan besar akan melepaskan anda, nyonya? nyonya kami. Anda lebih pantas dibanding wanita itu. Apa yang akan terjadi?"
Sekertaris Kim bukanlah orang yang lemah?
Pasti menurut, kalian seorang Kim mampu menghadang seorang wanita untuk datang kembali? Tapi bagiamana caranya? Kalian lupa, jika dia punya tuan besar seorang Abraham yang memiliki kekuasaan yang lebih besar darinya. Kecerdasan tuan besarnya itu, dapat dengan mudah mengetahui pergerakan anak buahnya yang begitu banyak. Jika Sekertaris Kim mengunakan anak buahnya lebih dari sekarang, maka tuan besarnya itu akan mengetahuinya.
"Aku berjanji pada anda nyonya, jika tuan besar melepaskan anda, aku akan selalu mendukung anda. Aku akan menjamin kebahagiaan anda dengan caraku yang berbeda. Aku harap itu cukup pantas menembus kesalahan ku padamu?"
Cara yang berbeda, maksudnya cara yang berbeda saat dia berjanji di samping Abraham dan memastikan kebahagiaan tuan besarnya. Dia tidak bisa meninggalkan Abraham, tapi dia bisa mengutus anak buahnya melindungi nyonyanya itu.
Walau sampai sekarang Sekertaris Kim masih tidak tau betul selak beluk kehidupan Elizabeth namun dimata Sekertaris Kim saat ini, nyonyanya itu orang yang baik.
"Apa yang anda pikirkan, Sekertaris Kim?" Tanya Dorris yang baru masuk keruangan Sekertaris Kim dan menghancurkan lamunan itu.
"Ada apa, Dor? Apa ada masalah?" Tanya balik Sekertaris Kim yang enggan menjawab.
__ADS_1
Dorris masuk dan duduk di salah satu sofa di dalam ruangan itu.
"Apa aku butuh alasan untuk masuk keruangan anda, Sekertaris Kim?"
"Em. Katakan! Aku sibuk!" Ucap Sekertaris Kim yang malas sekarang meladeni tingkah Dorris.
"Bukankah harusnya kamu yang mengatakannya, Sekertaris Kim? Ada apa sebenarnya?" Tanya balik Dorris. Dorris ke mode serius.
Melihat keseriusan Dorris, Sekertaris Kim mendatanginya dan duduk di sampingnya.
"Apa maksudmu, Dor? Aku tidak mengerti!"
"Aku tau kau sedang mencari sesuatu? Apa yang sedang kau cari, Sekertaris Kim? Apa ada masalah?" Tanya Dorris kembali.
Sekertaris Kim terkejut, segini saja dia sudah hampir ketahuan oleh Dorris, bagaimana jika lebih besar? Aku bahkan sudah merasa tuan besar juga sudah menyadarinya.
"Apa ada yang sedang kau selediki, Sekertaris Kim? Dan aku rasa itu bukan perintah, tuan besar kan?" Sekertaris Kim menatap Dorris lekat.
"Tidak mungkin tidak ada apa-apa, Sekertaris Kim. Aku sangat mengenalmu dan aku tau ada yang kau sembunyikan"
Sekertaris Kim tersenyum dan mencoba tenang.
"Aku hanya ingin tau, Sekertaris Kim. Siapa tau aku bisa membantu? Jika tidak mau kau jelaskan, juga tidak apa-apa" ucap Dorris. "Aku yakin padamu Sekertaris Kim., Kau tidak akan berhianat dan menghancurkan kita semua" ucap Dorris mantap.
Lagi-lagi Sekertaris Kim tersenyum.
"Terima kasih, Dor" Sekertaris Kim menepuk bahu Dorris " Suatu saat jika aku tidak bisa menangganinnya lagi, aku akan memberitahukannya padamu"
"Aku semakin penasaran, jika sampai seorang Sekretaris Kim tidak dapat menangganinya"
"Masalahnya cukup besar. Ini tentang kecerobohan yang berubah jadi kebahagian, tapi akankah lama, ataukah jadi malapetaka" jelas Sekertaris Kim "Apa kau kesini hanya ingin menanyakan itu, Dor?"
__ADS_1
"Tidak! Aku hanya ingin mengadu padamu, kenapa kau memberikan proyek besar Sasendri padaku, Sekertaris Kim? Aku lebih baik kau suruh aku menghancurkan geng Pripto. Kau tau kan aku pintar menghancurkan dibandingkan membangun"
Geng Pripto adalah salah satu geng yang menbantu Haruko dalam penculikan Elizabeth waktu itu dan sekarang ditangani Alex.
"Kau yakin ingin yang menghancurkan, Dor? Jika kau benar-benar mau aku akan katakan pada Tuan besar bahwa kau ingin tukar tugas"
"Benarkah? Apakah bisa? Apa Alex bisa menangani proyek yang sangat besar ini? Aku aja mumet" Ucap Dorris semangat.
"Bukan sama Alex"
"Lalu?"
"Denganku! Uruslah masalah RAD dengan Df'company. Sampai Df' Company hancur bersama Mandri"
"Eh?" Doris terkekeh dan tersenyum kecut.
"Kenapa? Bukankah kau suka menghancurkan? Aku dengan senang hati bertukar dengan mu"
"Ahk tidak tidak tidak usah. Mendengarkannya saja aku sudah pening" ujar Dorris sambil memijat kepalanya.
"Jadi bagaimana?" Tanya Sekertaris Kim dengan senyum merekah nya.
"Aku pilih kerjaanku saja. Tapi jangan lupa tetap pantau ya?"
"Jika tidak aku pantau, mungkin kau akan menghancurkannya"
"Itu kau tau, jika aku lebih bisa menghancurkan"
"Apa kau masih ingin tukeran?" Tanya Sekertaris Kim kembali.
"Ah tidak....Kalau begitu aku akan pergi keruanganku dan membaca berkas-berkas. ku" ucap Dorris sambil pergi meninggalkan ruangan Sekertaris Kim.
__ADS_1
ini wajah Sekertaris Kim melihat tingkah Dorris yang pergi dengan tergesa-gesa 🙄