
Dua hari berlalu...
Erin sangat bosan di rumah Yudha dan Shiren tidak mengizinkan Erin masuk sekolah dulu karena kesehatannya belum stabil mereka selalu memperhatikan Putri bungsunya itu. Kiran selalu pergi dengan Pak Amir dan ini hari terakhir dia menginap di rumah Erin kebahagiaan dan kesan ia dapatkan di rumah ini ia juga membantu merawat Erin agar cepat sembuh.
"Mahh Besok Erin sekolah yah." Rengek Erin yang sedang di suapi oleh Shiren
"Kita tanya dulu dokter Riyan dan papa yah." Ucap Shiren memberi perhatian
"Kenapa harus bilang mah??Mama kan dokter juga lagian Erin udah sehat."
"Erina sayangg mama emang dokter tapi mama dokter bedah takutnya salah nanti kalau meriksa kamu jadi lebih baik kamu sama dokter Riyan dan kalau tentang Papa kamu tau kan papa ngga suka di bantah."
Erin membuang nafas kasar lalu mengangguk mengiya kan "iya mah."
"Anak pintar ayo habiskan!."
_o0o_
Di Sekolah nampak sebagian siswa sedang ricuh berkumpul melihat mading ada yang sampai dorong dorong saking ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga kericuhan dan keributan itu membuat Revan cs menatap bingung.
'*Gue ga nyangka dia bisa berbuat gitu.'
'bener gue juga ihhh amit amit dah.'
'cantik cantik tapi penggoda.'
'ga semua orang baik ternyata..dia terlihat baik tapi munafik*!.'
Cibir beberapa siswa yang tengah berkumpul itu
"Ada apaan sih kok kumpul kumpul gitu." Heran Andre
"Ngga tau gue juga." Angga menggelengkan kepalanya
"Oiii itu ada apaan sih kok rusuh gitu." Ucap Lisa yang baru datang.
"Iya tuh ada apaan sih sampai sampai mereka mengeluarkan kata kata kotor." Timbal Nisa
"Nahhh bener!." Gina dan Kiran membenarkan
Terlihat salah satu anak IPS 3 melewati mereka namun dengan segera Revan menahannya dengan satu tangan dan wajah yang datar.
"Tunggu!!!." Cegah Revan anak itu menatap Revan bingung
"Ada apa kak?." Tanya nya
"Gue pengen tau itu di mading kok rame gitu ada apaan?." Tanya Revan
"Ahh itu kaka ... masa kaka ga tau itu ada anak kelas 11 IPA 2 dia ketahuan memiliki berhubungan dengan om om yang anak dari pembisnis terkenal!." Jelasnya berhasil membuat mereka menyeritkan dahinya.
"Cewe apa Cowo!!." Ucap Andre sinis.
"Cewelah kak kan jalannya sama Cowo." Terang si anak itu.
"**** lo!." Ketus Gina.
"Bentar....Namanya siapa yah kalau boleh tau?." Nisa ikut bicara.
__ADS_1
"Euhhhh siapa itu Err apa sihh bentarr...Eriiii apa sih." Ucap si anak Ga gi gu entah dia lupa atau gugup.
"Err siapa ahh Eri Sudrajat??Erik Topik?Erii Sapahh Erinnn haa?." Ucap Andre kesal
Angga mencubit lengan si anak membuat nya teriak "Awww kaka sakit..iya iya itu apa...Erina yahh namanya ERINA!!." pekiknya Angga terkejut perlahan melepas cubitannya si anak memegang tangannya dan berlalu pergi.
Mereka terdiam mematung lalu saling pandang satu sama lain dan dengan tergesa gesa mereka menuju mading yang sedang di kerumuni oleh banyak siswa.
"Minggir minggir!." Usir Revan dan yang lain.
Revan,Angga,Andre,Lisa,Nisa,Kiran dan Gina membulatkan matanya tak percaya bagimana bisa Ervan kaka Erin sendiri di sebut om om!!dan apa ini?? Foto Erin dan Ervan tempo hari berhasil menjadi berita hoax yang menyebar sangat cepat!! Revan mengepal kuat tangannya marah begitu juga dengan para cewe mereka sangat marah melihat sahabatnya itu di hina di caci.
"PERGI KALIAN SEMUA PERGI!!!!." Teriak Revan marah menunjuk kerumunan siswa yang tengah memeperhatikanya itu.
"BERITA INI HOAX!!." Pekik Kiran
Nampak semua siswa sedikit mundur takut lalu terbelah menjadi dua seperti memberi akses untuk jalan dan benar saja nampak dua orang cewe dengan rambut yang sama sama panjang tangannya di taruh di depan dada berjalan sombong menghampiri Revan dan yang lain.
"Apanya yang hoax sayang!." Ucap gadis itu menyentuh dagu Kiran dengan cepat ia menepis tangan itu kasar.
Prok Prok Prok!!
"Wow!!!Hebat!!." Sahutnya sembari tepuk tangan.
"Owhhh jadi lo yang nyebarin berita hoax ini??." Sinis Angga.
"Bukan gue sih tapi kita iya ga sha?." Ucap Fandra sembari merangkul pundak Shalsa
"Yapss...dan asal kalian semua tau!! Ini berita bukan Hoax tapi Fakta dan kalian semua berteman dengan cewe murahan seperti dia??Wowww berarti kalian sama aja dong hahha." Cibir Shalsa.
Nisa yang sudah habis kesabaran mendorong tubuh Shalsa hingga tersungkur dengan cepat Shalsa membalas Nisa dengan cara mendorong nya kembali hingga
Nisa terbentur Vas bunga yang terbuat dari marmer hitam itu dahinya sedikit mengeluarkan darah namun karena Nisa ngga selemah Erin ia bangkit dan menampar Shalsa lagi...
"Nisaaaa udah cukupp!!! lo udah berdarahhh udahh biar gue sama yang lain kalian ke UKS aja obati Nisa sekarang!!." Pekik Angga menahan Nisa
Akhirnya Nisa luluh ke empat temannya membawa ia ke UKS sekolah.
"Liat aja lo!!!Tunggu pembalasan dari semua yang lo lakuin ke Erin!! Dan jangan harap kalian berdua bisa lolos begitu aja!!." Sentak Revan
"Hahaha...kita tunggu yah Sha lagian dia cuman anak miskin penggoda om om muda yang memiliki perusahan besar dan itu bukan namanya Cewe murahan!." Cibir Fandra sombong.
"Owhhh iyah...dan bukannya lo suka sama Kiran kok malah ngebela Erin jangan jangan!!lo juga suka sama Erinnn ... Duhh ternyata lo juga munafik yah!!." Pekik Shalsa berhasil membuat Revan naik darahhh.
"Kurang aj--" Revan yang hendak menampar di tahan oleh Kiran yang tiba tiba datang.
"Udah Revan cukup..ini udah cukup biar mereka menikmati harinya sekarang sebelum kehancuran mereka datang...dan jangan pernah mengotori tangan kamu ini!." Jelas Kiran sambil melepas ngegamannya.
"Wow....Kirannn Sayang nya Revan dan Erinn??Cinta nya Revan .... hebat dehh!!." Cibir Fandra.
"Apa maksud lo ha??." Andre angkat bicara
"Iya ngga ada maksud apa apa sihh
...cuman mau ngingetin aja ke temen lo Revan ga usah jadi orang munafik kalau lo cinta sama Erin jangan sayang juga dong ke Kiran aneh!!." Ucap Fandra yang berlalu pergi dengan Shalsa tentunya.
"Kita ga bisa diam aja!!." Andre yang menahan marahnya sedari tadi.
__ADS_1
"Gue yakin om Yudha sudah merencanakan semuanya." Revan dengan penuh keyakinan.
"Semoga aja!."
"Iya udah kita liat Nisa sekarang!." Ajak Angga.
sampai di UKS mereka melihat Nisa yang sedang di obati oleh Rendra ( Ketua PMR ) dengan telaten ia memasangkan perban kecil di dahi Nisa yang tadi.
"Awww." Ringisnya sambil memegang Dahi nya yang terluka.
"Bentar Gue tiup dulu.." Rendra memajukkan wajahnya dan meniup pelan dahi Nisa.
Nisa yang merasakan adem dan memperhatikkan wajah Rendra yang dekat dengannya Bulu mata lentik hidungnya yang mancung memiliki bibir kissble sama seperti Revan rambut yang tertata rapi menggunakan seragam Lengkap PMR dia adalah Rendra Wijaya Sepupu Erin yang baru pindah dari Singapur ke Indonesia itu di sebabkan bisnis sang Ayah Yadhi Wijaya dan kaka dari Yudha Wijaya.
Rendra sama seperti keluarga Wijaya lainnya Dingin dan acuh sikap itu lah yang di gemari para Hawa di sekolah ini nampak Nisa masih fokus memperhatikan Rendra hingga tak sadar bahwa ia sudah selesai di periksa.
"Hey sudah beres." Ucapnya datar.
"Ehh iya makasih!." Sahutnya tersadar.
"iya." Singkat itu lah ucapan seorang Rendra yang berlalu pergi keluar ruangan.
Setelah itu semua temannya datang menghampiri Nisa yang tengah duduk di atas bangkar.
"Gimana keadaan lo nis?." Tanya Lisa.
"Gue baik baik aja kok cuman luka kecil." Sahut Nisa
"Alahhhh sombong amat!!." Pekik Andre
"ihh lo apaan sih emang iya ini hanya luka kecil bagi gue." Sahut Nisa sombong.
"Udah udah mendingan gimana kita jelasin ini masalah ke Erin gue takut kalau dia sampai tahu dia bakalan drop lagi!." Jelas Kiran.
"Gue rasa ini ga usah di kasih tau dulu ke Erin gue takut dia kenapa kenapa nanti masalah ini gue cerita ke kak Ervan dan om Yudha mereka pasti ngerti kok dan ingat!! Jangan ada yang kasih tau Erin demi kesembuhan dan kesehatan dia!." Jelas Revan serius membuat semua orang mengangguk.
"Cie cie yang perhatian sama Erin ahhh." Ledek Gina sambil menunjuk ke arah Revan.
"Apaan sih lo ah!." Pekik kelas Revan.
Lisa menyenggol bahu Revan "Cie salting hahaha." Tawa Lisa pecah di ikuti yang lain terkecuali Angga dan Kiran.
'Van lo bilang lo suka sama gue?tapi kenapa lo juga kasih perhatian lebih ke Erin?Gue sadar sekarang!!kenapa gue harus nunggu yang ga pasti jika di sini ada lo Van!.' Batin Kiran gelisah
yahhh semenjak malam itu Kiran mencoba untuk membuka hati untuk Revan dan berusaha untuk menerima dia dengan ikhlas namun di saat ia ingin membuka hati dan justru hati itu sudah terbuka kini Revan membuatnya pusing apa benar Revan sayang sama Kiran tapi Cinta sama Erin???ntahh lah cinta emang rumit.
'*Erinn gue sadar...gue hanya orang yang mencintai lo dalam diam dan mengirim rasa rindu lewat doa..Rasanya mustahil jika gue bisa barengan sama lo..gue ga mau ngungkapin ini ke lo karena gue takut merusak persahabatan kita yang udah kita bangun bersama sama dan tiba tiba runtuh karena adanya cinta di antara kita gue ga mau!
Gue akan bahagia jika lo bahagia Rin, dan jika lo sedih gue orang pertama yang merasakan itu*..' Lirih Angga dalam hati
Nisa menyeritkan dahi melihat Angga yang tiba tiba melamun "Angga lo kenapa lo sakit?." Tanya Nisa bingung
"Ah ngga gue laper ke kantin yu!!Lo habis tarung kan jadi kita sarapan dulu oke." Angga berusaha mengalihkan mereka semua.
"Iya tuh benar gue laper nihhh." Jelas Gina sambil memegang perutnya.
"Lebay lo ah." Ledek Andre.
__ADS_1
"stttt udah deh ayo ahh!." Ajak Nisa yang turun dari bangkar dengan di bantu oleh Lisa.
di saat hendak keluar ruangan Nisa bertemu dengan Rendra yang sedang membuka jas PMR nya itu betapa Cool nya cowo pikirnya lalu tanpa sadar Rendra menoleh ke arah Nisa yang sedang memperhatikanya itu Nisa tersenyum manis dan mengangguk lalu pergi bersama teman temannnya.