
Kembali ke Elizabeth dan Kawan-kawan di perusahaan SAS.
"Apa yang loe bawa, Sya? Kita hanya akan pergi 5 hari loh, cuma 5 hari bukan sebulan" tegur Reyhan penuh penekan pada Raisya, karena Raisya membawa 1 koper besar+ 1 Tas besar+ 1 tas kecil yang ia gendong di belakangnya. Sedangkan Reyhan hanya membawa tas ransel besar saja ( Tas Gunung).
"Loe engga akan ngerti, Rey. Sebagai seorang pria tidak akan mengerti rempong nya seorang wanita" balas Raisya " Dari makeup, alat mandi, pakaian. Pakaian dari Luar dalam. ********** saja ada Bra, CD, tengtop. Loe hitung sendiri, Rey. Pakaian ada pagi, siang, malam saja udah 3x 5 hari jumlahnya 15 stell. ini aku aja cuma bawa 10 stell aja kok" Lanjut Raisya sambil menghitung.
"Pagi, siang, malam udah kek mau minum obat aja loe, Sya. 10 stell? kata loe cuma, Sya?. Nyuci oi, nyuci. Males amat!" ejek Reyhan tak mau kalah. " Lihat Elizabeth noh. Dia cuma koper kecil + tas gendong aja" lanjut Reyhan melihat Elizabeth datang dengan kopernya.
"Aku takut engga sempat nyuci, Rey. Kitakan engga tau di sana kek mana? Ya kali gua capek-capek loe suruh nyuci baju"
"Bilang aja, loe males, Sya " Ejek Reyhan " Loe tinggal mandi sambil kucek tuh baju yang loe pakai, gitu aja repot" lanjutnya.
" B*do amat. Yang penting kan ini punya gua. Lagi pula gua engga nyuruh bantuin gua bawa. Gitu aja sewot" Sewot Raisya.
"Kalian ini... Bisa engga, engga usah ribut terus.. ribut terus kalau ketemu. Baru juga sampai, udah pusing kepala ku" ucap Elizabeth yang melihat pertikaian kedua sahabatnya ini yang selalu saja terjadi jika mereka bertemu.
Reyhan dan Raisya hanya memasang wajah sungut mereka.
"Awas loh malah jodoh" ejek Elizabeth kembali dengan senyum melihat tingkah laku Reyhan dan Raisya.
Mendengar itu, Raisya dan Reyhan langsung mengucap " Amit-Amit" secara serempak.
"Males gua, Lis. Punya istri kok kek Raisya. Joroknya minta ampun" lanjut Reyhan yang di tatap Raisya sayup " Bisa-bisa untuk hidup 1 tahun butuh baju 1000, karena dia males nyuci"
"Engga gitu juga, kali" sungut Raisya engga terima. " Loe pikir, cuma elo engga enga mau? gua juga ogah punya suami kek loe. Cerewet minta ampun, udah kek ibu-ibu banyak cicilan" lanjut balasnya.
"Tas yang ini isinya makanan semua, ya"Ucap Raisya sambil menepuk tas besarnya. "Gua bawa banyak makanan untuk kita. Di sana kan engga ada supermarket"
__ADS_1
"Dih. Bukan loe aja. Gua juga bawa makanan banyak kok" ucap Reyhan tak mau kalah.
"Kata siapa, Sya di Kota B engga ada Supermarket?" tanya Elizabeth pura-pura engga tau.
"Ya engga ada lah, Lis. Di sana kan kota mati, mana mungkin ada Supermarket. Disana sepi hanya berdiri perusahaan SAS aja, katanya"
"Masak sih. Tapi kata Abraham di sana ada supermarket...."
"Loe salah dengar kali, Lis. Di sana engga ada siapa-siapa, kecuali gedung pencakar langit milik SAS. Makanya kan kemarin di bilangin kita engga boleh keluar dari perusahaan. Katanya ya, kalau kita keluar perusahaan dan di sana kan banyak hutan dan kita masuk hutan yang ada kita engga akan pernah keluar lagi" potong Raisya.
"Dulu pernah katanya 1 rombongan yang main ke Kota B, kek orang pencari misteri gitu loh Lis. Tapi sampai sekarang rombongan itu engga pernah kembali. Mereka sudah di peringati orang-orang SAS, tapi ngeyel sih" Cerita Reyhan.
"Iya Rey aku juga dengar itu. Katanya sih hewan buasnya banyak banget, Lis"
"Dan disana kan Gerbang SAS juga tinggi banget, mungkin untuk menghalang hewan masuk perusahaan kali, ya?"
"Iya lah. Dan katanya ya orang-orang SAS yang kesana adalah orang-orang terpilih yang mendapat berkah dan juga musibah, karena gajihnya 2 kali lipat di banding di sini"
"Kalian ini cerita, kek kalian pernah kesana aja. Abraham bilang di sana ada supermarket kok, tapi kita engga boleh keluar perusahaan"
"Lah untuk apa supermarket, tapi karyawan SAS engga boleh keluar? Sama aja kali, Lis"
"Lah b*go loe, Sya. Supermarket nya di dalam perusahaan kali. Iya engga, Lis?"
"Katanya diluar tuh. Kan ada pesan antar keluarga SAS, Rey Sya" Jawab Elizabeth.
"Pesan antar keluarga SAS? Emang ada ya?" ucap Reyhan dan Raisya bersamaan dengan nada yang binggung.
__ADS_1
"Khusus di sana" ucap Elizabeth yang mulai males menjelaskan.
"Ohh" lagi-lagi Reyhan dan Raisya mengucap bersamaan.
"Lah kalau ada supermarket, jadi di kota B ada masyarakat banyak dong?"
"Kurang tau, Rey. Dianya cuma bilang gitu, kok"
"Apa jangan-janga sebenarnya engga ada mahluk buas, tapi masyarakat aslinya yang buas?"
Raisya mangada-ngada.
"Kurang tau sih, Sya"
"Mungkin pemilik Supermarket orang-orang SAS juga dan mobil untuk pesan antar itu khusus" Reyhan menimpali.
"Oh gitu.. Bisa jadi sih"
"Jadi pasti ada aplikasinya kan ya? kek ojek online gitu kan, ya?"
"Eh.. he hehehe.Aku engga nanya juga itu" ucap Elizabeth dengan cengengesan, bagaimana mungkin dia lupa bertanya tentang itu. Ih ini semua karena lebih menarik tanya yang lain sih.
"Tapi baguslah kalau ada. Setidaknya aman" ujar Reyhan lega.
"Tapi ya. Kalau ada pun ya pasti harganya berkali-kali lipat di banding yang di sini kan, ya?" timbal Raisya.
"Tentu, Sya. Definisi pasar monopoli" lanjut Elizabeth.
__ADS_1
"Untuk semua mahasiswa magang yang akan berangkat ke kota B. Segera menuju ke Aula gedung sebelah kiri. Sekarang juga. Kita akan bersiap untuk berangkat" pengumuman bergema memanggil Raisya, Reyhan, Dan juga Elizabeth.
Bukan hanya mereka bertiga, namun masih ada beberapa mahasiswa yang ikut ke kota B yang tentunya jurusannya relevan.