
"Itu tidak mungkin! Elis ku ada di sini" ujar Abraham menarik Elizabeth yang ada di belakangnya dan memengang erat tangan Elizabeth.
Tampak wajah wanita itu terkejut, sampai kakinya melangkah mundur beberapa langkah. Kepalanya menggeleng.
"Percaya padaku, Honey. Akulah Elis mu yang asli. Dia itu penipu!" ucapnya sambil menunjuk pada Elizabeth. Elizabeth tertunduk, tubuhnya pun bergetar.
"Aku Elis mu yang asli" ucapnya lagi sambil menepuk dadanya. Abaraham tampak binggung mana yang harus dia percaya sekarang.
Wanita itu mencoba melangkahkan mendekat dan di berhentikan oleh tangan Abraham.
"Honey?!" ucapnya tidak percaya karena Abaraham memberhentikan langkahnya. " Percaya padaku, Honey. Wajah kita memang mirip. Tapi akulah Elis mu, Elizabeth mu. Elizabeth yang menyelamatkan mu waktu kecil" Dia masih mencoba meyakinkan Abaraham.
"Dia itu penipu! Semua pasti rencana Sekertaris mu itu. Iya Sekertaris Kim! Dia yang tidak suka padaku! Dia yang menculik ku, makannya aku menghilangkan saat pernikahan kita. Aku tidak mau pergi, tapi anak buah sekertaris Kim yang memaksaku untuk pergi. Mereka menyekap ku dan tidak membiarkan aku pergi. Iya iya wanita di sampingmu itu pasti juga orang suruhan sekertaris Kim. Dia sengaja di suruh untuk mengantikan aku, biar kau tak menyadari jika aku menghilang" ucapnya dengan yakin.
Abraham melirik ke arah Elizabeth yang tertunduk sekarang.
"Kau ingat! kau yabg berjanji di taman waktu itu, berjanji akan selalu membuatku bahagia. Ingat engga...." wanita itu terus mengingatkan Abraham kejadian yang Elizabeth pasti tidak ketahui, kejadian dimasa dimana sebelum pernikahan. "Coba kau tanya pada wanita itu? dia pasti tidak tau! karena dia bukan aku. Dia cuma pengganti!" ucapnya.
Abraham tertegun dan merenggangkan genggamannya. Elizabeth menarik tangan Abraham yang merenggang dan memenggangnya dengan kuat.
Abraham berusaha melepaskan tangan Elizabeth. Elizabeth menggeleng dan sedih, serta mencoba mempererat pegangannya.
"Apa kau ingin mati Ha?!" Bentak Abraham.
__ADS_1
Abraham menarik tangannya dengan kasar dan akhirnya terlepas.
Pemandangan dibelakang yang di tunggu-tunggu bahkan tidak dilihat oleh mereka bertiga, yaitu hujan meteor. Meteor turun, namun mereka masih pada sibuk.
"Elis, Elis. Bangun. Bangun" terdengar seseorang memanggil Elizabeth.
Dengan terkejut Elizabeth pun bangun dari tidurnya dan langsung terduduk. Nafasnya masih kencang dan tidak beraturan, bahkan air mata masih keluar dari pipinya. Elizabeth melihat sekeliling dan ternyata dia masih di kamarnya, tampak Abraham yang ada di sampingnya terlihat khawatir dan juga binggung.
"Apa semua ini mimpi?"
"Ada apa kau berteriak dan menangis, Elis? Apa kau mimpi buruk tadi?" tanya Abraham yang khawatir dan mengusap kening Elizabeth yang basah akibat keringat.
"Sekarang hari apa?" tanya Elizabeth yang masih memastikan ini benar mimpi atau bukan, tapi tadi seperti nyata.
" Apa aku masih magang di SAS?" tanya Elizabeth lagi.
"Kenapa? Apa kau bermimpi terjadi sesuatu di SAS?" tanya balik Abraham.
Jika benar Elizabeth bermimpi buruk di SAS dia akan memperkuat penjaga. Kadang mimpi hanyalah bunga tidur, tapi terkadang mimpi juga adalah pertanda.
"Jadi aku masih magang, Honey?" tanya Elizabeth memastikan.
"Em. Masih 15 hari lagi" jawab Abraham "Kau bermimpi apa, ha?!" ucap Abraham yang sudah tidak sabar.
__ADS_1
"Peluk" ucap Elizabeth manja dan merentangkan tangannya. Abraham tersenyum dan memeluk Elizabeth.
"Jadi ini hanya mimpi?" ucap Elizabeth dalam hati lega.
"Aku mencintaimu" bisik Elizabeth pelan, namun karena mulutnya dan telinga Abraham berdekatan Abraham mendengarnya dengan jelas.
Abraham mendorong Elizabeth menjauh sedikit dan mencium Elizabeth lembut.
Abraham mengusap pipi Elizabeth. " Aku tau" ucap Abraham.
"Lalu kau bermimpi apa tadi, Em?" tanya Abraham yang masih penasaran.
"Aku bermimpi..." ucap Elizabeth terdiam binggung mau jawab apa? dia tidak mungkin menceritakan mimpinya pada Abaraham "Aku bermimpi... dikejar macan dan saat aku hampir diterkam macan, kau datang menolongku" ucap Elizabeth berbohong.
"Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Abaraham yang tampak khawatir.
"Itu hanya mimpi, honey" balas Elizabeth.
"Kau bahkan tak boleh terluka bahkan dalam mimpi" ucap Abraham serius. Elizabeth tersenyum mendengar ucapan Abraham dan tanpa sadar Elizabeth mencium Abraham.
Setelah itu, Abraham yang ambil alih dan hanya Abaraham dan Elizabeth yang tahu dan juga yang di atas...
Heheheh apa ya yang di atas?? cicak kek nya....
__ADS_1
...(Jangan kecewa ya para fans🤣)...