
"Jadi mau magang di mana ini, guys?" Tanya Raisya pada Elizabeth dan Reyhan yang masuk sibuk melahap makanan mereka.
Setelah drama yang panjang dan banyak di semester ini, akhirnya sampai dimana masa yang di tunggu ya itu akhir semester. Mereka bertiga akan segera melaksanakan ujian akhir semester.
Setelah akhir semester ini, mereka akan melaksanakan magang.
"Bukannya loe maunya di SAS, ya?" Ujar Reyhan yang tetap santai.
SAS adalah cabang Sasendri yang ada di Amerika. Cabang paling besar yang sekarang Dionlah yang mengurusnya. Siapa sih yang tidak masuk ke perusahaan itu?, Walau hanya menjadi mahasiswa magang.
Dengan magang biasanya mahasiswa berharap mendapatkan banyak koneksi agar mudah masuk sebagai karyawan disana nantinya.
Namun SAS adalah sangat sulit menerima mahasiswa magang, apalagi jumlah mahasiswa yang mengajukan diri mereka setiap tahun selalu melebihi batas penerimaan, bahkan berkali-kali lipat. Jadi hanya mahasiswa yang sangat beruntung yang bisa di terima di sana.
"Tapi pendaftaran setiap tahunnya selalu banyak dan yang keterima cuma sedikit" balas Elizabeth yang sedikit tidak yakin.
"Apa engga di D' Company aja, Lis? Gua yakin kita pasti keterima dan nilainya juga kan bisa di atur. Ya engga, Lis?" Ujar Raisya.mencari persetujuan yang bersangkutan
"Mana ada kek gitu, Sya. Ngarep" balas Reyhan. "Aku yakin Di SAS kita pasti juga di terima, kita kan ada Elis" ucap Reyhan menaik turunkan alisnya.
Sebenarnya Reyhan sedikit tidak suka jika harus D' Company. You know lah ya. Harus sekantor dengan suami gebetan.. ikhlas ya ikhlas tapi sakit juga iya.
Untuk Masalah ini Elizabeth pun tidak dapat mengambil keputusan. Dia tidak yakin Abraham akan membantu mereka. Karena Abraham tidak mungkin memasukkan masalah pribadi ke perusahaan.
"Tapi aku masih ingin di SAS, Sya" balas Elizabeth.
Dari awal Elizabeth mendengar kata magang dia langsung tertuju pada SAS. Dia penasaran bagaimana bisa perusahaan itu selalu berjaya?.
"Ya kenapa engga kita coba kirim proposal dulu, Lis? Siapa tau kita orang yang beruntung" balas Reyhan.
(Proposal izin magang) sebelum magang ke perusahaan, mahasiswa harus mengirim proposal. Jika di setujui oleh perusahaan, maka mereka akan bisa masuk ke perusahaan itu.
"Emang loe udah tanya Suami kamu, Lis? Siapa tau dia nyuruhnya di D' Company? Suami punya perusahaan besar juga, nanti marah loh orangnya"
"Nah itu dia Sya, aku nanya dulu sama orangnya"
"Tanya dulu, Lis. Siapa tau dia ngizinin ke SAS dan sekalian bantu. Siapa tau kan?" Raisya berharap.
"Iya juga sih"-Elizabeth
"Tanya Lis. Jangan lama-lama. Proposal kita belum buat. Nanti terlambat loh" -Raisya
"Gua mah di perusahaan mana ikut aja. Asal kita bertiga bareng-bareng"-Reyhan
__ADS_1
"Pasti!"
"Yoi" Jawab Elizabeth dan Raisya bersama-sama.
"Enak emang bareng-bareng, Sya. Malas aku kalau engga ada kalian" lanjut Elizabeth.
"Yoi"
"Dari awal juga kita niatnya barengan kan? Sampai lulus" -Reyhan
“Males kalau sampai lulus, Lu mah lama Rey. Gua mau lulus duluan” balas Raisya
“Dih kita berdua sama-sama pea tau”-Reyhan
“Tapi loe lebih dari aku. Udah gitu males lagi”-Raisya
Terjadilah perdebatan kecil antara dua orang itu, Elizabeth hanya bisa melihatnya saja.
“Kalau bisa sih lulus bareng. Ya kalau lama ya di tinggal. Aku kan juga mau.....” Elizabeth termenung kata-kata itu seakan pernah terucap “Pulang dan bertemu dengan ayah. Masak aku mau tinggal di sini lama-lama. Mana 4 tahun beasiswaku habis” adalah lanjutanya.
“Mau apa, Lis?” tanya Raisya yang penasaran
“Aku...Aku mau pulang lah” jawab Elizabeth ragu.
"Ini boleh kan bertiga, kan ? Minimal 1 kelompok 3 kan, ya?"-Reyhan memecahkan keheningan. “Maksud aku kalau lebih kan kita harus cari orang lagi”
"Boleh, Rey. 3-5 orang" -Elizabeth.
"Mantap"- Reyhan.
#####
"Selamat sore, nyonya" sapa Bram seperti biasa telah membukakan pintu mobil untuk Elizabeth.
"Sore"- balas Elizabeth dan masuk kedalam mobil.
"Kak, Abraham pulang jam berapa ya hari ini?" Tanya Elizabeth sesaat mobil berjalan.
"Saya rasa akan malaman, nyonya. Ada beberapa pekerjaan yang mendesak. Apa ada pesan yang ingin anda sampaikan?"
"Ah tidak ada. Aku hanya ingin tau saja"-bohong Elizabeth
"Jika ada hal mendesak, mengapa tidak anda hubungi saja tuan besar, nyonya?" Tanya Bram yang melihat kegelisahan pada wajah nyonyanya itu.
__ADS_1
"Akh aku bilang, tidak ada apa- apa, kak" elak Elizabeth.
#####
"Kita telah sampai, nyonya" ujar Bram yang membukakan pintu dan Elizabeth keluar dari mobil melihat gedung yang menjulang tinggi itu.
Setelah Elizabeth pikir-pikir kenapa tidak dia susul saja Abraham ke kantor. Jadi sekarang Elizabeth malah ke kantor Abraham.
"Mari, nyonya" Bram memperkenalkan Elizabeth terlebih dahulu.
"Tapi ini engga akan masalah kan, kak?" Tanya Elizabeth yang merasa takut Abraham akan marah karena tidak izin terlebih dahulu dan datang langsung ke kantornya
"Saya rasa tuan besar akan sangat senang melihat anda datang, nyonya"
Bram melempar kunci pada satpam untuk memarkirkan mobilnya. Dan dia memilih untuk mengantar nyonyanya masuk.
"Pak Bram. Syukurlah anda datang" ujar seseorang yang berlari ke arah Bram. Memberhentikan langkah Bram dan juga Elizabeth.
"Ada apa?"
"Kami butuh bantuannya, pak"
"Ada masalah apa?" Tanya Bram lagi dan tak berniat pergi meninggalkan Elisabeth.
"Sepertinya penting, kak. Pergilah. Aku akan masuk sendirian"
"Tapi, nyonya..."
"Tidak apa-apa, kak. Di dalam akan ada apa? Semuanya anak buah Abraham, bukan?" balas Elizabeth meyakinkan.
"Maafkan saya, nyonya. Saya benar-benar tidak sopan" tunduk orang tadi merasa tidak sopan ada Elizabeth di sana. Dilihat dari percakapan dengan pangilan Bram, dia langsung tau bahwa wanita ini adalah istri dari tuan besarnya. Elizabeth hanya membalasnya dengan senyuman.
"Jika ada apa-apa nyonya bisa hubungi saya atau sekertaris Kim dan juga tuan besar"
"Kau tenang saja, kak"
"Terimakasih, nyonya" balas pria tadi.
Bram dan pria tadi pergi ke arah yang berlawanan dengan Elizabeth.Elizabeth mulai melangkah kearah yang pernah ia masuki dengan Bram waktu pertama kali Bram membawanya ke kantor itu. Elizabeth nencari lift yang akan membawanya naik ke atas, keruangan Abraham.
###
Banyak yang tejadi dalam hidup. bukan hanya sakit yang datang tiba-tiba, tapi juga jodoh. Tanpa angin dan hujan, dia datang tiba-tiba. cepat dan tepat.
__ADS_1
Aku bisa janji setelah ini, bisa update terus. Karena aku engga tau apa yang akan terjadi di kemudian hari.