Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir
Bab 56


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Elis, coba buka situs SAS katanya pengumumannya sudah keluar" teriak Raisya yang baru nongol di panggilan vidio


Saat ini Raisya, Elizabeth, dan Reyhan sedang melakukan panggilan video grup.


"Woy santai aja kali. Bisa bolong nih telingga, gua" balas Reyhan.


"Yang benar, Sya?" Balas Elizabeth yang tidak mempedulikan keluhan Reyhan.


"Benaran, Lis. Buka deh!"


"Tadi pagi aku buka, belum ada, Sya"


"Temanku udah keterima tuh. Katanya udah ada"


"Keterima di mana? SAS?" Tanya Reyhan.


"Bukan! Di perusahaan A" jawab Raisya.


"Belum tuh, Sya. Bukan di SAS kali. Kelompok Ariel (teman sekelas) juga udah katanya tapi di perusahan B" ucap Elizabeth yang ternyata fokus mengecek di situs SAS


"Orang temannya Raisya di perusahaan A, bukan Di SAS juga, El. SAS mungkin belum.


"Suami kamu mana, El? Kok aku engga lihat dari tadi?" Tanya Raisya. Elizabeth sekarang ada di kamarnya.


"Ngapain kamu nyari suami orang, Sya?" Tanya Reyhan..


"Dih. Gua bukan nyariin, cuma engga kelihatan aja. Gua takut dia marah kalau kita lama-lama ngobrol. Kalau kek gini kan aman" balas Raisya.


"Abraham udah ke kantor dari tadi pagi.


Tenang aja, Sya. Dia engga marah kok"


"Aku masih engga percaya kamu udah nikah, El" Reyhan hanya manggut-manggut mengiyakan ucapan Raisya.


"Bukan hanya kamu sih, Sya. Aku juga. Terjadi begitu cepat, dan aku juga masih engga percaya" balas Elizabeth


Mereka mengobrol panjang kali lebar


"Eh. Lihat grup geh, guys" perintah Reyhan.


"Emang ada apa?" Tanya Raisya dan Elizabeth bersamaan


"Kelompok Elsa ( teman sekelas) juga udah penggumuman. Dia kan mau magang di SAS juga, katanya engga keterima"


"Iya tah?!" Elizabeth dan Raisya membaca grup.


"Iya beneran. Buka punya kita, El" perintah Raisya.


"Sabar. Masih buka ini" ujar Elizabeth mengotak atik Laptopnya.

__ADS_1


"Buka sendiri Sya Sya jangan nyuruh Elis mulu"


"Emang kamu engga? Kamu juga engga buka kan? Nyuruh doang" sarkas Raisya. Raisya kembali membaca grup.


"Mereka nunggu hasil dari perusahaan kedua dong. Perusahan kedua mereka memilih perusahaan apa sih?"


Mahasiswa bisa mengirimkan maksimal 3 perusahaan yang mau mereka datangi. Pengumuman hari ini untuk perusahaan pilihan pertama, besok akan ada pengumuman lagi untuk perusahaan kedua dan ketiga. Untuk kelompok Elizabeth merek memilih SAS dan kedua pastinya D'company.


"Keknya perusahaan C deh" jawab Reyhan.


"Kek mana, El?" Tanya Raisya yang melihat wajah Elizabeth berubahan.


"Kok loe sedih sih, El?" Tanya Reyhan "kita engga keterima ya? Udahlah kita kan bisa magang di D' Company" hibur Reyhan


"Cie... Yang calon sekantor dengan suami" ejek Raisya.


"Dih apaan sih. Orang kita keterima kok" balas Elizabeth sambil memberikan senyum terbaiknya.


"Iya tah?" -Raisya


"Beneran?"- Reyhan


"Coba lihat. Coba lihat!"- Raisya.


Elizabeth menunjukkan lajar Laptopnya dan menyatakan bahwa kelompok mereka di terima magang di perusahaan"


"Hahaha.. kita keterima..."- Raisya.


Mereka semua bahagia.


"Ini berkat Elizabeth kita keterima. Proposalnya pasti paling bangus" puji Raisya.


"Jelas dong. Proposalnya loe pernah lolos di pusat penelitian" lanjit puji Reyhan.


"Menurutku engga rugi sih, El kalau kek gini. Kamu nolak permintaan pusat penelitian untuk magang di sana"


"Mr. Grammy loh udah ngajak kamu buat proposal lagi. Bukannya lumayan, El" lanjut Reyhan.


"Pas tau aku lolos proposal di pusat penelitian tahun kemarin, ayah marah besar, Rey Sya. Dan aku udah janji untuk tidak menerima apapun yang berhubungan dengan pusat penelitian"


"Ayah kamu aneh ya, El. Kalau kamu mau, sepertinya mereka akan mau menerima kamu kerja di sana" balas Raisya.


"Tapi sekarang Abraham juga engga ngijinin. Menuruku disana berbahaya" balas Elizabeth


"Apanya yang berbahaya. Pusat penelitian yang dilindungi sama pemerintah juga" ucap Raisya.


"Tapi bisa jadi penelitian pakai bahan kimia kan. Nah itu bahayanya , Sya. Iya kan, El?" Ucap Reyhan. "Bahan kimia bisa menyebabkan iritasi dan paling bahaya bisa menyebabkan kematian"


"Dan bisa menyebabkan mutasi pada gen. Mungkin tidak berdampak pada kita, tapi bisa berdampak buruk bagi keturun. Makanya suami kamu engga ngijinin, El"


"Mungkin. Bisa jadi Sya Rey" balas Elizabeth.

__ADS_1


"Tok tok" terdengar seseorang mengetuk pintu.


"Udah dulu ya. Rey Sya. Ada yang datang"


"Yah...Siapa, El? Suami kamu?"


"Bukan! Dia pulang sorean" jawab Elizabeth


"Nanti kita sambung lagi. Bye"


"Bye" balas Reyhan dan Raisya.


"Tok tok" lagi-lagi seseorang mengetuk, karena tidak mendapat jawaban dari si pemilik kamar.


"Masuk aja"


Krek pintu terbuka ..


"Makan siang sudah siap, nyonya" ucapnya


"Gladis, Desi?! Masuk.. masuk.." Gladis dan Desi jalan mendekat.


"Kemana aja kalian selama ini. Kok pulang kampung engga kasih tau dulu sih"


"Maafkan kami, nyonya. Ada urusan mendesak sehingga kami, tidak bisa memberikan kabar kepada nyonya terlebih" jawab mereka kompak.


"Apa Tiara dan juga Emi juga sudah pulang?" Tanya Elizabeth.


"Mereka berdua tidak datang lagi. Mereka sudah mengundurkan diri, nyonya" hawab Gladis mantap.


Sebelum mereka kembali kerja kemarin, mereka sudah di kasih untuk memberikan jawaban apa jika Elizabeth bertanya tentang mereka dan juga 2 temannya yang sudah mati itu.


"Kenapa? Apa kalian tau kalian tau, apa terjadi masalah pada mereka?" Tanya Elizabeth.


"Tidak, nyonya. Tidak ada masalah. Mereka hanya mengundurkan diri" balas Gladis.


"Saya kurang tau pastinya nyonya, tapi saya dengar mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik" balas Desi.


"Benarkah?" Tanya Elizabeth tampak senang


"seharusnya kita rayakan dulu sebelum mereka pergi. Buru-buru banget sih" gerutu Elizabeth.


"Kami kurang tau, nyonya. Mungkin mereka merasa akan sangat sedih jika harus pamit dahulu dengan anda" Desi memberikan alasan.


"Oalah. Oke oke"


"Nyonya, saatnya anda makan siang" lanjut Gladis.


"Oke"


Elizabeth bangun dari tempat tidurnya dan merangkul 2 gadis itu.

__ADS_1


"Kalian belum makan juga kan? Yuk makan bareng" ajak Elizabeth


__ADS_2