Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir
Merindukan Dimas yang dulu


__ADS_3

Anita begitu menikmati lagunya, bahkan dia tidak menyadari kalau dimas sudah tidur di atas pahanya.


"Ahh,,, Dia sudah tidur?"tanya anita.


Anita mencoba membangunkan pria itu, namun tidak ada pergerakan sama sekali. Karena merasa lelah untuk membangunkannya, Anita pun memutuskan untuk mulai tidur, walau pun dia tau kalau besok badanya akan terasa sangat remuk karena posisi tidurnya yang tidak beraturan.


Sementara di luar rumah, dengan tidak sabaran, Dimas terus mengetuk pintu rumah pacarnya.


"Dia kemana sih? Kenapa buka pintunya lama banget"gerutunya.


Tokkk... Tokkk...


"Anitaaaa,..." teriak Dimas.


Tokk.... Tokk...


"Anit..."


Ceklek!


Pintu terbuka dan betapa kagetnya Dimas saat melihat, wanita yang ada di hadapanya itu.


"Kamu?!..."


"Selamat datang, sayangku"ucap Anita dengan senyum sumriangah.


"Kamu kenapa berpakaian seperti ini?"tanya Dimas, sambil melangkah masuk.


"Tadi aku sedang mandi, terus kmunya nggak sabaran makanya aku pake ini dulu"jawab Anita.


"Yaudah, kamu duduk dulu ya aku mau pake baju yang bener dulu"lanjutnya.


"Iya."Dimas menggelengkan kepalanya melihat tingkah pacarnya itu.


Bisa - bisanya Anita membuka kan pintu dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan sarung dan handuk. Dan yang parahnya, gadis itu memakai sarung dengan tidak beraturan.


___


"Aku tadi mendaotkan teguran dari bang Beni"ucap Dimas, sambil menyuapkan makanan ke mulutnya. Anita menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengambil makanan.


"Kenapa?"


"Aku juga nggak tau, katanya ada yang melaporkan kalau aku kerja nggak bener"balas Dimas.


"Terus gimana?"


"Entalah aku juga nggak tau, "


"Emang kamu, ngapain aja sih, sampai lalai dalam bekerja."tanya Anita.


"Mana ada aku lalai, kamu kan tau sendiri kalau aku kerja gimana.lkata Dimas, anita menganggukkan kepalanya.


"Udah biarin aja, yang penting kamu kan nggak ngelakuin seperti apa yang di tuduhkan"kata Anita memberi semangat.


"Ayo, makan yang banyak, ini semua aku sengaja masakin buat kamu"lanjut gadis itu, Dimas pun tersenyum mendengarnya.


"Oiya, sayang. Aku boleh bawa ini pulang nggak? Nanti pak Henri katanya mau datang kerumah, dan kamu kan tau sendiri semenjak kita bersama, aku tu jarang banget belanja buat stok makanan di rumah"kata Dimas.


"Iya, nanti aku bungkuskan ya"balas Anita.


____

__ADS_1


Sesuai dengan janji nya Henri pun datang kerumah Dimas. Sudah lama dia tidak datang kerumah cowok itu, karena dia terlalu sibuk mengurus usahanya yang sedang ada masalah itu, jadi dia tidak memiliki waktu untuk sekedar mengunjungi anak angkatnya itu.


"Bapak sudah datang"sambut Dimas yang mendengar suara Henri datang, dia langsung membuka kan pintu rumah.


"Gue kangen banget, sama lo. Lo apa kabar?"tanya Henri, memeluk Dimas, Dimas pun tersenyum dan membalas pelukan itu.


" Aku juga kanget pak, bapak kemana aja?"tanya Dimas.


"Kesibuk, lo tau nggak perusahaan gue yang ada di Tiongkok, Mmm... Disana sedang ada masalah yang mengharuskan gie kesana"jawab Henri.


"O gitu, ayo masuk" Dimas membawa pak He ri masuk, dan pria itu langsung mengiringi pria paruh baya itu untuk duduk di meja makan.


"Tadi anita, membuatkan makanan buat bapak. Ini tunggu aku panaskan dulu" kata Dimas.


"Benarkah? Apa lu udah makan?"tanya Henri, ya g melihat dimas memasukkan makanan ke dalam mikrowave.


"Sudah pak, tadi saya makan bareng Nita"kata Dimas.


"Terus ini gue makan sendiri?"tanya Henri.


"Hmm."


" Kalau gitu nggam usah makan deh, maals bnaget kalau harus makanan sendiri."ucap Henri.


Dimas menoleh ke belakang." Tapi pak, saya benar - benar sudah kenyang"kata Dimas.


"Ya sudah gue nggak usah makan juga."kata Henri. Dimas menghela napas jengah. Begini lah kelakuan pak Henri jika sudah berhadapan dengan Dimas. Kalau orang lihat dia garang, tapi aslinya, pak Henri itu sangat manja dan tak terbantahkan.


"Baiklah..."balas Dimas pasrah.


___


Tidak hanya Dimas, Anita pun juga merasakan hal yang sama, akhir - akhir ini dia sudah sering mendapatkan komplen dari atasannya.


"Aku sudah tidak tahan, dengan semua ini. Mereka benar - benar menyebalkan" keluh Anita pada Dimas.


"Iya, aku juga sudah tidak sanggup, tapi mau bagaimana lagi, kalau kita berhenti, kita mau kerja apa sayang"


"Kamu kan tahu sendiri, cari kerja zaman sekarang itu sangat lah susah" tambah Dimas.


Anita terdiam, memang benar apa kata Dimas, apa lagi mereka yang hanya mengandalkan ijaza SMA. Sudah sangat jarang lowongan untuk lulusan SMA.


"Sabar aja dulu ya." ucap Dimas.


___


Rizal dan kedua sahabat nya sedang duduk berkumpul di warung seblak pinggir jalan.


"Gimana apa lo udah ngomong sama Dimas?" tanya Yoga pada Bima.


"Belum, kayaknya Dimas sekarang sedang dalam tekanan deh, lo pada nyadar nggak?" ucapnya.


"Kayaknya sih gitu, tapi gue herannya kenapa gitu dia nggak terbuka aja gitu sama kita" sahu Yoga.


"Gue rasa ini semua karena pengaruh buruk dari Anita deh, kalian sadar nggak kalau Dimas berubah sejak dia kenal dengan gadis itu dan dia juga menjauh dari kita sejak di menjalin hubungan dengan gadis itu." ujar Bima.


"Lo benar, gue sangat merindukan Dimas yang dulu" tambah Rizal.


"Terus kita harus bagaimana ?"tanya Bima.


"Bagaimana lagi, kita harus bisa bikin tuh bocah sadar kalau Anita itu bukanlah wanita baik - baik"ujar yoga

__ADS_1


"Cara nya?" tanya Bima.


"Nah, itu yang harus kita pikirkan sekarang." kata Yoga


PLETAKk ~


Rizal dan Bima menjitak Yoga, mereka tak habis pikir dengan jawaban Yoga padahal mereka benar - benar berharap kalau pria itu bisa memberian solusi untuk masalah Dimas.


"Kenapa kalian menjitakku, sakit tau." keluh Yoga menggosok kepalanya.


"Bodo" uucap Bima dan Rizal


____


1 bulan kemudian.


Anita pulang dalam keadaan sangat marah dan sedih. Bagaimana bisa dia di pecat dengan tuduhan kesalahan yang di lakukan oleh orang ain.


"Bagaimana mereka tidak bisa bersikap adil seperti ini padaku." ucap meneguk air dingin yang tadi sempat di belinya.


"Apa yang harus aku lakukan? Kalau aku di pecat, lalu bagaimana dengan biaya kehidupanku ini?" gumamnya panik.


"Ayolah, Nita berpikir..."


Anita berjalan mondar mandir di ruang tengah kontrakkannya. Dia benar - benar frustasi dengan keadaannya


Maam harinya, Dimas datang ke rumah Anita, dia datang dengan senyum yang cerah.


"Hai, sayang... Kenapa wajhm di tekuk seperti itu?" tanya dimas yang melihat Anita bermuka masam.


"Nggak apa - apa? Kamu kok telat datangnya, au udah laper banget nungguin kamu" rengek Anita, bergelayut manja di lengan kekasihnya itu.


"Uuuu tu... Tu... Kasihan banget sih kesayangan aku ini" ucap Dimas mencubit pipi gadis itu.


"Laper..."


"Yok siap - siap, kita makan di luar." ajak Dimas


"Beneran kamu?" tanya Anita senang


Dimas menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


____


Anita dan Dimas menikmati makan malamnya di tempat makan pinggir jalan. Inilah yang di sukai Dimas, Anita adalah wanita yang sederhana dan tidak terlalu menuntut untuk di ajak ke tempat yang bagus - bagus dan mewah - mewah.


"Yang, aku pernah bilang kan kalau, aku ingin mengenalkan kamu sama keluarga aku?"


"Iya, pernah"


"Nah, besok aku berencana untuk mengajak kamu ke rumah keluarga aku." kata Dimas.


"Benarkah?" Snita sangat senang mendengarnya.


"Setidaknya aku akan aman jka berada di sana/" batin Anita tersenyum.


...****************...


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜

__ADS_1


__ADS_2