Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir
Part 7 : Suasana Keluarga Wijaya


__ADS_3

"Erin ini foto lo sama kaka lo?." Tanya Kiran yang sedang asik melihat semua isi kamar Erin yang seperti kamar princesss itu


"hmmm." dehem Erin yang masih fokus menoton drama korea


"Wahhh mirip yahh...tapi yang gue aneh nih..kaka lo ini kan sering muncul di majalah,tv siaran gosip,dann majalah bisnis sedangkan lo??gue ga pernah tuh liat lo ada di begituan?."


"kan gue lagi nyamar ****! yaaa kalau gue bilang bilang dan muncul di tv lah di majalah lah sama aja bohong dong dan lagian gue ga tertarik kaya begituan."jelas Erin yang setia menatap layar laptopnya


"ohhh gitu..Ehh menurut lo kita kasih pelajaran apa ke si nenek lampir penghisap darah itu?". Erin menonggakan kepalanya menatap Kiran


"Bisa ga sih lo jangan banyak tanya dulu...gue lagi fokus nihhh sama my Oppa Taehyungg dan... ahhh masyallah ganteng bangettt..."teriak Erin sampai berdiri dan loncat loncat ga jelas


"kumat dahh....anak drakor emang!!." Sinis Kiran


Tok tok tok!!


suara ketukan pintu berhasil membuat Erin duduk kembali ke asal semula


"Kiran lo aja yang buka."


"Gue takut."


"yahhh elaaa di sini ga ada valakk ga ada penyihir!!jadi??ngapain lo takut??."


"Cepet buka ehhh!!."titah paksa Erin


"iya iya nyonya saya laksanakan." Kiran mengalah dan membuka pintu ... dannn terlihat Bi Marni yang berdiri di depan pintu..kinan membuang nafas lega dan tersenyum


"Non di perintahkan oleh tuan dan nyonya untuk makan malam bersama di bawah meraka sudah menunggu."


"oke bi baik...kami akan segera turun kebawah."


"iya non...kalau gitu bibi permisi dulu."


"baik bi."


Kiran menutup pintu nya kembali dan menatap Erin yang tengah senyum senyum sendiri


"beneran gila ini anak!!."pikir kiran


"oiiii....kita di suruh ke bawah untuk makan malam katanya."kata kiran yang duduk di samping Erin


Perlahan Erin menutup laptopnya dan memakai hijabnya Kiran menyatukan alisnya bingung masa makan malam aja harus di kerudung?ini kan rumahnya sendiri!Aneh!!


"Lo mau kemana Rin?."tanya Kiran ikut berdiri


"kan kita di suruh ke bawah...malah nanya lagi ya ampunnnnnn!."pekik Erin menggeleng


"heheh iya gue lupa."Kiran cengegesan


"Parah emang...apa jangan jangan lolanya Gina pindah ke lo yah??."


"Enakkk aja nggga lahhh Miss Lola se Indonesia itu tetap Gina oke jangan bawa bawa gue kalau lo mau juluki gue sebagai Princesss Dunia oke."jelas Kiran yang berjalan di samping Erin

__ADS_1


"Serah lo deh."Erin udah pasrah akan sikap teman temanya yang melebihi anak ingusan di indonesia ..


Erin dan Kiran turun ke bawah dan menuju ruang makan nampak semua sudah menunggu mereka.Erin menarik kursinya dan duduk sama seperti Kiran yang duduk di sebelah Erin


"Haiii...kalian kok lama banget sihh?." Tanya Shiren sambil menuangkan nasi ke atas piring


"hehhe biasa mah...nonton."cengir Erin Yah!!Erin memiliki hobi membaca Novel dan menonton Drama Korea itu adalah hal yang wajib setiap harinya ... tanpa itu hari Erin bagaikan Nasi tanpa Lauk Hambar...bukan Ambyarr yah guys!!!


"kebiasaan."celetuk Ervan


"Biarin suka suka."geram Erin menatap Ervan yang duduk di sebrang


"oh"


"huuu....Dasar balokk esss..."


"Udah udah makan kasian tuh Kiran sama papa nunggu kalian." Pisah Shiren yang mulai pusing kalau Erin dan Ervan berantem susah di pisahin


"emmm." Erin dan Ervan Bebarengan


Mereka menikmati makan malam bersama setelah selesai shiren membantu Bi Marni untuk membereskan semuanya meski pun berkali kali Bi Marni selalu menolak namun Shiren bukan lah tipe cewe pemalas ia sudah di didik dari kecil untuk belajar mandiri..


Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga


Ervan yang awalnya malas terpaksa harus ikut karena permintaan sang adik Erin yang ingin meminta bantuannya


"Owhh iya Kiran Abi kamu pergi kemana emang?." Tanya Yudha


"Itu omm ke Jakarta sama ke Medan dan kemungkinan bakalan pulang setelah dua atau tiga hari lagi om!."Jawab Kiran


"Abi pergi untuk tausyiah di sana om..hari hari ini jadwalnya padat terus!."Terang kiran


"Wahhhhh Rachmat masih suka Tausyiahhh..ngga nyangka om dulu dia memiliki impian besar untuk menjadi seorang Ustad yang handal...dan sekarang???Alhamdulillah Masyallah ... hebat dia." Yudha begitu kagum hingga menampilkan senyuman manis yang jarang ia keluarkan pada siapa pun termasuk sahabat,kerabat dan keluarga tercintanya


"Heheh iya om..Abi pernah cerita banyak tentang Persahabatan Abi,Om,Om Bayu,Om Arya, dan Om Rendi katanya persahabatan kalian itu sangat Erat dan bla bla bla."Kiran menceritakan semuanya kepada Yudha


Memang dulu Rachmat,Yudha,Bayu,Arya dan Rendi sudah bersahabat sejak kecil mereka memiliki impian yang besar pada diri masing masing...Hingga lulus SMA mereka harus berpisah karena melanjutan pendidikan yang lebih tinggi lagi.


mereka sudah jarang ketemu kontekan online aja bila ada sesuatu yang penting atau bertemu tak sengaja di suatu tempat.


"hahaha."tawa yudha tertawa karena mengingat masa masa SMA bersama para sahabatnya itu


"Mahh..Kak..Sepertinya kita jadi nyamuk deh..mereka sibuk ngobrol berdua deh.."Ucap manja Erin yang duduk di bawah sofa


"heheh maafkan papa sayang habisnya papa rindu mereka ." Jelas Yudha melihat putri kesayanga nya yang sedang kesal itu


"ehhh iya Erin mau minta tolong ke Kak Ervan sama papa dong!."Ucap Erin sambil melirik ke arah Ervan yang sibuk memainkan ponselnya


"Memangnya kamu mau minta tolong apa?."tanya Shiren heran begitu juga dengan Yudha


"Kak ihhh...Dengerin dong."ranjuk Erin mengoyangkan kaki sang kaka yang tengah duduk di sofa


"iya apaan?."tanya Ervan menaruh hpnya dan menatap Erin

__ADS_1


"Kaka sama papa kenal ga sama direktur yang punya anak namanya Shalsa Sinta?."tanya Erin


Yudha dan Ervan saling berpandang lalu mereka menatap lagi Erin dan Kiran


"Kenal mereka adalah direktur besar di jawa kan nama marganya wirajo yah kan?."jawab nya serentak


"ntahh deh pahh soalnya di sekolah dia hanya memasang nama Shalsa Sinta aja."jelas Erin


"memangnya kenapa nak?."tanya Shiren


"Pahhh tolong dong selidiki mereka."Ucap Erin dengan nada merengek


"Iya om bantu kita."mohon kiran


Yudha menyeritkan dahinya


"Memangnya kenapa??ada masalah apa?."


"jadi gini pah..kak..mah.."Erin menceritakan semuanya Yudha dan Ervan nampak geram dan marah..bagaimana tidak??Erin yang biasa di manja,di sayang, dan di hormati kini di caci dan di hina wawww!! sesuatu yang menarik Yudha dan Ervan dalam permainan


"Ini ngga bisa di diamin dong pah." Sahut Sherin kesal


'Sepertinya mereka masuk ke kandang harimau deh...serem gue liat muka om Yudha dan kaka nya si Erin itu kalau lagi marah yang satu kaya harimau yang satu kaya beruang kutub mendadak jadi beruang liat aihhh gue merinding merinding..' Batin Kiran sambil menggelengkan kepalanya Erin yang melihat itu menyeritkan dahinya


"lo kenapa ran?."tanya Erin heran


"ahh itu ngga gue ga apa apa kok..."Kiran tersenyum meyakinkan


"oh oke...jadi gimana pahh?."Tanya Erin


"biar kaka yang cari tau.Maa pahh Ervan naik dulu."ucap Ervan yang beranjak dari kursi dan pergi ke kamarnya


Yudha Tersenyum licik"kita akan bermain dulu sama dia...samapai kapan si Shalsa itu mencaci mu...liat aja pertunjukkan yang akan papa dan kaka kasih ke kalian."Jelas Yudha


Kiran dan Erin saling berpandangan lalu mengangguk


"Iya udah sana kalian naik ke atas besok kan sekolah." Titah Shiren


Kiran dan Erin pergi ke kamar bebarengan sampai di kamar mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur Kiran melirik Erin


"semoga aja rencana kita berhasil!."Doa Kiran


"Aamin...kita berdoa aja ... tapi gue yakin Papa gue ga akan biarin dia lolos gitu aja."ucap Erin


"Pasti lah dia kan Seorang pebisnis hebat nomor satu di dunia ... yakin lah hal kecil untuk membasmi nya."Sahut Kiran yang perlahan membuka hijabnya


"Ehhh iya rinn...kaka lo dingin bener yah.."Ucap kiran aneh


"Emang dia mah manusia es Pangeran dari kutub utara temennya beruang kutub Huaaaa."Sahut Erin yang mulai menguap


'Jadi begini suasana keluarga Wijaya dan Sungguh aneh dengan keluarga ini..Mereka memang terlihat dingin namun akan hangat jika bersama keluarga..'Batin Kiran


"Kita tidur yu gue ngantuk."Ajak Erin

__ADS_1


"iya ayo."


mata mereka mulai menutup perlahan mereka terlelap dan akhirnya masuk pada mimpi masing masing.


__ADS_2