
4 hari di kota B tidak ada yang istimewa, hanya di perusahaan SAS belajar dan belajar.
Pagi bangun, langsung ke kelompok masing-masing dengan tutor yang berbeda, tergantung dengan jurusan yang di ajarkan. Jam 04.00 mereka kembali ke kamar masing-masing. Mandi dan Istirahat masing-masing. Karena memang cukup menguras tenaga, semua mahasiswa pulang rebahan sebentar, mandi, makan, sibuk masing-masing dengan tugas masing-masing dan kemudian tidur.
Di kamar Elizabeth ada Raisya tentunya dan juga Amel. Sedangkan Reyhan dengan Sean dan Edward dengan Arga.
Biasanya Reyhan yang di kamar Elizabeth sampai larut, mengerjakan tugasnya dan kemudian setelah selesai, dia kembali ke kamar untuk istirahat.
Begitu pula Amel yang berkumpul dengan kelompoknya sampai larut dan gantian dengan Reyhan di kamar Elizabeth dan Raisya, hanya untuk ngobrol sedikit dan kemudian tidur.
Di hari ke-5.
Akan ada mengadakan pesta BBQ di restoran di luar perusahaan. Pesta di buat perusahaan untuk merayakan keberhasilan dan menghilangkan jenuh mahasiswa yang belajar selama 4 hari di gedung perusahaan SAS di kota B itu.
Namun dengan syarat mahasiswa hanya boleh di dalam restoran, tidak boleh keluar tanpa izin.
Sampailah di restoran.
Jadi yang dilihat mahasiswa selama masuk gerbang kota B adalah hutan yang luas, Perusahaan SAS, Hutan yang luas, Restoran mewah berhadapan dengan supermarket, kemudian hutan kembali.
Seperti itulah yang mahasiswa lihat selama di di kota B. Ada yang tidak peduli, ada pula yang binggung, dan ada pula yang penasaran tentunya kenapa ada Restoran mewah dan Supermarket besar di tengah-tengah hutan di kota B.
Acara berlangsung sangat meriah dan bersenda gurau antara mahasiswa.
"Lis, Ke Supermarket, yuk" ajak Raisya.
"Ngapain, Sya? Kan engga boleh keluar, kita hanya boleh di dalam restoran" balas Elizabeth.
"Gua keknya penuh, Lis. Lupa bawa ganti. Takut tembus gua, Lis" Jawab Raisya dengan wajah panik dan sedikit pucat.
Kalau masalah ini, kalian engga ngerti maka kalian adalah cowok.
"Aduh gimana ya, Sya" Elizabeth ikut panik.
"Ada apaan toh?" tanya Amel.
"Gua lagi itu, tapi takut tembus. Kek nya udah penuh" jawab Raisya.
"Ke Toilet loh. Ganti!" balas Amel.
__ADS_1
"Ya masalahnya, gua engga bawa nganti"
"Lah di depan ada supermarket toh. Beli aja" Ucap Amel tanpa dosa.
"Kan engga boleh keluar, Mel" balas Elizabeth.
"Katanya engga boleh keluar tanpa izin toh? ya kita keluar dengan izin. Kita izin dulu sama panitia nya" ujar Amel.
"Iya juga ya" Elizabeth dam Raisya membenarkan.
"Ada apa, Guys?" tanya Sean.
"Kenapa, Lis?" tanya Reyhan.
"Kita mau ke supermarket yang ada di depan" balas Elizabeth
"Iya, Rey. Izinin sih sama panitianya" lanjut Raisya.
"Emang mau beli apa sih? " kini Arga yang bertanya.
"Cemilan lah. Besok kitakan pulang. Ya untuk makan di mobil, iya kan?" tebak Edward.
"Tapi bukanya engga boleh keluar, ya?" tanya Arga
"Izin dulu lah" balas Amel.
"Yaudah. Aku coba minta izin dulu" ucap Sean
Sean langsung menarik tangan Arga, Arga narik tangan Edward, Edward narik tangan Reyhan. Dan akhirnya Amel, Elizabeth, dan Raisya juga ikut.
Mereka meminta izin dan di izinkan, tapi ada satu orang yang ikut. Orang itu adalah salah satu anak buah Abraham. Bukan dia yang mengajukan diri, tapi senior asli SAS yang menyuruhnya. Melihat temannya akan pergi bersama nyonyanya, yang satunya juga ikut menemani.
Mereka akhirnya ke supermarket dan terkejut akan besar dan lengkapnya supermarket lantai 2 itu yang malah terlihat seperti Mall.
Di depan Supermarket ada 2 mobil terparkir, tapi mereka tidak ada yang peduli, hanya berfikir bahwa itu mobil milik karyawan SAS.
Mereka masuk supermarket dan memilih barang-barang yang mau mereka beli dan memasukkan ke keranjang masing-masing.
Begitu juga Raisya, Elizabeth, dan Amel.
__ADS_1
Setelah mendapatkan barang yang dibutuhkan, Raisya langsung membayar barang itu, dan mengajak Elizabeth dan Amel ke Toilet.
Elizabeth dan Amel menunggu di luar.
"Lis, gua kebelet juga nih" ujar Amel dan masuk ke salah satu bilik toilet.
Tinggallah Elizabeth sendirian diruangan itu.
Itu ruangan berisi tempat cuci tangan dan ada cermin. Ya seperti toilet pada mall-mall lah ya.
Saat Elizabeth masih sibuk dengan berkaca ada sekelebat bayangan yang berdiri di depan pintu. Elizabeth melihatnya dan menampakan diri yang sedikit terkejut.
Saat Elizabeth mendekat orang itu terlanjur pergi.
Elizabeth masih mencoba mencari, siapa tau ada jejak, namun nihil lorong itu kosong.
"Lah aku engga mungkin salah lihat kan? Kenapa bisa? Apa aku salah lihat, ya?" tanya Elizabeth pada dirinya sendiri.
"Ada apa, Lis?" tanya Raisya.
Raisya dan Amel telah selesai dengan urusan masing-masing.
"Ah kalian udah selesai, toh?" tanya Elizabeth dengan keterkejutannya. Wajah Elizabeth masih tampak binggung dan Elizabeth masih celingak-celingguk mencari sesuatu.
"Ada apaan sih, Lis?" tanya Amel.
"Loe kek nyari sesuatu, Lis? Loe nyari apa sih?" tanya Raisya.
"Engga kok. Cuma mau lihat-lihat aja" balas Elizabeth. "Udah kan? Yok para cowok-cowok pasti udah selesai dan nyariin kita" lanjut dari supermarket.
Disudut lain ada seseorang yang juga menampakkan wajah terkejutnya melihat Elizabeth.
Bukan hanya seseorang itu, seseorang dari pengawal Elizabeth, melihatnya dan menampakan wajah terkejutnya.
"Eh ayo!" ajak salah satu pengawalnya.
"Ada apaan toh?" Tanyanya lagi menepuk pundak temannya yang masih bengong.
"Kamu kembali duluan, ada yang mau aku pastikan" balasnya "Pastikan nyonya dan kawan-kawan baik-baik saja" lanjutnya kembali masuk ke dalam supermarket.
__ADS_1