
keluarga Wijaya tengah berkumpul ke ruang keluarga sambil bersantai bebincang ria membicarakan berbagai hal seperti anak bungsu wijaya yang bermanja di pangkuan sang mama sambil ngemil beberapa makanan yang di taruh tapat di atas perutnya
Yudha menikmati teh hijau buatan sang istri tercinta sambil sesekali mengobrol dengan putra sulungnya yang terkenal dengan si balok es..
"Ervan bagimana pertama kali menjadi CEO di perusahaan papa."tanya sang papa sambil menyeruput teh di tangannya
"biasa aja sih."ucapnya yang sedang sibuk mengemil makanan di tanganya
"emmm gitu...client tadi gimana setuju dengan syarat yang kita ajukan?."
"yess..mereka setuju pa mereka juga udah metandatangani persyaratan kita tadi siang."jelasnya
"bagus kalau begitu kita liat perkembangannya."
Erin yang masih tiduran di atas paha sang mama hanya mendengarkan kedua orang itu..begitu pun dengan mereka karena mereka sama sama tak mengerti mengenai bisnis.
"ihhhh itu yang Erin kak!!!main ambil aja."ucap Erin yang langsung duduk melihat makanannya di ambil oleh Ervan
"minta dikit kenapa sih de."belanya
"kaka mah...sedikit sedikit yang ada pas balikin cemilannya sedikit tau!!."Erin mengerucutkan bibirnya
"Yahh ela pelit banget sih sama kaka sendiri."Ervan yang masih mengunyah makanan Erin
"Ihhhh kaka??siapa kaka??yang ada beruang kutub hidup di darat."ejek Erin
"Biarin ... kata papa juga orang yang dingin dan cuek itu mengoda loh!!!awas aja kalau kamu tergoda."celahnya sambil melirik sang papa yanh sedang bersender di pungung sofa
"benar kamu nak."acung Yudha mengangkat kedua jempol nya setuju dengan perkataan putra nya itu
yahhh meski pun begitu Ervan selalu bersikap lembut dan hangat kepada keluarganya dan orang orang tersayangnya namum jika di luar berhadapan dengan yang lain mengeluarkan sosok dingin,cuek dan sikap arogannya.oleh karena itu ini lah sikap aslinya manja,lembut dan penyayang
"ihhhh mahhhh papa nyebelinn."rengek Erin
"Manja deh."ledek Ervan yang masih ngemil
"ihhhh..."Erin melemparkan bantal sofa tepat ke arah Ervan , Ervan tak terima ia berdiri dan mengelitiki adiknya itu yang tertawa akibat menahan gelinya
"ahhhh ampunn kak ampunn...geli ih ahhahahah."Erin berteriak dan tertawa
"sudah sudah...udah malem sebaikanya kalian pergi ke kamar dan tidur."sahut sherin memisahkan adik dan kaka itu..
"awasss loohhh ada kecoa kapal nanti naplok tuh di muka kusut kak!!."ledek Erin sebelum masuk ke kamar
"loo!!!!!."geram Ervan yang hendak mengejar namun Erin lebih dulu masuk ke dalam kamar
dengan satu sahutan dari sang mama membuat mereka berhenti dan pergi ke kamar masing masing Yudha dan Sherin hanya menggeleng pelan sambil tersenyum..anak yang selama ini mereka rawat dari kecil tak terasa tumbuh menjadi anak yang tanguh dan penurut..paras Erin mirip sekali dengan Sherin dan Ervan memiliki sikap yang sama dengan Yudha yang dingin
"mereka udah masuk kamar sebaiknya kita juga masuk kamar..pasti kamu cape."ajak Yudha yang di angguki oleh sherin karena memang benar ia hari ini sangat cape
yudha melingkarkan tanganya di pinggang sang istri dan membawanya ke kamar.
_o0o_
"Abi kok belum tidur??."tanya gadis yang memakai baju tidur panjang dengan kerudung Geblus berwarna hitam melihat sang Abi masih membaca ayat suci Al-Qur'an
"Shodakallahulazimm.."Rachmat menutup kitab suci Al-Qur'an dan menatap sang anak yang tengah memperhatikannya itu
__ADS_1
"Mau kok sayang...kamu kok belum tidur??besok sekolah kan??."Tanya balik Rachmat
"Tadi Kiran mau ngambil minum dan melihat Abi masih di mushola."Kiran masuk menghampiri Abinya yang tengah duduk
"owhhh gitu...oh iya nak ada yang ingin Abi sampaikan."Ucap Rachmat mengelus lembut pucuk kepala anak tunggal kesayangannya
Kiran menyeritkan dahinya "apaan bi?."
"Besok Abi harus pergi ke jakarta untuk beberapa hari kamu ga apa apa kan di tinggal nal?."jelas Rachmat
Kiran mengangguk pelan sebenarnya ia sedih kalau harus sendirian di rumah.namun ia juga ngga boleh egois ini tugas dan pekerjaan sang Abi jadi rela tak rela dia harus mengikhlaskan nya
"Kiran.."sahut Abi yang melihat anaknya bengong
"ahh iya abi...ga apa apa kok abi santai aja..lagian kalau kiran takut bisa nginap di rumah Erin atau Gina kan besok jum'at dan sabtu libur..jadi boleh yah Kiran nginap di rumah Erin?."
"Alhamdulillah tentu saja sayang...Abi pergi cuman 3 hari doang kok nak."
"emmm iya bi semoga di dalam perjalanan nanti abi selamat sampai tujuan pulang dan pergi."Dia kiran Rachmat memeluk hangat anak kesayangnya yang ia besarkan seorang diri tanpa bantuan baby sister
"terimakasih nak...ya udah sekarang kamu tidur yah."
"iya bi Kiran pergi ke kamar dulu yah..Assmualaikum."Kiran beranjak pergi menuju kamar nya
Rachmat menatap sedih sang putri kesayangannya dia tak sia sia membesarkan dan mendidiknya sendirian sekarang dia tumbuh menjadi gadis yang ramah,baik,bahkan lemah lembut
'Tiara Andaii aja kamu masih ada di sini..liat lah anak kita tumbuh menjadi anak yang dewasa dan mandiri Abi harap Umi di sana bahagia melihat kita di sini.'
_o0o_
Matahari Terbit dengan begitu indah memancarkan cahaya di sela sela jendela hingga menembus dan menghangatkan wajah gadis cantik pemilik mata coklat itu
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
“*Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”
“Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim*).
"Aamin."
setelah itu ia pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah.
_o0o_
"Pagi bunda...Ayah..."teriak pria tampan yang baru turun dari kamarnya
"Pagi Bang..."ucapnya
"Hari ini kamu pergi bareng Arrum yah Pak Juju ngga bisa nganter soalnya beliau sakit."Jelas sang mama yang sedang memengang piring di tanganya
"males banget bawa anak curut."Revan memakan sendwich coklat dan susu kesukaanya
"enakk aja anak curut dari pada abang anak culun."Arrum membalas sang kaka
"ehhh malah berantemm...kalian ini anak Bunda sama Ayah bukan anak curut sama culun."jelas sang ayah yang pusing melihat kedua anaknya
"huuuuu"serang Arrum
__ADS_1
"udah makan sarapannya nanti pergi barengan aja."ucap mama
setelah selesai sarapan Revan dan Arrum pergi sekolah bersama mengunakan mobil sport hitamnya ...
"Hayyy Revann...Haiii Adik Iparrrr..."ucap seorang gadis yang tiba tiba datang di hadapan Revan dan Arrum
Revan dan Arrum saling berpandangan bingung dan kembali menatap gadis dengan rambut panjang tergerai
"Lo ngapain sal?".tanya Revan pada Salsa
Shalsa Sinta yahh dia adalah anak kelas IPA 5 yang dari dulu menyukai Revan berbagai cara telah ia lakuin agar bisa deket dengan Revan namunn dengan cara dia sendiri membuat Revan risih mulai dari membawakannya sarapan,caper di hadapan semua orang,kadang tiba tiba memeluk lengan Revan sendiri tak tinggal diam...ia selalu membalas semua perlakuan buruk Shalsa dengan cara mempermalukannya.
"yahh gue mau ketemu lo dannn"Shalsa menjeda kata katanya dan melirik Arrum seraya menunjuk "Adik ipar gue."
"ngarep lo."sinis Revan
"Arrum juga ga mau punya kaka ipar kek nene lampir kaya dia."jawab sinis Arrum tak jauh dari Revan
namun tak lama Revan melihat gadis yang sangat Familiar menurutnya gadis mungil,lucu,cantik pemilik mata coklat itu tengah berjalan menelusuri koridor Revan menarik tangan Arrum mengejar Erin dan meninggalkan Shalsa sendirian tentu membuatnya kesal dan marah
"Erin!!." teriak Revan yang berhasil membuat Erin berhenti melangkah
Arrum menyeritkan dahinya bingung..kenapa abang nya ini menemui Erin?
"Assalamualaikum Rin...untung ada lo."Ucap Revan
"Waalikumsalam ... emang kenapa?."tanya Erin bingung
"itu kak tadi Bang Revan di temui sama nenek lampir mana ngaku ngaku sebagai kaka ipar Arrum lagi."Kesal Arrum sambil Menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan menghentakkan kakinya
Erin yang bingung hanya terseyum manis melihat Arrum mengerutu lalu dengan lembut Erin mengusap pelan pipi chaby Arrum
"Arrum lucu jangan marah marah dong nanti cantik sama lucunya hilang lohhh."hibur Erin yang berhasil membuat senyum Arrum mengembang
Revan yang melihat itu hanya tersenyum ada rasa nyaman di hatinya melihat interaksi mereka
"iyahh juga yah kak...yah udah deh Arrum ga jadi kesalnya...makasih yah kak udah ngingetim Arrum kalau ngga bisa bisa muka Arrum yang lucu dan cantik ini berubah jadi muka nenek lampir tadi.."Jelas Arrum yang berhasil membuat Erin dan Revan tertawa
"hahah kamu ini lucu sekali..."ucap gemas Erin dan mencubit kedua pipi chaby Arrum
"Nahhh kak liat kaya gini kalau mau cari pasangan...kaya Kak Erin jadi kan akunya nyamannn heheh."celoteh Arrum berhasil membuat kedua insan itu tertegun
'duhhh parah bener nih anak...bisa bisanya bilang gitu di depan Revan...malu gue...tapi tenang tenang ini semua hanya bercanda oke Revan suka sama Kiran bukan gue." Batin Erin
"ehhhh udah udah sana masuk..."usir Revan karena melihat Erin bengong
"dihhh ngusir yah udah Assmualaikumm.."salam Arrum dan berlari kecil menuju kelasnya
"Waalikumsalam.."jawab keduanya
Revan yang melihat Erin masih bengong menyengol pelan bahu Erin yang berhasil menyadarkan kembali Erin
"ehhh astagfirullah...maaf hehe."kali ini Erin benar benar deg degan dekat dekat Revan ia masih terngiang ngiang kata kata adik kelasnya itu
"udah ga usah di pikirin!!!lagian dia cuman bercanda...dan ga mungkin kan kita??sedangkan gue kan suka sama Kiran..!!"
jelb...
__ADS_1
sakittt,kata itu kembali tersirat di hatinya baru aja dia merasa senang sekarang harus menerima kenayataan lagi
Erin tersenyum kecut "ya udah kita ke kelas."