
Sheerin membuka pintu rumah kak Bima sepelan mungkin, berusaha agar membuat pintu itu tidak menimbulkan bunyi saat di buka. Begitupun dengan langkah kakinya, sebisa mungkin Sheerin berjalan tanpa menimbulkan suara yang akan mengundang kecurigaan Luis.
Berhasil keluar dari rumah, Sheerin sudah tak melihat sosok Luis berada di teras. Sebelumnya Sheerin melihat Luis pergi ke arah halaman samping rumah itu. Dengan mengendap, ia melangkah ke mana arah Luis pergi tadi.
Bersembunyi dibalik dinding, Sheerin melongok, sedikit mengintip, apa yang sedang ayah mertua Nindi lakukan di tengah malam nan gelap seperti ini?
Untung saja sinar bulan purnama dan bintang yang berkelipan memberikan penerangan yang cukup baik untuk Sheerin bisa melihat dalam kegelapan. Sehingga dia bisa melihat gerak-gerik Luis yang nampak mencurigakan menurutnya.
Untuk apa dia menggeser pot besar yang menempel pada tembok pagar penghalang rumahnya dan rumah kosong itu? Sheerin semakin penasaran saat tubuh Luis menghilang begitu saja di telan tembok itu. Kemana perginya ayah mertua Nindi itu?
Astaga!
Apa yang terjadi?
Sheerin tak bisa menahan diri untuk tidak mencari tau apa yang sebenarnya telah terjadi dan kemana perginya Luis. Ini benar-benar aneh.
Apa jangan-jangan Luis di culik oleh hantu penghuni rumah itu? Bagaimana ini?
Sheerin tau jika Luis orang yang kurang baik, namun hati nuraninya mengatakan jika dirinya harus menolong Luis, siapa tau saja saat ini dia sedang membutuhkan bantuan. Iya kan?
Sheerin memantapkan langkahnya, mendekat pada titik dimana Luis menghilang tadi. Betapa terkejutnya Sheerin saat tiba di dekat pot besar itu. Dia menemukan sebuah lubang yang hanya bisa dilalui oleh satu orang dewasa saja.
Apa sebenarnya yang terjadi? Sekarang Sheerin menjadi tidak yakin jika Luis di culik oleh hantu rumah itu. Ayah mertuanya Nindi itu sengaja masuk kedalam sana.
Tapi untuk apa?
Kenapa dia masuk ke rumah angker itu di tengah malam seperti ini?
Pertanyaan itu terus saja berulang dalam pikiran Sheerin. Apa mungkin ada sesuatu yang Luis sembunyikan disana? Narkoba misalnya? Atau...
Sheerin tak bisa menduga-duganya lagi, tekadnya sudah bulat untuk menciduki apa yang sebenarnya Luis lakukan disana. Dia harus menangkap basah sendiri agar ayahnya kak Bima itu tidak bisa mengelak lagi. Ini pasti ada sangkut pautnya dengan ibu tirinya yang jahat itu. Bukankah mereka partner yang serasi untuk melakukan suatu kejahatan?
Diapun masuk melalui lubang itu, suasana disana begitu senyap, tak ada tanda-tanda kehidupan disana. Hanya terdengar suara hewan malam yang membuat suasana semakin mencekam.
Sheerin mengusap bulu romanya yang mendadak pada berdiri semua. Astaga! Sheerin tidak pernah membayangkan dirinya akan berada di situasi seperti ini sendirian. Ini terlalu mengerikkan.
Di tatapnya sekitar, gelap. Bahkan netra Sheerinpun sudah tidak bisa menangkap sosok Luis. Bangunan tua itu nampak lebih besar dari rumah kak Bima, namun sayang seribu sayang, rumah itu sangat menyeramkan jika di lihat pada malam hari seperti ini.
Meskipun sebenarnya Sheerin merasa takut, namun dia memberanikan diri untuk mendekati rumah yang telah ditinggal penghuninya berpuluh-puluh tahun itu.
Dari jarak kurang dari 5 meter Sheerin bisa melihat jika pintu belakang rumah itu terbuka. Perlahan namun pasti, Sheerin mulai mendekat, semakin dekat semakin pelan langkahnya.
Langkahnya terasa begitu berat, apa lagi jantungnya kini memompa darah lebih banyak dari biasanya. Membuat keringat dingin bercucuran di pelipisnya, padahal cuaca malam ini cukup dingin apalagi bagi Sheerin yang tak mengenakan jaket saat diluar rumah seperti ini.
Benarkah Luis ada didalam?
__ADS_1
Kakinya menerobos masuk kedalam, melewati pintu usang yang terbuka itu. Pelan, semakin pelan. Takut jika tiba-tiba saja Luis muncul di hadapannya. Namun saat berada di ruangan yang dia anggap sebagai bekas dapur itu dia masih tak melihat keberadaan Luis.
Kemana sebenarnya laki-laki itu? Ternyata Benar apa yang dikatakan Nindi, jika Luis itu memanglah laki-laki misterius.
Dia semakin jauh menelusuri ruangan demi ruangan rumah angker itu. Gelap. Hanya secerca cahaya yang menyelinap melalui celah bangunan yang rusak menjadi sumber penerangan bagi Sheerin.
"DIAMLAH!"
Deg!
Jantung Sheerin rasanya baru saja lepas dari rongganya saat mendengar suara bentakan itu. Suaranya terdengar berat, mirip dengan suara Luis. Apa sekarang Sheerin sudah ketahuan? Kenapa harus secepat ini? Bahkan dia belum menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaannya.
***
Mama Anya menggeliat, rasa dingin menelusup, menusuk hingga ke pori-pori. Ternyata selimut yang dia kenakan agak bergeser posisinya. Pantas saja dia merasa kedinginan. Dia kembali menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, hanya menyisakan kepalanya saja.
Kemudian berbalik badan, berniat untuk memeluk Luis untuk mencari lebih banyak kehangatan lagi. Namun saat tangannya terulur, dia tak merasakan kehadiran Luis disana.
Matanyapun seketika terbuka, ia beranjak dari tidurnya dan terduduk. Mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru ruangan, mencari cinta sejatinya. Tidak ada.
"Luis?" Mama Anya berseru. Hening. Tak ada sahutan dari orang yang ia panggil.
Dia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya kemudian turun dari kasur. Mencari Luis di setiap ruangan yang ada di rumah itu.
Namun hasilnya nihil. Dia tak menemukan keberadaan Luis di manapun. Kemudian teringat akan ponselnya. Mama Anya kembali ke kamar dan melakukan panggilan pada Luis untuk menanyakan keberadaannya sekarang.
***
"DIAMLAH!"
Deg!
Jantung Sheerin rasanya baru saja lepas dari rongganya saat mendengar suara bentakan itu. Suaranya terdengar berat, mirip dengan suara Luis. Apa sekarang Sheerin sudah ketahuan? Kenapa harus secepat ini? Bahkan dia belum menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaannya.
Sheerin menoleh kebelakang. Mencari sumber suara. Namun tak ada siapapun disana. Lantas, suara itu berasal dari mana?
Sheerin semakin waspada, dia tidak boleh ketahuan. Dia bersembunyi di balik kardus-kardus yang menumpuk.
"Emmmh aaah."
Astaga!
Kenapa sekarang malah terdengar suara lenguhan seorang perempuan? Benarkan ini? Apa indra pendengaran Sheerin sedang bermasalah?
Sheerin memasang pendengarannya baik-baik, memastikan suara apa itu tadi?
__ADS_1
"Aaaaaah aaaaah." Suara itu terdengar sangat menggelikan di telinga Sheerin.
"Tutup mulutmu itu!" Kemudian suara berat Luis tersengar lagi. Sepertinya suara itu berasal dari ruangan sebelah, karena Sheerin bisa mendengar dengan jelas suara itu di tengah kesunyian.
Sheerin sudah tak bisa menahan diri, suara-suara itu sangat menganggu pikirannya.
Sheerin sudah tak bisa mundur, dia sudah kepalang basah mengikuti Luis hingga ke tempat seram ini. Dia yang memulai, maka dia sendiri yang harus mengakhiri, bagaimanapun ending nya nanti.
Dia sedikit bergeser dari posisinya untuk mencapai pintu yang menghubungkan ruangan itu dengan ruangan sebelah. Melongokkan sedikit kepalanya untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.
Matanya terbelalak dengan sempurna saat melihat adegan yang seharusnya tak pernah dia lihat. Mata sucinya kini telah ternodai. Meskipun gelap namun Sheerin bisa melihat itu dengan cukup jelas.
Dimana Luis sedang menyetubuhi seseorang.
Astaga!
Ini benar-benar gila!
Sheerin menarik lagi kepalanya dan kembali ke tempat persembunyiannya. Mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan setelah menyaksikan adegan dewasa yang diperankan oleh Luis.
Tak seharusnya dia berada di tempat ini sekarang. Lalu siapa perempuan itu? Kenapa dia bisa berada di tempat ini? Saat masuk ke rumah ini, Sheerin tidak melihat Luis datang bersama siapapun. Dia hanya seorang diri.
Sheerin terdiam, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi.
"To long le pas kan sa yaa." Meskipun terdengar lemah dan terpotong-potong, namun Sheerin bisa mendengar suara itu.
"Diamlah! Seharusnya kamu bersyukur karena aku selalu memberikan kenikmatan untukmu. Hahaha." Gelak tawa terdengar, membuat Sheerin semakin merinding. Sheerin sudah tak sanggup lagi untuk mengintip, dia tak sudi jika harus melihat tubuh polos tua bangka itu.
Tapi siapa perempuan itu? Sheerin tidak bisa melihatnya dengan jelas.
"Aaaaah." Lenguhan perempuan itu terdengar semakin panjang, diiringi pula dengan lenguhan Luis. Menjijikan sekali. Sheerin menguruki kebodohannya sendiri telah mengikuti Luis sampai ke tempat terkutuk ini.
Terdengar suara nada dering ponsel.
Luis dengan gerakan cepat memakai pakaiannya saat mendapat panggilan itu. Tak lupa dia juga memakaikan pakaian pada Fira.
Panggilan itu mati. Namun tak berselang lama kembali terdengar lagi. Sheerin sudah panik setengah mati saat mendengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Luis berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari rumah itu, melewati tempat persembunyian Sheerin.
Sheerin bisa sedikit bernapas lega karena Luis tak mengetahui keberadaannya disana. Sepertinya Luis pergi begitu saja setelah memenuhi hasratnya pada perempuan itu. Pikir Sheerin.
Lalu bagaimana dengan perempuan itu? Siapa dia?
Apa Luis akan kembali lagi? Sheerin dihadapkan oleh dua pilihan sekarang. Pergi dari tempat itu dan bersikap seolah-olah tak pernah melihat apapun atau membeberkan semua kejadian yang dia lihat pada semua orang?
_________________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca... berupa like, beri hadiah atau votenya juga ya, terimakasih...