
Saat sedang asik dengan pikirannya, tubuh Dimas tiba - tiba mematung. Dia di kagetkan dengan tangan yang tiba - tiba melingkar di pinggangnya.
"Selamat pagi..."
"Anita!"
"Apa?"tanya Anita tanpa melepaskan pelukannya.
Dimas diam, dia sangat kaget dan tidak tau harus berbuat apa. Otaknya menolak tapi tubuhnya seakan menerima pelukan itu.
"Kamu masak apa?"tanya Anita.
"Hm... Ini aku bikin nasi goreng." jawab Dimas melepaskan tangan Anita.
Anita berdiri di samping Dimas. "Apa ada yang bisa aku bantu?"tanya gadis itu.
Dimas menoleh, " Tolong, kamu duduk aja di sana! Nggak usah dekat - dekat" kata Dimas ketus.
"Kenapa? Aku tu sangat suka berada di dekat kamu"ucap Anita tersenyum.
"Ayolah, Anita. Kamu ngertiin posisi aku dong"kata Dimas.
"Karena aku mengerti kamu, makanya aku berada di sini sekarang. Aku tau kalau kamu itu nggak bisa hidup tanpa aku ,iyakan?" tanya Nita, menarik Dimas untuk berdiri di hadapannya dan memeluk pinggang pria itu. Tangan kiri Anita spontan mematikan kompor Dimas.
"Aku tau kalau di sini, hanya ada nama aku."kata Anita , meletakkan tanan kanannya di atas dada Dimas.
"Jangan sok tau"kata Dimas menepis tangan Anita.
"Tc, apa sih yang nggak aku ketahui. Helaan napas kamu aja, ada nama aku di sana"kata Anita tersenyum
Huft!
Dimas benar - benar jengah menghadapi gadis di hadapannya ini.
"Kamu maunya apa sih?"
"Kamu..."jawab Anita.
"Apa kamu masih waras, ingat kamu itu udah terikat sama cowok lain"kata Dimas.
"Tapi aku nggak mau sama dia, aku maunya sama kamu"balas Anita.
"Udalah, Nit. Aku nggak mau ada masalah lagi, hidup aku tuh udah terlalu banyak masalah, ngerti nggak?"kata Dimas menghempaskan tangan Anita, kemudian berlalu pergi.
Anita menatap kepergian Dimas."Aku pastiin kalau kamu itu hanya milik aku, nggak boleh ada yang lain yang bisa miliki kamum"gumam Anita.
____
__ADS_1
Dimas berjalan ke dalam ruangannya dengan langkah yang lesuh. Harinya benar - benar hancur sekarang.
Rizal yang melihatnya pun, mengerutkan keningnya. "Kenapa lu? Lesuh amat"kata Rizal.
Dimas hanya menggeleng, tanpa menyapa Rizal Dimas langsung mencek kerjanya.
"Ada yang nggak beres nih kayak nya"gumam Rizal.
___
Saat Jam Istirahat, seperti biasa Ranti akan selalu menghampiri Dimas ke ruangannya dan mereka akan makan siang bersama.
Dimas berusaha untuk menyembunyikan masalhnya dari Ranti, dia tidak ingin membuat gadis itu terbebani dengan semua itu.
Dimas tau kalau sampai Ranti tau kalau Anita telah kembali dan gadis itu sedang mengganggu hidupnya, Bisa dipastikan kalau Ranti pasti akan sakit hati dan kecewa dengannya.
Selama ini Ranti sudah berusaha keras agar bisa menyembuhkan luka yang ada di htinya. Tapi, Dimas memanglah sangat jaht, dia dengan kejamnya malah menjadikan Ranti sebagai bahan taruhannya dengan parah sahabatnya.
"Kamu nggak makan?"tanya Ranti yang melihat dimas hanya mengaduk - aduk makanannya.
"Aku lagi nggak nafsu, kamu makanlah yang banyak, biar tu tulang ada dagingnya"kata Dimas dengan sengaja meledek Ranti yang memang sangat kurus.
"Biar aja, nanti kalu aku gendut, kamu cari cewek lain lagi."jawabnya. Dimas tersenyum dan mengacak rambut Ranti.
"Mau kamu gendut atau kurus pun, aku tetal nggak peduli"kata Dimas. Ranti merasakan pipinya memanas, tersipu malu, Dimas tersenyum.
"Mau kemana?"tanya Dimas.
"Kemana aja, asal berdua sama kamu"balas Ranti.
"Kamu udah jago ya, ngegombalnya"kata Dimas, tersenyum
"Siapa dulu gurunya, hehe"balas Ranti.
____
Sementara di rumah Dimas, Anita sedang sibuk membersihkan rumahbpria itu, selesai bersih - bersih dia juga pergi ke pasar dan berbelanja untuk makan malam. Anita berencana akan membuat sebuah kejutan untuk Dimas.
"Aku yakin nanti kamu pasti akan sangat suka dengan apa yang aku siapkan"gumam Anita.
Dengan semangat ia memotong sayuran dan mengaduk - aduk wajannya. Anita mempersiapkan semuanya dengan penuh rasa cinta.
____
Sepulang dari kerja, Dimas tidak langsung pulabg, dia pergi ke rumah Rizal untuk membersihkan dirinya. Setelah itu barulah dia perginke tempat Ranti untuk menjemput gadis itu.
Malam ini Ranti berdanda dengan sangat cantik, gadis itu malam ini menggunakan Mini dressnya. Dia sengaja membelinya tadi saat ia pulang kerja. Entah kenapa kalau di depan Dimas, Ranti benar - benar ingin tpin. Cantik.
__ADS_1
Ting ~
Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.
From : Dimasku
To : Ranti
Apa aku sudah siapa? Aku udah nunggu di depan
Ranti tersenyum membaca pesan singkat itu. " Ok, kita berangkat"gumamnya, kemudian meraih slingbag nya, lalu berlalu keluar menemui pria itu.
Dimas menunggu Ranti di luar pagar rumah gadis itu, dia duduk di atas motornya sambil membaca sebuah pesan yang baru saja di terima oleh pria itu.
"Bagaimana aku bisa melupakannya, kalau dia aja kayak gini"ucap Dimas menatap pesan singkat yang di kirimkan Anita pada nya.
"Ayo lagi balas chat siapa kamu" ucap Ranti yang tiba - tiba menepuk bahunya Dimas dari belakang.
Dimas menoleh kebelakang, " Kamu udah siapa?"tanya Dimas, menyimpan ponselnya.
"Udah, yuk"
"Yuk."
___
Dimas sangat menikmati kencannya malam ini dengan ranti, bahkan Ranti tidak henti - hentinya membuat Dimas tersenyum.
"Gimana apa kamu suka makan di sini?" tanya Dimas.
"Suka, tapi sayangnya baju aku nggak cocok buat di tempat ini" kata Ranti.
"Nggak apa - apa, kamu cantik banget pake baju ini "puji Dimas.
"Bnarkah? Tapi tetap saja"
"Udah nggak di pikirkan, mending kita nikmati saja semua ini" Kata Dimas tersenyum.
Di tempat lain, Anita sedang menunggu Dimas untuk pulang. Dia seolah sedang sedang menunggu suaminya pulang kerja. Tapi ini sudah pukul 10 malam, kenapa Dimas belum juga pulang, ada apa ini, sudah jam segini pria itu belum juga pulang.
"Apa dia lembur?"tanya Anita. Dia memegang prutnu, sedari tadi perutnya sudah bergemuruh minta di isi. Namun karena ingin makan berdua dengan Dimas.
"Mungkin kalau bawa tidur, rasa laparku akan hilang"gumamnya, ia membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruangan Tv.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
__ADS_1
Terimah kasih💜