Bukan Salah Takdir

Bukan Salah Takdir
Ketahuan


__ADS_3

Semenjak di nasehati oleh Henri dan juga istrinya Henri. Dimas pun mulai bangkit dari keterpurukannya. Dia sudah tidak terlalu memikirkan tentang Anita lagi.


Bahkan sudah 3 bulan berlalu, Dimas juga tidak pernah mendapat kabar dari gadis itu, jadi Dimas memutuskan untuk melupakannya, dan dia kembali menjadi Dimas yang playboy.


Saat jam makan siang, Dimas dan ketiga sahabatnya duduk di kantin, mereka asik mengeobrol tanpa mendengar tanda jam istirahat telah usai.


Tak lama ibu kantin pun datang menghampiri mereka, dan mengatakan kalau mereka sudah telat masuk kerja.


"Gara - gara, dengerin curhatannya si Rizal, kota jadi telat masuk kerja.


"eh eh, kok jadi nyalahin aku?"protes Rizal tak terima.


"sudah - sudah, dari pada kalian ribut nggak jelas, mending kalian mulai lah berlari sebelum di suruh sama Bang Ben."Kata Dimas yang sudah mengambil ancang - ancang untuk lari.


"Apa? Woi, tungguin!"teriak Bima, yang melihat Dimas yang sudah berlari.


"******!"Teriak mereka bertiga, ikut berlari...


"Woi.."teriak ketiganya.


____


Malam ini Dimas ada janji pergi makan malam dengan pacar barunya, Dimas sudah kembali ke sifat playboynya.


Seperti biasa, pak Henri akan selalu meminjamkan Dimas motor jika anak angkatnya itu akan pergi kencan.


"Semuanya sudah siap, oke kita berangkat.."ujarnya keluar rumah dan menguncinya.


Sebelum pergi Dimas menghubungi gadis nya terlebih dahulu. Dia meminta agar sang gadis menunggunya di depan rumah.

__ADS_1


Sekitar 20 menitan berkendaraan, dimas sampai di rumah pacarnya.


"Hai, sudah lama menunggu?"tanya Dimas.


"Gak kok." jawab gadis itu tersenyum.


"Yuk"Dimas memberikan helm yang sengaja di bawanya pada sang pacar.


"Makasih." Gadis itu pun menaiki motor dan memeluk erat pinggang Dimas.


Dimas menatap tangan yang melingkar di pinggangnya itu, kemudian tersenyum.


___


Dimas Mengajak pacarnya yang bernama Ranti itu pergi makan, kemudian mereka memutuskan untuk duduk dumi taman kota.


Mungkin karen sekarang malam minggu jadi malam ini Taman kota pun di penuhi oleh anak - anak mudah yang rata - rata mengandeng pasangan.


"Gimana kalau kacang rebus aja, biara nggak sepi aja nanti duduknya"kata Ranti.


"Baiklah, kalau gitu. Kamu tunggu lah disana aku akan membeli kacang terlebih dahulu"kata Dimas. Ranti pun mengangguk, kemudian berjalan ke bangku yang di tunjuk Dimas barusan.


Tak lama Dimas pun datang denga sebungkus kacang rebus. Ranti tersenyum, dia sanat senang karena bisa keluar bersama dengan Dimas, sudah lama momen ini di idam - idamkan oleh Ranti, tapi selama ini dia selalu memendamnya.


"Ini, aku juga beli bakso sama sosis" kata Dimas memberikan bungkusan pada Ranti.


"Baru juga aku mau minta beliin, eh kamunya dmudah beli duluan"kata Ranti tersenyum. Dimas pun duduk di samping Ranti.


___

__ADS_1


Bima dan Rizal yang sedang berburu jajanan malam itu pun tanpa sengaja melohat Dimas yang sedang bermesraan dengan seorang gadis di taman kota.


"Gila, si Dimas. Pantesan aja ,dia nggak mau di ajak keluar bareng. Orang dia perginya sama yang baru"ujara Bisa menggeleng.


"Mana? Mana?"tanya Rizal penasaran.


"Itu lihat di bangku paling ujung"tunjuk Bima, Rizal mengikuti arah tangan Bima, dan dianpun menggeleng saat melihat Dimas yang sedang berpelukan dengan seorang gadis.


"Gila, makin berani aja tu bocah, pelukan di tempat umum gini"ucap Rizal.


"Kita samperin, yuk!"ajak Bima, dan Rizal pun mengiyakan.


Mereka berdua mendekati Dimas dengan beralan pelan, mereka berencana ingin mengagetkan sahabatnya itu.


Dimas yang sedang asik berduaan dengan sang pacar pun tak menyadari keberadaan kedua sahabatnya itu.


"Ayo lo mau ngapain?!"kata Bima dan Rizal tiba - tiba saat Dimas hendak mendektkan wajahnya dengan wajah Ranti.


Mereka berdua pun saling menjauh karena keget dengan kedua orang itu.


"Kalian?!"Dimas berdiri dan menatap tak suka pada kedunya.


"Pantesan aja, nolak di ajak keluar, ternyata lo sama dia"kata Bima.


Ranti hanya menunduk, dia sangat malu pada mereka karena pergoki begitu.


"Kalian apa - apa sih, liat tuh dia jadi malu"ucap Dimas, yang melihat Ranti menunduk.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜


__ADS_2