
Elizabeth dan kawan-kawan akan berangkat ke kota B pada pukul 03.00 sore hari.
Tidak semua mahasiswa yang magang di perusahaan itu akan pergi ke kota B, hanya mahasiswa yang program studinya yang relevan tentang komputer, internet, dan program komputer saja yang pergi.
Waktu itu di berikan pihak SAS memberikan waktu untuk mahasiswa untuk menyiapkan semua perlengkapan.
Tak banyak yang harus di siapkan hanya perlengkapan pribadi masing-masing mahasiswa dari.
Perlengkapan pakaian.
Perlengkapan mandi.
Make Up.
Peralatan belajar seperti buku, pena, dan Laptop.
Ya peralatan untuk pribadi masing-masing. Karena makanan akan di tanggung perusahan, alat mandi di sediakan juga, karena mahasiswa akan tinggal di rumah dinas dalam perusahaan.
Hal yang tidak boleh mahasiswa lakukan.
Membawa senjata tajam ataupun pistol.
Dilarang keluar perusahaan, jika sudah sampai di kota B. Jika keluar tanpa izin, pihak perusahaan tidak akan menanggung keselamatan mereka.
Dan yang pasti selama di perusahaan tidak boleh melanggar peraturan perusahaan.
__ADS_1
Jam 01.00
Abraham dan Elizabeth masih bermesraan di dalam kamar mereka. Abraham sampai mengambil cuti, dia ingin berduaan bersama Elizabeth sebelum Elizabeth pergi ke kota B. Abraham masih enggan bangun dan masih ingin memeluk istrinya itu. 5 hari akan serasa setahun jika Elizabeth pergi. Apalagi Elizabeth akan pergi ke Kota B, kota musuh. Tapi tenang saja, walau kota musuh, Abraham mempunyai anak buah yang menyelinap dan menjadi anggota Mandri di kota B. Walau tidak banyak, tapi diharapkan cukup. Apalagi 2 orang karyawan baru SAS anak buah Abraham itupun ikut sebagai petugas ke Kota B bersama mahasiswa magang. Ditambah lagi Elizabeth datang ke sana sebagai orang SAS.
Tepat jam 02.40 Abraham mengantar Elizabeth ke gerbang SAS.
"Aku rasa ada yang janggal, Kim?" ujar Abraham kepada Sekertaris Kim yang membawa mobil saat ini.
"Aku juga merasa begitu, tuan besar. Bagaimana mungkin pegawai baru bisa ikut ke kota B bersama mahasiswa? Padahal biasanya pihak SAS akan mengutus orang-orang yang sudah berpengalaman"
"Apa pihak SAS sebenarnya tau bahwa maksud kedatangan Doni dan Xander?"
"Apakah SAS sangat hebat, tuan besar?"
"Coba kau pikirkan Kim ada penerimaan mahasiswa magang, pihak SAS membuka lowongan secara tergesa-gesa dan menerima 2 orang kita tersebut? Walau kita masukkan hampir 20 orang yang keterima 2 orang, tapi 2 orang itu aku rasa sudah cukup"
"Apapun itu, Kim. Katakan pada anak buah kita di kota B, untuk siaga. Kawal anggota SAS, sampai perusahaan dengan aman dan pastikan anggota Mandri tidak ada yang mengetahuinya"
"Saya sudah menyuruh anak buah kita di kota B untuk bergerak perlahan"
" Bagus... Jangan hanya Mandri, pihak SAS juga jangan sampai mengetahui"
"Baik, tuan besar"
Mobil terus melaju, sambil mengiring bis SAS ke Kota B. Sesampainya di gerbang kota B, mobil Abraham dan juga Sekertaris Kim terhenti.
"Cukup sampai sini, Kim. Aku takut malah membuat Mandri curiga"
Bukannya memutar arah, Sekertaris Kim hanya memberhentikan mobil sambil melihat ke arah gerbang kota.
__ADS_1
"Apa ada masalah, Kim?"
"Ah tidak ada, tuan besar"
"Lalu?"
Abraham tidak percaya dengan jawaban Sekertaris Kim yang mencurigakan bagi Abraham.
Walau Sekertaris Kim mencoba biasa saja, namun kecerdasan Abraham dapat mengetahui ada yang aneh dengan Sekertarisnya ini. Apalagi Abraham sangat mengenal Sekertaris Kim.
"Tidak ada, Tuan besar" jawab Sekertaris Kim kembali mencoba memastikan " Apa kita langsung kembali ke rumah, tuan besar?" tanya Sekertaris Kim yang mencoba mengalihkan pembicaraan
"Kita makan dulu baru pulang, Kim. Sudah lama kita tidak kesana"
Ada rumah makan yang tidak jauh dari gerbang kota B yang biasa di kunjungi Abraham dan Sekertaris Kim saat dulu meninjau Kota B dari luar.
Sesampainya di restoran.
"Sudah lama sekali kalian tidak datang, nak? kemana saja selama ini?" tanya seorang dengan ramah. Orang itu, wanita yang cukup berumur yang di rasa pemilik tempat makan itu.
"oh Iya mi. Setelah proyek selesai, sudah sulit untuk datang ke sini lagi, mi" Jawab Sekertaris Kim ramah.
"Oalah. Apa sekarang ada proyek lagi di kota ini?"
"Tidak, mi. Kami hanya main saat ini. Selagi tidak banyak kesibukan. Dan kami kangen dengan masakan di sini, jadi mampir"
"Wah, senang rasanya, jika ada yang suka dengan masakan mami di sini. Kalian mau makan apa? Mami siapkan"
"Seperti biasa aja, mi"
"Baik-baik. Duduk dulu, mami siapkan"
__ADS_1
Abaraham dan Sekertaris Kim duduk di salah satu bangku disana.