
Beberapa hari kemudian.
"Apa terjadi masalah, ha?" Tanya Abraham lembut sambil mengusap kepala Elizabeth.
Wajah Elizabeth tampak lesu saat masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada masalah apa-apa kok. Tapi semua sangat seru! Kau tahu, Honey? Program-program disana sangatlah canggih dan hebat. Aku dapat banyak sekali pelajaran hari ini" cerita Elizabeth yang tampak bersemangat, namun seketika wajah itu kembali lesu.
"Baguslah. Lalu kenapa wajahmu tampak lesu?"
"Iya. Tapi kepalaku seakan di putar-putar. Program yang canggih, tapi tentunya rumit. Rasanya hampir saja aku tidak bisa menerimanya"
Seketika Abraham ingat bahwa Elizabeth pernah lolos proposal di pusat penelitian.
lanjut....
Elisabeth merebahkan tubuhnya di atas kasur dan merebahkan tubuhnya setelah mandi.
"Apakah sangat sulit?" Abraham ikut duduk di kasur di samping Elizabeth.
"Cukup. Oh iya honey..." Ucap Elizabeth terpotong dan duduk menghadap Abraham.
"Em?"
"Besok katanya kami akan pergi ke kota B"
"Apa?! Kenapa?!"
"Pusat komunikasi dan komputerisasi ada di sana, Honey. Katanya kita akan di tunjukkan jaringan-jaringan disana"
"Tapi...." Ucap Abraham tergantung
__ADS_1
"Ada apa, Honey?"
"Berapa lama, kalian akan di sana?"
"5 hari. Emangnya kenapa? Sepertinya kau cukup gusar mendengat Kota B, Honey? Ada apa dengan kota B? Sepertinya semua orang pada resah, bahkan sudah ada wanti-wanti dari SAS sendiri. Apa karena di kenal dengan kota mati?"
"Kota B. Disana sangat berbahaya, Elis. Kota B adalah markas Mandri"
"Mandri? Kelompok mafia musuh mu? Bukankah disana di sebut kota mati?" Tanya Elizabeth.
"Em. Karena ada merekalah kota itu di sebut kota mati, karena tidak ada satu orangpun berani masuk kesana kecuali karyawan SAS yang terpilih dengan perjanjian- perjanjian ketat"
"Pantas saja mereka sudah wanti-wanti, jika kami mau kesana kami hanya boleh di perusahaan"balas Elizabeth "Lalu? Aku tidak mungkin tidak ikutkan, Honey?" Tanya Elizabeth yang terlihat sedih.
"Kau akan tetap ikut, Elis. Tapi ingat! Tetaplah di dalam perusahaan SAS, jangan keluar. Jika kau dalam pengawasan SAS kau akan selalu aman. Jangan keluar! Bahkan hanya untuk pergi ke supermarket untuk membeli makanan. Jika kau lapar, kau bisa pesan antar SAS"
"Pesan antar SAS? Aku baru mendengarnya, Honey"
"Benarkah? Apakah mereka seseram itu?"
"Mereka sangat kejam, Elis. Bahkan tidak segan-sengan membunuh siapapun dengan cara apapun"
"Lalu kenapa Mandri dan Drakness bermusuhan, Honey?"
"Sudah terjadi sangat lama dan memang Mandri sangat suka bermusuhan dengan siapapun. Tapi memang di dunia bawah antara kelompok 1 dengan lainnya biasanya tidak bersahabat, walau tidak saling bermusuhan"
"Tapi mengapa mereka tidak berani mengganggu orang-orang SAS? Apa SAS juga sebenarnya mafia yang kuat?"
"SAS? Sasendri? Jika kita mengatakan Sasendri, mereka seperti misteri. Tidak ada yang tau bagaimana cara mereka berkembang dan terjaga. Mereka tidak ada orang-orang bawah, tapi mungkin ada, atau tak ada"
" Jadinya ada atau tidak ada?!" Tanya Elizabeth kesal karena engga jelas.
__ADS_1
"Semesterius orangnya yang sulit diketahui. Maka tidak ada yang tau bagaimana keamanannya?. Tak ada satupun yang bisa membobol keamanan. Mandri pun tidak berkutik. Beberapa tahun lalu ada desas desus keributan Mandri dengan SAS, saat itu Mandri cukup kacau balau, tapi entah kenapa malah senyap"
"Keributan antara Mandri dengan SAS? Mandri pernah bermusuhan dengan SAS?"
"Hanya sedikit yang aku tau. Katanya ada orang Mandri telah menyinggung Keluarga SAS. Sampai datang peringatan, "Mereka tidak akan tinggal diam, jika Mandri berani mengusik Sasendri kembali" tapi ada yang bilang juga bahwa Sasendri masih mencari kelemahan Mandri. Karena rumor yang beredar Orang Mandri membunuh salah satu keluarga Sasendri. Aku juga tidak tau. Aku pernah mencari tau, hanya mendapatkan sedikit informasi saja dan itu juga belum tentu benar. Yang katanya Mandri membunuh menantu dari Tuan besar Sasendri. Tapi anehnya ada berita bahwa cucu tuan besar Sasendri lahir. Semesterius orangnya sebegitu misterius juga keamanan, sehingga sulit untuk di bobol"
"Apa kau pernah mencoba membobolnya?"
"Pernah. Namun gagal. Dan akhirnya datang peringatan"
"Dan menurutku selagi mereka tidak mengganggu, kenapa aku harus ganggu? aku rasa jika bisa berteman itu lebih baik"
"Kau benar, Honey. Tidak baik mencari musuh. Musuh jangan di cari.."
"Namun jika datang jangan berlari" lanjut Abraham.
Elizabeth bangkit dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana, Em?" tanya Abraham memberhentikan langkah Elizabeth.
"Mau siap-siap. Untuk berangkat besok"
"Kau suruh pelayan saja, besok!" Abraham menarik Elizabeth dan memeluknya dalam pelukannya.
"Honey"
"5 hari tanpamu, aku pasti sangat rindu" keluh Abaraham.
Elizabeth membiarkan Abraham memeluknya. Dia membalas dengan mengusap lembut punggung sampai lengan kekar yang memeluknya.
Abraham mulai mencium kening Elizabeth. Adegan setelah ini karang sendiri ya...
__ADS_1