
Hari ini Dimas tidak membawa motornya ke PT. Jadi dia memutuskan untuk anggutan umum, dia benar - benar lelah memikirkan semuanya. Sepanjang perjalan menuju rumah, Dimas terus saja menatap keluar jalanan, dia sibuk dengan pikirannya yang entah kenapa, akhir - akhir ini, dia merasa begitu banyak tekanan dalam pikirannya.
Dimas sampai di rumah, dia dengan lemas membuka pintu. Namun, betapa kagetnya dia, saat melihat pemandangan di dalam rumah.
"Mau kemana kmau?" tanya Dimas yang melihat anita sedang menark kopernya.
"Bukan urusan kamu, dan terima kasih atas tumpangannya" ucap Anita ketus, kemudian melanjutkan jalannya, saat hampir melewati Dimas.
Pria itu menceka tangan gadis itu, kemudian membawanya kembali kedalam.
"Apa - apaan sih!" protes Anita.
"Nggak ada yang boeh keluar dari sini tanpa izin dari au." tegas dmas.
"emang kamu siapa? Dari pada aku nelansang dan jadi beban disini mending aku pergi aja." balas Anita.
"jangan halangi aku, aku nggak akan gangu amu agi, jadi tolong biar kan aku pergi, lagi pula nggak ada gunanya jua aku tetap di sini" lanjut Anita.
Karena tidak mendapat kan balasan apa pun dari pria yan ada d hadapannya itu, Anita pun mendongakan kepalanya, menatap pria yan ternyata sedang menatapnya itu.
"Kenapa natap aku gitu?!" tanya Nita. Dimas masih ta bergeming, dia masih menatap gadis di hadapannya itu dalam diam.
"Percuma juga ku ngomong, mending aku perg sekarang!" ucap anita, sambil menghela napasnya. Baru dua langkah, Anita kembali menghentikan langkahnya itu saat mendengar ucapan pria itu.
"Kamu bilang apa?" tanya Anita berbalik menghadap Dimas.
'"Aku ingin kita memulainya bersama kembali." Dimas kembali mengulang ucapnya.
Anit terdiam, bahkan saat Dimas mendekatinya dan memeluknya pun gadis itu masih dalam keadaan diam.
"Kenapa diam? Apa kamu tida suka mendengarnyyya?" tanya Dimas.
Anita menggeleng. " Bukan seperti itu, aku sangat senang mendengarnya, tapi aku sangat kaget." ucap Anita membalas pelukan pria itu.
____
Di dalam kamarnya, terlihat Ranti yang sedang gelisah, pasalnya karena Dimas yang tida menjawab panggilannya, tidak biasana pria itu seperti itu.
"Kamu kenapa sih, Dim? " gumamnya.
Ia mencoba kembali menghubungi nomor pacarnaa itu, ia menhubungi pria itu entah sudah berapa kali, muunkin kalau di hitung,ini adalah telponnya yang ke 100 kali, dan ia juga sudah mengirimkan pesan 1000 pada pria itu. Namun satu pun tak pernah di baca atau pun di balas pria itu.
"Kamu lagi apa sih, Dim?" gumam Ranti,sambil mentap foto dirinya sedan berdua dengan Dimas.
___
Dimas dan Anita sedang duduk di sofa yang ada di ruang tv. Mereka duduk sambil saling berpelukan, mereka benar - benar menikmati waktu besamanya. Dimas mengelus rambut gadis nya.
"Dim, kamu bisa cubit aku nggak?" tanya Anita tiba - tiba.
Dimas menunduk menatap wajah gadis itu, Anita pun kut mendongak ." aku masih belum peraya kalau kita aan bersama lagi.
Dimas tersenyum mendengar ucapa gadisnya itu. Ia mengecup bibir gadis itu lembut. Anita membulatkan matanyaa, dia sanggat kaget saat mendapatkan serangan dadakan itu.
"It... Ituu?"
Dimas tersenyum." Kamu nggak mimpi, ini semua benaran, dan besok saat libur, aku berencana untuk membawa mu pulang dan untuk menemui keluargaku." ucap Dimas.
Anita sangat terkejut mendengarnya, "Apa? Apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Anita.
"Tidak, itu semua sudah aku pikirkan." ucap Dimas
"Karena aku berencana untuk segera meresmikan hubungan kita ini." ucap Dimas. Anita terdiam.
Dimas mengeryitkan keningnya." Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?"tanya Dimas
__ADS_1
Anita masih diam, "Jangan diam begitu, aku tidak suka!" ucap Dimas.
"AK...Aku... Karena terlalu kaget mendengarnya." balas Anita, Dimas tersenyum mendengarnya.
___
Rizal dan kedua sahabatnya yang lain sedang makan bersama di warteg. Ya karena ini sudah akhir bulan jadi mereka haus berhemat.
"Yo, kamu hubungi Dimas deh, suruh dia kemari!"ujar Yoga
"Dari tadi gue hubungi tu anak, tapi percuma nggak juga di angkat " balas Bima.
"Udah biarin aja, mungkin dia butuh waktu ntk menyendiri." kata Rizal.
Mereka pun, kembali menikmati makannya. Sambil di selangi dengan senda gurau.
___
"Aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Dimas sambil menatap layar v.
"Apa?"tanya Anita.
"aku pengen dengar kamu nyanyi, udah lama banget aku nggak dengar suara ka,u." ucap dimas.
"Besok aja, ini udah malam, mending sekarang kamu tidur, dari pada besok kamu bangunnya ke siangan." kata Anita.
"Ak akan tidur setelah mendengar kamu nyanyi." kekeh Dimas.
Anita menghela napas, begini lah Dimas semua perintahnya tidak bisa di tolak.
"Beneran ya, habis ini tidur. Yaudah, mau lagu apa?" tanya Anita.
"Tak ingin usai... Siapa tuh penyanyi ya,aku lupa." kata Dimas.
Hanya butuh waktu 5 menit Anita pun sudah mendapatan lagu yang di maksud pria nya itu.
Dimas pun memabaringkan kepalanya di atas paha gadis itu.
Instrumen musiknya pun mulai di putar.
Berdiri, ku memutar waktu
Teringat kamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hari
Jadi sandaran ternyaman
Saat ku lemah saat ku lelah
Tersadar ku tinggal sendiri
Merenungi semua yang tak mungkin
Bisa ku putarkan kembali seperti dulu
Ku bahagia tapi semuanya hilang, tanpa sebab
Kau hentikan semuanya
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
__ADS_1
Ku menanti kau 'tuk kembali
Jujur ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan semua usai disini
Tak tertahan air mata ini
Mengingat semua yang t'lah terjadi
Kutahu kau pun sama s'perti aku
Tak ingin cinta usai disini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah hoo oo oo oo
Terluka dan menangis tapi kuterima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau 'tuk kembali
Hooooo uooooo huuoooo
(Jujur ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan semua usai disini)
Tinggalkan semua usai disini
(Tak tertahan air mata ini
Mengingat semua yang t'lah terjadi)
Ku tahu kaupun sama sperti aku
Tak ingin cinta usai disini
Tapi mungkin inilah jalannya
Harus berpisah
Berharap suatu saat nanti
Kau dan aku 'kan bertemu lagi
S'perti yang kau ucapkan
Sebelum kau tinggalkan aku
Anita begitu menikmati lagunya, bahkan dia tidak menyadari kalau dimas sudah tidur di atas pahanya.
"Ahh,,, Dia sudah tidur?"tanya anita.
Anita mencoba membangunkan pria itu, namun tidak ada pergerakan sama sekali. Karena merasa lelah untuk membangunkannya, Anita pun memutuskan untuk mulai tidur, walau pun dia tau kalau besok badanya akan terasa sangat remuk karena posisi tidurnya yang tidak beraturan.
...****************...
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜
__ADS_1