CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 104


__ADS_3

Rendra berlari terburu-buru masuk ke kantornya saat ini, dia harus segera masuk keruang rapat. Meskipun sudah di gantikan sementara oleh Jeremy tapi bagaimanapun dia juga harus hadir. Ceo-nya dirinya jadi tak mungkin rapat bisa berjalan lancar tanpa kehadirannya, dia sudah sangat terlambat saat ini, bagaimana tidak ia bangun kesiangan ditambah harus mengantar Rafka ke sekolah terjebak macet juga. lengkap sudah hambatannya di pagi hari, untung saja Jeremy tidak pergi ke kampus dan bisa menggantikannya untuk rapat.


Baru saja dia akan membuka pintu ruang rapat, pintu tersebut sudah terbuka lebih dulu. dan yang membukanya siapa lagi kala bukan Jeremy. Pemuda itu menatap datar kakaknya yang baru saja datang.


“gimana rapatnya, kliennya masih di dalam” tanya Rendra pada adiknya itu.


“Udah pulang, telat berjam-jam, ngapain aja sih” pungkas Jeremy.


“Ya maklum bapak rumah tangga, serius sudah pulang semua” Rendra yang tak percaya segera melihat kedalam ruangan itu yang ternyata memang benar kliennya sudah pulang.


“Astaga, kenapa kau tidak menyuruh mereka menungguku” tukas Rendra meminta penjelasan sang adik.


“mereka ada pekerjaan lain kak. Salahmu sendiri telat” ucap Jeremy yang sedikit meninggikan suaranya.


“Sudah tidak usah dibahas, lalu gimana rapatnya. Mereka sepakat untuk bekerja sama dengan kita”


“mereka sepakat dengan kerja sama kita, tapi mereka kecewa karena kakak tidak hadir. Mereka mempertimbangkan keja sama ini karena kakak anak Papa” jelas Jeremy.


Rendra bisa menghela nafasnya lega mendengar itu, meskipun untuk saja kerja sama ini tidak lepas karena ini proyek besar yang perusahaannya tangani. Meskipun mereka mentoleri hal ini karena papanya tapi dia tak masalah.


“Ya udah aku pulang, mau ketemu cewek” pungkas Jeremy yang langsung pamit pergi.


“hemm, makasih sudah mau bantuin.” Jawab Rendra.


“Sama-sama, tapi nanti kalau aku sudah memimpin perusahaan Papa,. Kakak juga harus bantu aku, awas kalau tidak mau gantian” pungkas Jeremy dengan sedikit mengancam.


“pasti, makanya buruan urusin wisuda mu biar cepat selesai”


“Sudah aku urus bentar lagi aku wisuda, beberapa hari lagi aku diwisuda. Datang ya, bawa hadiah awas kalau nggak” tukas Jeremy mewanti kakaknya.


“hemm, sekarang hadiah apa karena sudah bantuin meeting”


“Udah nggak usah, lagi banyak duit. Aku pergi”


“Sombong amat dirimu, ya sudah sana” pungkas Rendra mengusir adiknya sambil menutup pintu ruangan rapat itu.


“Eh, bentar kak. Aku minta pendapat dong” Jeremy yang tadinya sudah melangkah lebih dulu kembali berbalik menghadap kakaknya.


“Apa?” jawab Rendra yang menutup pintu dan langsung melihat ke sang adik.

__ADS_1


“menurut kakak, kalau aku nikah muda gimana?”


“Kau mau menikah, wisuda aja belum sudah ngomong mau nikah”


“Kan aku bilang beberapa hari lagi aku wisuda. Buruan pendapatmu gimana?”


“Terserah mu, hidup-hidupmu. Hidupmu juga sudah enak, dimanjakan fasilitas oleh papa. Perusahaan juga sudah jadi milikmu. Jadi terserah dirimu” pungkas Rendra pada adiknya. Perusahaan keluarga memang sudah jatuh ke tangan Jeremy tapi karena Jeremy masih kuliah itu diurus oleh Papanya. Perusahaan milik Rendra sendiri merupakan perusahaan kedua keluarganya tapi sudah di berikan pada Rendra.


“Memang kau sudah ada calon?” tanya Rendra yang berubah menjadi sedikit lebih halus ucapannya.


“Sudah, dia pacarku dari aku pulang dari luar negeri”


“sudah pacaran lama berarti?”


“Ya sejak aku SMA”


“ kalau kau mau menikah bilang sama Mama Papa”


“Tapi aku ragu, gimana kalau Mama nggak setuju. Kalau Papa sih iya-iya aja, tapi Mama kak. Mampus kalau dia nggak setuju, kasihan istriku nantinya”


“Ya kalau kamu yakin sama pacarmu, yakinin mama lah.. sudah buruan pergi, aku sibuk” ucap Rendra.


.............................................................


“Kau serius ingin tinggal disini, tidak ingin ikut Papa ke Belgia?” tanya Chase sambil melihat-lihat apartemen yang baru saja dia beli untuk anaknya. Apartemen ini cukup besar dari kosan Kania sebelumnya yang sangat tidak layak.


“Iya aku serius, aku ingin bekerja di sini.” Jawab Kania yakin. Dia sedikit tersenyum melihat apartemennya yang cukup luas dan sedikit mewah tentunya. Dia suka apalagi tempatnya yang sangat ia sukai.


“Ini apartemen mu sekarang, tapi masih atas nama Papa. Untuk jaga-jaga kalau mamamu ingin mengambilnya darimu” ucap Chase pada putrinya.


“Oke Papa, terimakasih. Love u pa” ucap kania langsung memeluk Papanya yang ada di depannya saat ini.


“Aku tinggal disini dul ya Pa, papa ke Singapura sendiri nggak pa-pa kan?” ucap xavier yang duduk di sofa sambil sedikit berbaring.


“kenapa kau ingin tinggal disini Xavier, bukannya kau antusias ikut Papa karena Papa mampir ke Singapura?” heran Chase pada putranya.


“Iya kenapa kau tinggal disini, nggak usah nggak terima tamu” ucap Kania yang protes saat kakaknya akan menginap di tempatnya.


“Ya nggak pa-pa, menikmati apartemen baru” jawab Xavier santai.

__ADS_1


“Nggak masuk akal” ucap Kania.


“Ya sudah kalau kau ingin disini beberapa hari, Papa tapi harus berangkat ke Singapura besok”


“Iya tidak apa-apa, aku juga ingin bertemu dengan Mama serta suaminya” ucap Xavier.


“kenapa kau ingin menemui mama?” heran Kania pada kakaknya yang malah ingin bertemu mama mereka.


“Kan aku tadi bilang say hello sama mereka. Udah ah ribet, aku mau jalan-jalan dulu keluar. Kayaknya ini komplek apartemen mewah, lihat-lihat dulu” Xavier malah berdiri dengan santai dan berjalan keluar dari apartemen itu.


“Kau yang sabar dengan sikap kakakmu, Papa tahu dia begitu pasti cemas sama kamu. selama putus komunikasi dia yang paling ribet ingin mencari kamu disini tapi Papa larang karena tidak tahu alamat pasti mu” ucap Chase mengungkapkan diri Xavier yang sebenarnya.


‘Ya aku juga tahu,” jawab Kania.


“Papa istirahat saja, aku mau keluar dulu nyusul dia. nanti nyasar lagi kan nggak lucu kalau orang itu nyasar” lanjut Kania dan akan menyusul kakaknya.


“mana mungkin kakakmu nyasar sayang, nggaklah” kekeh Chase.


“Aku pergi dulu pa” kania langsung pamit pergi berjalan keluar dari apartemen barunya saat ini. dia membuka pintu apartemennya, dan terdiam sambil melihat pintu apartemen di depannya yang tertutup.


“Kau disitu atau tidak ya, sudah dua balan bagaimana perasaanmu saat melihatku nanti” gumam Kania sambil melihat pintu didepannya. Dia langsung memalingkan wajahnya dan melihat kakaknya yang akan masuk kedalam lift.


“Tunggu aku ikut, aku mau minta traktir disini” seru Kania memanggil kakaknya yang akan masuk kedalam lift. Dia langsung berlari mendekati sang kakak yang melihatnya jengah.


Kania langsung mengalungkan tangannya di leher Xavier dengan manja saat ini,


“Apa, apaan sih manja banget geli tahu” ucap Xavier yang akan melepaskan tangan adiknya.


“Biarin, nanti rindu sama aku mampus. Rindukan denganku. Cuman dua bulan bersama di Belgia tapi masih rindu padaku kan. makanya mau tinggal sementara di apartemenku” ucap Kania yang masih mengalungkan tangannya sambil melihat kakaknya itu.


“nggak usah geer, lepasin. Pintu liftnya terbuka itu. malu dilihat o..” ucapan Xavier terhenti saat dia melihat pintu lift sudah terbuka dan benar saja ada yang melihat dirinya saat ini.


Kania sendiri masih merengkuh manja leher kakaknya dengan wajahnya yang begitu dekat dengan wajah xavier.


“Woi ada orang malu” bisik Xavier sambil melepaskan tangan Kania yang masih belum sadar kalau didepannya tengah berdiri pria yang menatap mereka tajam saat ini.


“Siapa sih,” Kania langsung melihat ke depan dan matanya bertemu dengan mata tajam yang tengah menatapnya saat ini. dia langsung tertegun melihat siapa yang tengah menatapnya dengan sorot tajam bak elang yang akan memangsa korbannya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2